Serangan Israel di Gaza Tewaskan Paramedis, AS Klaim Hamas Merekrut 15.000 Pejuang
Berita Hari Ini – 18 Mei 2026 | Serangan Israel di Gaza kembali menewaskan seorang paramedis, menambah daftar korban jiwa yang terus bertambah di wilayah yang dilanda konflik. Serangan tersebut terjadi di tengah gencatan senjata yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.
Menurut laporan, paramedis yang tewas sedang melakukan tugasnya untuk membantu korban serangan Israel di Gaza. Ini menambah kecaman internasional terhadap tindakan Israel yang dianggap melanggar hukum humaniter.
Sementara itu, Amerika Serikat (AS) mengklaim bahwa Hamas telah merekrut hingga 15.000 pejuang sejak konflik di Gaza dimulai. Klaim ini menambah tensi antara AS dan Hamas, yang telah lama dianggap sebagai organisasi teroris oleh AS.
Israel juga telah memblokir bantuan kemanusiaan untuk Gaza, yang menambah penderitaan rakyat sipil di wilayah tersebut. Tindakan ini telah menuai kemarahan dari komunitas internasional, yang menuntut Israel untuk segera membuka akses bantuan kemanusiaan.
Konflik di Gaza telah menewaskan ratusan orang dan melukai ribuan lainnya, dengan kerusakan infrastruktur yang parah. Komunitas internasional terus mendesak kedua belah pihak untuk mencapai kesepakatan damai yang langgeng.
Di tengah konflik yang berkepanjangan, rakyat Gaza terus menderita dan membutuhkan bantuan kemanusiaan yang mendesak. Oleh karena itu, penting bagi komunitas internasional untuk terus mendesak kedua belah pihak untuk mencapai kesepakatan damai dan membuka akses bantuan kemanusiaan untuk rakyat Gaza.