4 September 2026
Sukanto Tanoto: Dari Filantropi Besar hingga Tuduhan Transfer Pricing, Bagaimana Nama Besar Ini Terpampang?

Sukanto Tanoto: Dari Filantropi Besar hingga Tuduhan Transfer Pricing, Bagaimana Nama Besar Ini Terpampang?

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Berita Hari Ini – 04 September 2026 | Di balik nama Sukanto Tanoto yang telah dikenal luas sebagai pengusaha dan filantropis, muncul dua peristiwa penting yang menambah kompleksitas profilnya. Pertama, kemitraan strategis antara Yayasan Tanoto dan Yayasan Mendaki dalam program kepemimpinan Tunas 3.0. Kedua, tuduhan transfer pricing yang melibatkan perusahaan yang didirikan oleh Tanoto, PT Toba Pulp Lestari (TPL), menambah sorotan hukum. Artikel ini menguraikan kedua aspek tersebut, menilai dampaknya bagi reputasi Tanoto dan kontribusinya dalam masyarakat.

Kerjasama Strategis dengan Yayasan Mendaki

28 Ogos 2026, di UOB Plaza, kedua yayasan menandatangani Memorandum Perjanjian (MOA) tiga tahun. Kerjasama ini dimaksudkan untuk memperkuat program Tunas Bersama M³+ (Tunas), sebuah inisiatif kepemimpinan yang memfokuskan pada masyarakat Melayu/Islam. Dengan dukungan Yayasan Tanoto, Tunas 3.0 akan menampung 21 pemimpin dari berbagai sektor, memberi mereka pelatihan kepemimpinan, pengetahuan tata kelola, serta jaringan luas. Salah satu komponen penting adalah perjalanan belajar ke Pangkalan Kerinci di Indonesia, di mana para peserta dapat berinteraksi langsung dengan pemimpin industri.

  • Durasi MOA: 28 Ogos 2026 – 31 Juli 2029
  • Target peserta: 21 pemimpin Melayu/Islam
  • Fokus pelatihan: kepemimpinan, tata kelola, jaringan, dan kontribusi sosial
  • Pengurus MOA: CEO Mendaki (Feroz Akber) dan CEO Yayasan Tanoto (Benny Lee)

Menurut Menteri Bertanggungjawab bagi Ehwal Masyarakat Islam, Encik Zaqy Mohamad, kolaborasi ini diharapkan memperluas dampak Tunas di tingkat nasional. Ia menegaskan bahwa peserta akan mendapatkan kesempatan untuk belajar di luar kelas dan berinteraksi dengan pemimpin industri, menambah nilai praktis pada program.

Tugas dan Tanggung Jawab Sukanto Tanoto

Sejak pendirian Yayasan Tanoto pada 1981 bersama istri, Cik Tinah Bingei Tanoto, Sukanto Tanoto telah memainkan peran kunci dalam berbagai proyek filantropi dan bisnis. Yayasan ini berfokus pada pembangunan kepemimpinan, pendidikan, serta program sosial. Tugasnya tidak hanya terbatas pada pengelolaan yayasan, melainkan juga pengawasan atas entitas bisnis yang berhubungan, seperti PT Inti Indo Rayon (IIR) dan PT Toba Pulp Lestari (TPL).

Kasus Transfer Pricing PT TPL

Juli 2026, Kejaksaan Agung menandai dua oknum pegawai Ditjen Pajak sebagai tersangka dalam dugaan manipulasi pajak perusahaan melalui modus “Transfer Pricing” dan “Under Invoicing”. Penyelidikan lebih lanjut menelusuri keterlibatan PT TLP, perusahaan yang didirikan oleh Tanoto. Meskipun belum ada bukti langsung menuduh Tanoto sebagai direktur utama, pakar hukum pidana Abdul Fickar Hadjar mengemukakan bahwa jika Tanoto berperan sebagai direktur atau pengendali perusahaan, ia dapat dimintai pertanggungjawaban penuh.

Menurut Anang Supriatna, Kapuspenkum Kejaksaan Agung, penyelidikan masih dalam tahap awal dan kemungkinan besar akan menambah tersangka baru jika bukti mendukung. Kasus ini mencakup penjualan ekspor pulp ke afiliasi dengan “Under Invoicing”, yang menimbulkan dugaan penghindaran pajak hingga 2025.

  • Bukti yang sedang dipertimbangkan: dokumen, saksi, dan bukti material lainnya
  • Peran Tanoto: belum dikonfirmasi sebagai direktur, namun dapat dipertanyakan jika ada bukti pengendalian langsung
  • Tindak lanjut: penyelidikan berlanjut, kemungkinan penetapan tersangka baru

Dampak dan Respon Publik

Keputusan MOA dengan Yayasan Mendaki menegaskan komitmen Tanoto terhadap pembangunan sosial, sementara tuduhan transfer pricing menimbulkan ketidakpastian reputasi. Masyarakat dan stakeholder menunggu klarifikasi resmi dari pihak kepolisian dan Kejaksaan Agung. Sementara itu, Yayasan Tanoto tetap melanjutkan program-program sosialnya, termasuk Tunas 3.0, sebagai upaya memperkuat posisi positifnya di mata publik.

Di sisi lain, perusahaan lain seperti Apical, pemroses minyak sayur global, tidak terlibat langsung dalam kasus ini namun sering menjadi contoh industri yang menekankan transparansi dan keberlanjutan—nilai yang juga dipegang oleh Tanoto dalam pengelolaan bisnisnya.

Secara keseluruhan, Sukanto Tanoto berada di persimpangan dua jalur: satu menuju pengembangan kepemimpinan masyarakat, dan satu lagi melawan tuduhan hukum. Bagaimana hasil penyelidikan dan keberlanjutan program sosialnya akan menjadi kunci bagi reputasi dan warisan bisnisnya di masa depan.

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *