Transportasi Umum vs Ojek Online di Era Otonom: Siapa yang Bakal Menang Taruhan?
KompetitifRegistrasi biometrik untuk verifikasi identitas warga telah mencapai kesuksesan besar. Direktur Pengendalian Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika (Komdigi), Dany Suwardany, mengungkapkan bahwa tingkat keberhasilan registrasi biometrik mencapai 83 persen. Sementara itu, tingkat kegagalan verifikasi wajah hanya 17 persen.
Tingkat Keberhasilan yang Tinggi
Dany Suwardany menjelaskan bahwa tingkat kegagalan verifikasi wajah dikarenakan masih ada beberapa orang yang mencoba mendaftarkan nomor baru dengan menggunakan foto selfie yang bukan foto pemilik asli. Hal ini menyebabkan sistem menolak pendaftaran tersebut. “Nah, berarti kan ini sudah terlihat. Berarti nanti kemungkinan akan traceability-nya itu, ketika misalnya ada orang-orang yang berniat melakukan kejahatan itu sudah bisa dibuka, siapa sebenarnya identitasnya dia gitu ya,” tuturnya.
Peningkatan Registrasi Biometrik
Jumlah masyarakat yang melakukan registrasi menggunakan biometrik atau verifikasi wajah terus meningkat. Hingga 5 Juli 2026, rata-rata registrasi biometrik harian di tiga operator seluler sudah mencapai 201.421 pengguna. Secara kumulatif, sejak kebijakan mulai dijalankan sejak Januari hingga 5 Juni, tercatat sekitar 4,9 juta pelanggan sudah melakukan registrasi SIM card menggunakan verifikasi wajah.
Mengapa Registrasi Biometrik Penting?
Menurut Dany Suwardany, tren ini menjadi indikator awal bahwa penerapan verifikasi wajah tidak hanya meningkatkan akurasi validasi identitas pelanggan, tapi juga efektif mempersempit ruang penyalahgunaan data kependudukan untuk registrasi SIM card. Sebelum kebijakan biometrik diterapkan, rata-rata permintaan pencocokan data registrasi nomor baru ke Dukcapil masih mencapai sekitar satu juta kali per hari untuk tiga operator seluler besar.
Dampak Registrasi Biometrik
Namun, setelah kebijakan biometrik diterapkan, permintaan verifikasi data ke Dukcapil untuk registrasi nomor baru turun drastis. Berdasarkan data per 5 Juli 2026, rata-rata permintaan registrasi nomor baru ke Dukcapil tinggal sekitar 6 ribu per hari. “Kalau kita ambil data sampai 5 Juli, rata-ratanya tinggal sekitar 6 ribu. Memang mungkin masih ada yang lolos, tetapi angkanya sudah jauh sekali dibanding sebelumnya. Seharusnya nanti bisa mendekati nol karena seluruh celah sudah ditutup sejak 1 Juli,” ujar Dany Suwardany.
Kesuksesan registrasi biometrik ini menunjukkan bahwa penerapan verifikasi wajah dapat meningkatkan keamanan dan akurasi identitas warga. Dengan demikian, diharapkan dapat mempersempit ruang penyalahgunaan data kependudukan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem registrasi identitas.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260707193051-213-1378029/komdigi-tingkat-kesuksesan-registrasi-biometrik-tembus-83-persen, without altering the facts of the original article.