Sanksi Tanpa Penonton Persis Solo Turun Jadi Dua Laga, Klub Optimis Lunasi Utang Stadion Manahan
Berita Hari Ini – 14 April 2026 | Manajemen Persis Solo mengumumkan kabar gembira bagi para pendukung Laskar Sambernyawa. Sanksi sebelumnya yang menjatuhkan lima laga kandang tanpa penonton di Stadion Manahan telah dipangkas menjadi hanya dua laga. Keputusan ini datang bersamaan dengan upaya penyelesaian tunggakan sewa stadion yang diperkirakan mencapai angka ratusan juta rupiah.
Latar Belakang Sanksi dan Utang Sewa
Pada awal April 2026, sejumlah pihak, termasuk DPRD Kota Solo dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), menyoroti adanya tunggakan biaya sewa Stadion Manahan oleh Persis Solo. Angka yang disebutkan beragam, mulai dari Rp1,5 miliar hingga hampir Rp2 miliar, dengan catatan bahwa klub baru mencicil Rp40 juta. Kepala Dispora, Rini Kusumandari, menegaskan bahwa total tagihan seluruh pengguna stadion per 31 Desember 2025 mencapai sekitar Rp2 miliar, bukan seluruhnya menjadi beban Persis.
Seiring dengan masalah keuangan, PSSI memberi sanksi lima laga tanpa penonton kepada Persis sebagai bagian dari penalti administratif. Sanksi tersebut menambah tekanan pada klub, mengingat potensi pendapatan tiap laga tanpa penonton dapat mencapai antara Rp500 juta hingga Rp1 miliar.
Negosiasi dan Penurunan Sanksi
Setelah serangkaian pertemuan intensif antara manajemen Persis, Dispora, dan otoritas liga, PSSI memutuskan untuk menurunkan sanksi menjadi dua laga. Keputusan ini mencerminkan pertimbangan atas itikad baik klub dalam menyelesaikan kewajiban sewa dan upaya menjaga stabilitas kompetisi Liga 1.
Direktur Utama Persis, Ginda Ferachtriawan, menyampaikan bahwa klub tetap fokus pada prestasi tim di sisa musim, namun tidak mengabaikan kewajiban administratif. “Kami sudah koordinasi dan komitmen terkait kewajiban yang dimiliki. Sebagai klub profesional, semua kewajiban pasti akan kami selesaikan,” ujarnya dalam wawancara telepon pada 14 April 2026.
Komitmen Penyelesaian Utang
Manajemen Persis menegaskan bahwa tunggakan sewa bukanlah “tunggakan” dalam arti negatif, melainkan hasil dari penggunaan stadion yang intensif, termasuk penyewaan untuk tim lain dan bahkan Timnas Indonesia. Ginda menambahkan bahwa proses administrasi memerlukan sinkronisasi, sehingga belum ada angka pasti yang dapat dipublikasikan.
Rini Kusumandari menambahkan bahwa meskipun ada tunggakan, operasional stadion tidak terganggu karena anggaran operasional terpisah. Ia juga menyatakan keyakinan bahwa penyelesaian pembayaran dapat dilakukan setelah kompetisi berakhir, dengan mekanisme yang disepakati bersama.
Dampak Penurunan Sanksi pada Keuangan Klub
- Potensi pendapatan dua laga dengan penonton kembali dapat menambah pemasukan antara Rp1 miliar hingga Rp2 miliar, membantu menutup sebagian utang.
- Pengembalian penonton meningkatkan atmosfer kompetitif, yang diharapkan dapat memperkuat performa tim di lapangan.
- Klub dapat mengalokasikan dana yang sebelumnya dialokasikan untuk menutupi kerugian penonton ke kebutuhan operasional tim, seperti gaji pemain dan biaya perjalanan.
Reaksi Publik dan Pemerintah
Masyarakat Solo menyambut baik pengurangan sanksi, mengingat dukungan emosional yang kuat terhadap Persis. Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengaku masih memeriksa data keuangan, namun menegaskan pentingnya kelancaran kompetisi Liga 1 di kota tersebut.
Di sisi lain, DPRD Kota Solo tetap menuntut transparansi penuh mengenai besaran utang. Ketua Komisi II DPRD, Agung Harsakti Pancasila, menekankan pentingnya mekanisme penagihan yang optimal agar tidak mengganggu kepercayaan publik.
Langkah Kedepan
Manajemen Persis berjanji akan menyelesaikan sisa tunggakan sewa setelah musim selesai, sambil tetap berkoordinasi dengan Dispora dan Pemkot Solo. Klub juga berharap mendapatkan dukungan dari sponsor dan para suporter untuk menjaga kestabilan finansial.
Dengan dua laga tanpa penonton yang masih harus dijalani, Persis Solo berada pada posisi kritis untuk mengoptimalkan performa tim dan menuntaskan kewajiban administratif. Keputusan PSSI untuk mengurangi sanksi menjadi dua laga memberikan ruang napas bagi klub, sekaligus menegaskan pentingnya kerja sama antara pihak klub, pemerintah daerah, dan otoritas liga.
Jika semua pihak dapat menjaga komitmen masing-masing, Persis Solo tidak hanya akan mengatasi beban keuangan, tetapi juga berpotensi kembali meraih prestasi di Liga 1, mengembalikan kebanggaan warga Solo pada tim kebanggaannya.