Portugal memulai perjalanan mereka di Grup K Piala Dunia 2026 dengan hasil yang jauh dari harapan. Menghadapi DR Kongo di Houston Stadium, Houston, Kamis (18/6/2026) dini hari WIB, Selecao das Quinas gagal mengamankan tiga poin meski tampil dominan. Cristiano Ronaldo, kapten Portugal, menjadi pemain outfield tertua yang pernah menjadi starter dalam pertandingan Piala Dunia. Namun, kontribusi Ronaldo di atas lapangan menjadi sorotan karena kesulitan memberikan dampak besar terhadap permainan Portugal.
Momen Penentu di Menit Akhir
Tim asuhan Portugal sebenarnya membuka keunggulan sangat cepat melalui gol Joao Neves pada menit keenam. Gol tersebut sempat membuat Portugal terlihat akan menjalani laga yang nyaman di pertandingan perdana mereka. Namun, DR Kongo menunjukkan daya juang tinggi hingga mampu menyamakan kedudukan pada masa injury time babak pertama. Gol balasan itu mengubah jalannya pertandingan dan membuat Portugal harus bekerja lebih keras setelah jeda.
Portugal terus menguasai permainan sepanjang babak kedua. Akan tetapi, dominasi tersebut tidak mampu diterjemahkan menjadi gol tambahan sehingga pertandingan berakhir dengan skor 1-1. Cristiano Ronaldo resmi menjadi pemain outfield tertua yang pernah menjadi starter dalam pertandingan Piala Dunia pada usia 41 tahun 132 hari. Ia melampaui pencapaian Atiba Hutchinson yang sebelumnya memegang rekor setelah menjadi starter untuk Kanada melawan Kroasia di Piala Dunia 2022 pada usia 39 tahun 292 hari.
Tiga Fakta yang Bikin Laga Ini Berbeda
Di tengah hasil kurang memuaskan tersebut, Cristiano Ronaldo tetap menorehkan tinta emas dalam sejarah Piala Dunia. Namun, kontribusi Ronaldo di atas lapangan menjadi sorotan. Penyerang veteran itu kesulitan memberikan dampak besar terhadap permainan Portugal sepanjang laga. Data pertandingan menunjukkan betapa minim keterlibatan sang megabintang. Ia hanya mencatatkan 25 sentuhan sepanjang pertandingan meski bermain penuh selama 90 menit.
Laga melawan DR Kongo juga menjadi pertandingan lain yang gagal dimanfaatkan Ronaldo untuk mengakhiri puasa golnya di turnamen besar. Kondisi tersebut membuat catatan negatif Ronaldo semakin panjang. Ia kini telah melewati sederet pertandingan penting tanpa mampu menjebol gawang lawan bersama tim nasional Portugal. Statistik itu menjadi perhatian karena Ronaldo selama bertahun-tahun dikenal sebagai mesin gol utama Selecao.
Apa Artinya Ini bagi Portugal ke Depan?
Kegagalan Portugal mengamankan tiga poin di pertandingan perdana Grup K Piala Dunia 2026 membuat mereka harus bekerja lebih keras untuk mencapai target. Hasil imbang ini juga menjadi perhatian bagi pelatih dan pemain Portugal untuk meningkatkan kinerja mereka di pertandingan selanjutnya. Cristiano Ronaldo, sebagai kapten tim, diharapkan dapat meningkatkan kontribusinya di lapangan untuk membantu tim mencapai kesuksesan.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Portugal masih memiliki beberapa pertandingan yang harus dimainkan di Grup K Piala Dunia 2026. Mereka harus meningkatkan kinerja mereka untuk dapat bersaing dengan tim-tim lainnya di grup. Dengan Cristiano Ronaldo yang masih menjadi andalan utama tim, Portugal diharapkan dapat menunjukkan peningkatan kinerja yang signifikan di pertandingan-pertandingan selanjutnya.