8 Juli 2026
featured_image

Transportasi Umum vs Ojek Online di Era Otonom: Siapa yang Bakal Menang Taruhan?

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat
Sarwendah vs Ruben Onsu berebut hak asuh anak, drama keluarga yang menghebohkan publik. Apa alasan di balik perseteruan ini? Simak selengkapnya!

Drama Keluarga Sarwendah dan Ruben Onsu

Perseteruan antara Sarwendah dan Ruben Onsu kini memasuki babak baru. Setelah sempat adu perseteruan selama beberapa waktu terakhir, mantan pasangan suami-istri tersebut kini berebut hak asuh anak. Konflik ini menjadi yang pertama kalinya bagi Sarwendah dan Ruben Onsu, mengingat ketika berpisah pada 2024, mereka tidak meributkan soal hak asuh kedua anak mereka.

Apa yang Terjadi?

Pada akhir Mei 2026, Sarwendah mengaku kembali ditagih oleh debt collector terkait kredit yang diklaim dahulu diambil oleh Ruben Onsu. Bukan hanya itu, kala itu, Sarwendah juga mengeluhkan bahwa Ruben Onsu tak lagi memberikan biaya pendidikan anak-anak mereka sejak akhir 2025. Padahal dalam akta cerai, Ruben sepakat membiayai hingga mereka lulus kuliah. Keluhan tersebut menjadi yang kedua kalinya diucap Sarwendah setelah sebelumnya sempat mengeluhkan hal serupa pada November 2025. Namun kala itu, semua berakhir damai. Ruben Onsu kemudian menjawab keluhan Sarwendah. Ia mengakui bahwa memang sudah menghentikan penyaluran biaya Rp200 juta sebulan untuk anak-anak mereka sejak Desember 2025 karena ia merasa tak mendapatkan haknya sebagai ayah. Ruben mengklaim dirinya tak lagi mendapatkan jatah pengasuhan anak 2-3 hari sepekan seperti yang disepakati pada saat mereka bercerai. Bukan hanya itu, Ruben juga mengklaim dipersulit saat akan bertemu anak-anaknya.

Mengapa dan Dampak

Konflik antara Sarwendah dan Ruben Onsu ini terjadi karena keduanya memiliki kepentingan yang berbeda dalam hal pengasuhan anak. Sarwendah merasa bahwa Ruben Onsu tidak memenuhi kewajibannya sebagai ayah, sementara Ruben Onsu merasa bahwa Sarwendah tidak memberikan haknya sebagai ayah. Konflik ini dapat berdampak pada psikologi anak-anak mereka, yang mungkin merasa terjebak di tengah-tengah pertikaian orang tua mereka. Dampak lainnya adalah, konflik ini dapat mempengaruhi hubungan antara Sarwendah dan Ruben Onsu dengan anak-anak mereka. Jika tidak diselesaikan dengan baik, konflik ini dapat menyebabkan anak-anak mereka mengalami kesulitan dalam mengembangkan hubungan yang sehat dengan kedua orang tua mereka.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Sidang pertama untuk gugatan hak asuh anak-anak mereka akan digelar pada 15 Juli 2026. Ruben Onsu berharap dapat memperoleh hak asuh anak-anaknya dan memiliki waktu yang lebih banyak untuk bersama mereka. Sarwendah juga siap membantah apa pun klaim Ruben ke KPAI. Jalan panjang masih harus ditempuh oleh Sarwendah dan Ruben Onsu untuk menyelesaikan konflik ini dan menentukan nasib anak-anak mereka.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20260703144928-234-1376493/kronologi-drama-sarwendah-vs-ruben-onsu-berebut-hak-asuh-anak, without altering the facts of the original article.

Transportasi Umum vs Ojek Online di Era Otonom: Siapa yang Bakal Menang Taruhan?

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *