Skandal Paspor Ganda Pemain Keturunan Timnas Indonesia: Media Vietnam Terkejut, PSSI Tetap Tenang
Transportasi Umum vs Ojek Online di Era Otonom: Siapa yang Bakal Menang Taruhan?
KompetitifBerita Hari Ini – 06 April 2026 | Skandal paspor ganda yang melibatkan pemain keturunan Indonesia di liga Belanda kembali memanas setelah sejumlah media asing, termasuk Vietnam, menyoroti sikap tenang PSSI. Kasus ini, yang dikenal sebagai “Paspoortgate“, menimbulkan pertanyaan serius tentang legalitas naturalisasi pemain dan dampaknya terhadap timnas Indonesia, baik pria maupun wanita.
Latar Belakang Kasus
Polemik dimulai ketika Dean James, bek tim Go Ahead Eagles, dipertanyakan status kewarganegaraannya setelah klub NAC Breda mengajukan protes kepada KNVB. James, yang memperoleh paspor Indonesia melalui proses naturalisasi pada 2025, dianggap tidak memenuhi persyaratan kerja bagi pemain asing. Protes tersebut membuka pintu bagi penyelidikan lebih luas terhadap pemain lain yang mengubah kewarganegaraan, termasuk Irfan Bachdim dan adiknya, Fardy Bachdim.
Peran Keluarga Bachdim
Media Belanda, khususnya Algemeen Dagblad, menyoroti peran Fardy Bachdim sebagai sosok yang berada di tengah pusaran kasus. Fardy, yang juga mengusung paspor Indonesia, menjadi sorotan karena beberapa klub menolak menurunkan pemainnya hingga klarifikasi dokumen selesai. Selain itu, tiga pemain timnas putri Indonesia—Felicia de Zeeuw (ADO Den Haag), Isabelle Nottet, dan Isabel Kopp (Hera United)—juga terdampak. Mereka harus istirahat sementara karena ketidakjelasan status paspor.
Reaksi Media Vietnam
Media Vietnam melaporkan kejutan mereka atas sikap PSSI yang tampak santai meski skandal ini mengancam reputasi timnas. Dalam wawancara dengan wartawan lokal, mereka menanyakan mengapa federasi tidak mengambil tindakan tegas, mengingat dampak potensial pada kualifikasi turnamen internasional. PSSI, melalui pernyataan resmi, menegaskan bahwa mereka sedang melakukan verifikasi administratif dan faktual, serta berkoordinasi dengan KNVB dan otoritas imigrasi Belanda.
Dampak pada Timnas Putri
Kasus Paspoortgate tidak hanya melibatkan pemain pria. Tiga anggota timnas putri Indonesia yang telah mengganti kewarganegaraan mereka harus menunda latihan dan kompetisi. Menurut jurnalis Kompas.com, Isabelle Nottet tercatat dalam daftar pengawasan ketat EW Magazine, sementara Felicia de Zeeuw dan Isabel Kopp juga berada dalam limbo. Klub-klub mereka menolak menurunkan pemain hingga ada kejelasan, mengingat risiko sanksi dari KNVB.
Posisi PSSI
PSSI mengaku sedang melakukan audit menyeluruh terhadap dokumen paspor semua pemain naturalisasi. Dalam pernyataan, PSSI menyebutkan bahwa mereka tidak menemukan bukti pelanggaran hukum yang signifikan, namun tetap menunggu hasil investigasi resmi. Sebagai langkah preventif, federasi meminta semua pemain yang terlibat untuk sementara tidak mengikuti pertandingan kompetitif.
Reaksi Publik dan Analisis
- Penggemar Indonesia mengkritik kurangnya transparansi PSSI.
- Pengamat sepakbola menilai kasus ini sebagai indikasi perlunya regulasi yang lebih ketat terkait naturalisasi pemain.
- Media Belanda menilai kasus ini dapat merusak citra pemain diaspora Indonesia di Eropa.
Secara keseluruhan, skandal paspor ganda ini menyoroti kompleksitas proses naturalisasi dalam dunia sepakbola modern. Sementara PSSI berupaya menjaga kestabilan tim nasional, tekanan dari media internasional, termasuk Vietnam, semakin menguat. Kejelasan akhir kasus ini diharapkan dapat memberi pelajaran bagi federasi lain dalam mengelola pemain naturalisasi.
Jika proses verifikasi selesai tanpa temuan pelanggaran serius, pemain yang terdampak diharapkan dapat kembali ke lapangan dan melanjutkan karier internasional mereka. Namun, jika terbukti ada penyalahgunaan paspor, konsekuensinya dapat meliputi sanksi administratif, pencabutan kewarganegaraan, dan denda bagi klub terkait.