Transformasi Karier Lulusan SMK: Dari Ruang Kelas Menuju Dunia Industri Berpenghasilan Tinggi di Era Digital
KompetitifMembangun Portofolio Sejak SMK: Strategi Efektif Menarik Perhatian Perusahaan Besar dan Meningkatkan Peluang Karier Profesional
KompetitifSD Muhammadiyah 1 Trenggalek atau SD Inovatif memutuskan tidak lagi mengikuti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun ajaran 2026/2027. Sekolah memilih kembali mengoptimalkan program makan siang mandiri yang telah dijalankan sejak awal berdiri. Keputusan ini diambil setelah evaluasi internal terhadap pelaksanaan MBG sejak November 2025.
Momen Penentu di Menit Akhir
Kepala SD Inovatif Trenggalek, Ikhsan Nur Wahyudi mengatakan keputusan tersebut bukan karena sekolah menolak pentingnya pemenuhan gizi bagi anak-anak. “Untuk tahun ajaran baru ini, SD Muhammadiyah resmi memutuskan tidak lagi mengikuti program MBG. Kami mengambil keputusan ini dalam rapat kerja internal hari Selasa kemarin,” ulas Ikhsan Nur Wahyudi, Minggu (12/7/2026).
Ikhsan mengatakan salah satu pertimbangan terbesar adalah berkurangnya waktu belajar di kelas. Menurutnya mekanisme pembagian makanan kepada seluruh siswa setiap hari membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Alhasil, mengurangi durasi pembelajaran.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Selain itu, sekolah juga menemukan masih banyak makanan yang tidak habis dikonsumsi siswa. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena dinilai tidak sejalan dengan pendidikan karakter yang selama ini dibangun di lingkungan sekolah. “Sisa makanannya terlalu banyak yang terbuang. Sayang sekali, sangat mubazir. Padahal dalam ajaran Islam, kita tahu bersama bahwa perilaku mubazir itu tidak diperbolehkan dan harus kita hindari,” tegas Ikhsan. Sekolah juga mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi para siswa.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Dengan tidak mengikuti program MBG, SD Muhammadiyah 1 Trenggalek akan kembali mengoptimalkan program makan siang mandiri. Program ini dinilai lebih efektif dan efisien dalam memenuhi kebutuhan gizi siswa. Selain itu, program ini juga dapat membantu mengurangi biaya operasional sekolah.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Keputusan SD Muhammadiyah 1 Trenggalek untuk tidak mengikuti program MBG dapat menjadi contoh bagi sekolah lain. Sekolah lain dapat mempertimbangkan kembali program-program yang ada dan mencari alternatif yang lebih efektif dan efisien. Selain itu, pemerintah juga dapat mempertimbangkan kembali program MBG dan mencari solusi yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jatim.tribunnews.com/trenggalek/552233/berhenti-ikut-mbg-sd-muhammadiyah-di-trenggalek-pilih-kembali-jalankan-program-makan-siang-mandiri, without altering the facts of the original article.