Siti Hasmah, mantan istri Mahathir Mohamad, telah menutup usianya di usia 100 tahun, menegaskan peran pentingnya selama 70 tahun bersama suaminya di panggung politik Malaysia.
Asal Usul dan Pendidikan Awal Siti Hasmah
Lahir di Klang, Selangor, pada 12 Juli 1926, Siti Hasmah awalnya bercita-cita menjadi wartawan. Namun, takdir membawanya ke jalur yang berbeda. Pada tahun 1947, ia memutuskan untuk melanjutkan studi di King Edward VII College of Medicine di Singapura, menjadi salah satu perempuan Melayu generasi awal yang menempuh pendidikan kedokteran. Setelah lulus pada 1955, ia melanjutkan latihan medis di Kuala Lumpur sebelum memutuskan untuk pindah ke Kedah.
Pengalaman pendidikan dan pelatihan medis ini membentuk fondasi karier Siti Hasmah sebagai profesional kesehatan. Ia menjadi perempuan pertama yang ditunjuk sebagai pejabat medis di bidang kesehatan ibu dan anak pada 1965, dan pada 1974 dipercaya memimpin layanan kesehatan ibu dan anak di Kedah. Pencapaian ini menandai tonggak penting bagi perempuan di bidang kesehatan di Malaysia.
Karier Medis dan Fokus pada Kesehatan Ibu dan Anak
Selama bertahun-tahun, Siti Hasmah berfokus pada kesehatan perempuan, keluarga, serta pendidikan kesehatan di masyarakat pedesaan. Sebagai pejabat medis, ia mengembangkan program-program yang menargetkan peningkatan kualitas hidup ibu dan anak, serta meningkatkan kesadaran kesehatan di kalangan masyarakat. Keterlibatan aktifnya dalam bidang kesehatan memberikan kontribusi signifikan pada perbaikan layanan kesehatan di daerah pedesaan, sekaligus memperkuat peran perempuan dalam sektor publik.
Hubungan dengan Mahathir Mohamad: Sejarah Bersama
Walaupun Siti Hasmah tidak memulai hidupnya sebagai istri perdana menteri, hubungannya dengan Mahathir Mohamad dimulai jauh sebelum ia mencapai puncak kekuasaan. Pada 12 Juli 2026, ketika Siti Hasmah mencapai usia 100 tahun, ia dan Mahathir telah menandai 70 tahun pernikahan. Selama masa tersebut, Siti Hasmah selalu berada di sisi suaminya, mendampingi perjalanan politiknya dan memberikan dukungan moral serta nasihat pribadi.
Keberadaan Siti Hasmah di panggung politik Malaysia tidak hanya bersifat simbolis. Ia sering menjadi pendukung aktif dalam berbagai inisiatif sosial yang diusung oleh pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan keluarga. Peran Siti Hasmah sebagai pendamping Mahathir memperlihatkan bagaimana peran istri perdana menteri dapat berkontribusi secara signifikan terhadap kebijakan publik.
Pengaruh dan Dampak Sosial dari Keterlibatan Siti Hasmah
Pengabdian Siti Hasmah terhadap kesehatan ibu dan anak serta pendidikan kesehatan di pedesaan menegaskan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan sosial. Melalui program-program yang ia pimpin, banyak keluarga di daerah pedesaan memperoleh akses informasi kesehatan yang lebih baik, sehingga menurunkan angka kematian ibu dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Selain itu, keterlibatannya dalam dunia politik melalui dukungan kepada Mahathir Mohamad memberikan contoh bagi generasi muda perempuan tentang bagaimana mereka dapat berpartisipasi dalam arena publik tanpa mengorbankan identitas profesional mereka. Siti Hasmah menunjukkan bahwa perempuan dapat menyeimbangkan peran sebagai profesional dan pendukung politik, sekaligus memperjuangkan hak-hak sosial.
Warisan yang Ditinggalkan oleh Siti Hasmah
Siti Hasmah meninggalkan warisan yang luas, baik di bidang medis maupun sosial. Keberhasilannya menjadi perempuan pertama dalam beberapa jabatan medis membuka jalan bagi perempuan lain untuk mengejar karier di bidang kesehatan. Selain itu, dukungan dan pengaruhnya dalam politik Malaysia menegaskan pentingnya peran keluarga dalam kebijakan publik.
Keberadaannya di Institut Jantung Negara, Kuala Lumpur, pada hari Minggu 28 September 2026 menandai akhir dari perjalanan panjangnya. Meninggal pada usia 100 tahun, Siti Hasmah menegaskan bahwa dedikasi dan kerja keras dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat, bahkan ketika tantangan besar dihadapi.
Kesimpulan: Refleksi atas 70 Tahun Bersama Mahathir
Melalui 70 tahun pernikahan dan 100 tahun kehidupan, Siti Hasmah telah menunjukkan bahwa peran seorang istri perdana menteri tidak hanya bersifat simbolik. Ia menjadi contoh nyata bagi perempuan dalam menyeimbangkan karier profesional dan dukungan politik. Keterlibatannya dalam kesehatan ibu dan anak serta pendidikan kesehatan di pedesaan telah membawa dampak positif bagi masyarakat Malaysia. Warisan Siti Hasmah tetap hidup melalui program-program kesehatan dan kebijakan sosial yang terus dijalankan, menegaskan bahwa kontribusi seorang perempuan dapat mempengaruhi arah sejarah bangsa.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.dream.co.id/stories/siti-hasmah-wafat-di-usia-100-tahun-70-tahun-temani-mahathir-2609287.html, without altering the facts of the original article.