Transportasi Umum vs Ojek Online di Era Otonom: Siapa yang Bakal Menang Taruhan?
KompetitifApa yang Terjadi?
Strava kini menjadi salah satu dari sejumlah platform digital internasional yang ditunjuk untuk memungut PPN Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) atas layanan digital berbayar di Indonesia. Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menunjuk Strava dan enam perusahaan lainnya sebagai pemungut pajak digital. Ketujuh perusahaan tersebut bergerak di berbagai sektor ekonomi digital mulai dari layanan kebugaran, konten digital, pendidikan, dan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI).
Mengapa dan Dampaknya
Masyarakat Indonesia kini semakin menyadari pentingnya gaya hidup aktif dan sehat, sehingga platform seperti Strava menjadi semakin populer. Dengan tidak menaikkan harga langganan, Strava menunjukkan komitmennya untuk mendukung misi membantu masyarakat Indonesia menjalani gaya hidup yang lebih aktif dan sehat. “Kami memahami bahwa Strava memiliki peran penting dalam menghubungkan komunitas di seluruh Indonesia yang memiliki semangat untuk aktif bersosialisasi melalui olahraga dan aktivitas fisik lainnya,” tutur juru bicara Strava. Penerapan pajak digital ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan penerimaan pajak dari sektor digital. Dengan penunjukan tujuh perusahaan baru sebagai pemungut pajak digital, DJP menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan cakupan pemungutan PPN PMSE seiring perkembangan model bisnis digital. “Pada Mei 2026, DJP kembali melakukan penyesuaian daftar pemungut PPN PMSE melalui penunjukan tujuh pemungut baru,” kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat DJP.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Keputusan Strava untuk tidak menaikkan harga langganan merupakan kabar baik bagi masyarakat Indonesia yang telah terbiasa menggunakan platform ini untuk mendukung gaya hidup aktif dan sehat. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi oleh platform digital lainnya yang juga dikenakan pajak digital. Bagaimana mereka akan menyesuaikan diri dengan kebijakan baru ini masih menjadi pertanyaan besar. Yang jelas, Strava telah menunjukkan komitmennya untuk tetap mendukung masyarakat Indonesia dalam menjalani gaya hidup yang lebih aktif dan sehat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260708150041-185-1378372/strava-buka-suara-soal-pajak-digital-harga-tetap-kami-yang-tanggung, without altering the facts of the original article.