Stasiun Bogor kini telah diperpanjang untuk mengakomodasi KRL 12 gerbong. Perpanjangan ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas layanan penumpang KRL, khususnya di wilayah Bogor dan sekitarnya. Dengan perpanjangan ini, Stasiun Bogor dapat menampung lebih banyak penumpang dan meningkatkan kenyamanan pengguna KRL. Pengembangan jalur dan peron Stasiun Bogor ini dinilai sangat penting untuk mendukung peningkatan kapasitas layanan penumpang KRL.
Perpanjangan Peron dan Jalur
Perpanjangan peron pada jalur 6 dan 7 dilakukan dari semula 201 meter menjadi 251 meter. Sementara itu, peron jalur 8 diperpanjang dari 204 meter menjadi 252 meter. Pengembangan infrastruktur ini merupakan bentuk dukungan KAI Properti terhadap peningkatan kualitas layanan transportasi publik berbasis rel. Dengan adanya perpanjangan peron dan jalur ini, diharapkan dapat memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi pengguna KRL.
Mengapa Perpanjangan Stasiun Bogor Dilakukan?
Perpanjangan Stasiun Bogor dilakukan untuk mengantisipasi pertumbuhan mobilitas masyarakat di wilayah Bogor dan sekitarnya. Saat ini, kondisi peron dan jalur eksisting dinilai belum optimal untuk mendukung operasional rangkaian kereta dengan kapasitas yang lebih besar. Oleh karena itu, perpanjangan peron dan jalur ini sangat diperlukan untuk meningkatkan kapasitas layanan penumpang KRL.
Dampak Perpanjangan Stasiun Bogor
Perpanjangan Stasiun Bogor diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kapasitas layanan di Stasiun Bogor, memperlancar arus penumpang, meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna, serta mendukung pengembangan sistem transportasi perkeretaapian yang modern dan berkelanjutan di Indonesia. Dengan adanya perpanjangan ini, diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna KRL.
KAI Properti bersama kontraktor pelaksana terus memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai rencana dan memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan. Aspek keselamatan kerja, kualitas hasil pekerjaan, dan ketepatan waktu penyelesaian menjadi fokus utama pada setiap tahapan proyek. Ke depan, proyek ini akan memasuki tahapan penyelesaian akhir yang meliputi pekerjaan aspal, pemasangan railing peron, pekerjaan Mechanical, Electrical, and Plumbing (MEP), serta penyempurnaan fasilitas pendukung lainnya hingga pembersihan area proyek.