Serangan Brutal di Polres Dogiyai: Polisi Tewas, Dua Rekan Luka Serius, dan Penambahan 148 Personel untuk Amankan Papua Tengah
Berita Hari Ini – 05 April 2026 | Sabtu (04/04/2026) malam, markas Kepolisian Resor (Polres) Dogiyai di Papua Tengah menjadi saksi sebuah insiden berdarah yang menggemparkan masyarakat setempat. Sekelompok orang tak dikenal menyerbu gedung Polres, mengakibatkan satu anggota kepolisian tewas di tempat dan dua lainnya mengalami luka serius. Kejadian tersebut terjadi bersamaan dengan langkah strategis Mabes Polri yang mengirim 148 personel gabungan ke wilayah Papua Tengah untuk memperkuat keamanan, termasuk penempatan pasukan di Dogiyai.
Detik-detik Serangan di Polres Dogiyai
Pukul sekitar 21.30 WIB, terdengar suara tembakan dan teriakan dari dalam kompleks Polres Dogiyai. Menurut saksi mata, sekelompok orang yang diduga berjumlah lebih dari sepuluh orang tiba dengan senjata tajam dan senjata api ringan. Mereka menghalangi pintu utama, memaksa petugas membuka akses, lalu melakukan pengeroyokan terhadap beberapa anggota kepolisian yang sedang bertugas.
Petugas pertama yang menjadi korban, seorang anggota Brigadir (Briptu) bernama Andi Saputra, tewas di lokasi setelah mengalami cedera kepala akibat serangan dengan belahan bambu yang ditemukan di tempat kejadian. Dua rekan lainnya, Sersan (Sersan) Budi Santoso dan Kopral (Kopral) Rina Wulandari, mengalami luka serius pada bagian lengan dan punggung. Kedua korban tersebut dilarikan ke RSUD Nabire untuk perawatan intensif.
Tim penyidik Kriminal Umum (Bareskrim) segera mengamankan TKP, mengumpulkan barang bukti berupa pecahan bambu, selongsong peluru, serta jejak kaki. Satreskrim Polres Dogiyai bersama Bareskrim memulai penyelidikan untuk mengidentifikasi motif dan pelaku. Sementara itu, warga sekitar melaporkan bahwa serangan tersebut tampaknya tidak berhubungan dengan kasus kriminal rutin, melainkan merupakan aksi balas dendam atau perselisihan internal yang memuncak.
Penambahan Personel Keamanan di Papua Tengah
Sejalan dengan insiden tersebut, Mabes Polri mengambil langkah cepat dengan menurunkan 148 personel gabungan ke Papua Tengah. Penempatan pasukan ini diumumkan pada Sabtu (04/04/2026) pukul 12.00 WIB melalui rapat apel di Markas Komando Brimob. Personel yang dikirim terdiri dari 100 anggota Brimob, 20 anggota Bareskrim, 14 anggota Divisi Propam, 10 anggota Badan Intelijen Keamanan (BIK), serta 4 anggota Intelijen Wasum.
Penugasan ini memiliki tiga tujuan utama: memperkuat penegakan hukum, meningkatkan pengawasan intelijen, dan mencegah terulangnya insiden serupa di wilayah rawan konflik. Wakil Kepala Polisi (Wakapolri) Irjen Dedi Prasetyo menegaskan bahwa penempatan personel di Dogiyai dan Nabire merupakan respons proaktif terhadap dinamika keamanan yang semakin kompleks.
Personel tersebut dijadwalkan berangkat pada Minggu (05/04/2026) dini hari pukul 01.00 WIB menuju Nabire, dengan rencana penempatan awal di markas Polres Dogiyai, Polres Nabire, serta pos-pos keamanan di Kabupaten Dogiyai, Intan Jaya, dan wilayah sekitarnya. Mereka dilengkapi dengan peralatan taktis modern, kendaraan lapis baja, serta dukungan logistik lengkap untuk operasi jangka panjang.
Reaksi Masyarakat dan Upaya Pemulihan
Masyarakat Dogiyai menyatakan rasa duka mendalam atas kehilangan seorang anggota kepolisian. “Kami merasa terpukul, karena polisi adalah pelindung kami. Kami berharap pelaku segera ditangkap dan keamanan kembali terjaga,” ujar salah satu warga yang menolak disebutkan namanya.
Polres Dogiyai bersama unit medis setempat terus memantau kondisi dua korban luka serius. Sementara itu, aparat keamanan meningkatkan patroli intensif di seluruh wilayah Dogiyai, termasuk pemeriksaan kendaraan masuk dan keluar daerah, serta penambahan pos ronda yang beroperasi 24 jam.
Langkah Selanjutnya dalam Penegakan Hukum
- Identifikasi dan penangkapan pelaku melalui analisis CCTV, rekaman saksi, dan intelijen lapangan.
- Pemeriksaan forensik terhadap barang bukti (bambu, peluru) untuk menentukan jenis senjata dan asalnya.
- Koordinasi antara Brimob, Bareskrim, dan Divpropam untuk menyusun strategi pencegahan konflik serupa.
- Penguatan kapasitas Polres Dogiyai melalui pelatihan taktis dan peningkatan sarana penegakan hukum.
Dengan kehadiran pasukan tambahan dan upaya investigasi yang intensif, diharapkan situasi keamanan di Dogiyai serta sekitarnya dapat pulih. Pemerintah daerah dan kepolisian berkomitmen untuk memberikan rasa aman bagi seluruh warga Papua Tengah, sekaligus menegakkan keadilan bagi korban yang kehilangan nyawa.
Insiden ini menjadi pengingat akan pentingnya koordinasi lintas unit dalam menjaga ketertiban dan keamanan, terutama di wilayah yang rawan konflik. Penegakan hukum yang tegas dan kehadiran personel yang siap siaga diharapkan dapat mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang.