Sumatera Barat menjadi pusat pengembangan jalur kereta api di Indonesia, dengan pemerintah melalui arahan Presiden Prabowo Subianto mendorong pengembangan jaringan kereta api yang lebih terhubung dari Banda Aceh hingga Bandar Lampung. Sumatera Barat memiliki posisi unik dalam sejarah perkeretaapian nasional, dengan rel di wilayah ini lahir dari kebutuhan menghubungkan tambang, pelabuhan, kota, dan masyarakat. Wilayah ini memiliki sekitar 312,2 kilometer jalur rel, dengan 110,9 kilometer jalur aktif dan 201,3 kilometer jalur nonaktif.
Sejarah Panjang Perkeretaapian di Sumatera Barat
Sumatera Barat memiliki sejarah panjang perkeretaapian, dengan rel menghubungkan titik keberangkatan dan tujuan, sekaligus menyimpan jejak tambang batu bara Ombilin, Pelabuhan Emmahaven atau Teluk Bayur, Sawahlunto, Lembah Anai, Pariaman, serta perubahan cara masyarakat bergerak dari masa ke masa. Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, Sumatera Barat menunjukkan bagaimana kereta api sejak awal menjadi penghubung ekonomi, kota, pelabuhan, dan masyarakat. Jejak itu tetap relevan untuk membaca kebutuhan konektivitas Sumatra hari ini.
Jaringan Kereta Api yang Luas
Wilayah ini memiliki 20 stasiun dan shelter angkutan penumpang, serta 4 stasiun angkutan barang. Saat ini, layanan penumpang di Sumatera Barat mencakup KA Pariaman Ekspres relasi Pauh LimaâPadangâNaras, KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau AirâPadangâBandara Internasional Minangkabau, KA Lembah Anai relasi Kayu TanamâDukuâPadang, serta KA wisata Mak Itam relasi MuarokalabanâSawahlunto yang beroperasi menyesuaikan kebutuhan layanan wisata sejarah. Untuk layanan barang, KAI melayani relasi IndarungâBukit Putus guna mendukung distribusi semen curah dan klinker.
Mengapa Sumatera Barat Penting?
Sumatera Barat menjadi salah satu ruang penting untuk membaca perjalanan panjang perkeretaapian di Tanah Andalas. Wilayah ini memiliki aset prasarana yang luas, serta layanan yang masih berperan langsung bagi masyarakat. Kinerja layanan tersebut menunjukkan bahwa kereta api masih menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat Sumatera Barat. Pada JanuariâMei 2026, layanan kereta api penumpang di Divre II Sumatera Barat melayani 913.674 pelanggan. Di sisi barang, KAI di wilayah Divisi Regional II Sumatra Barat melayani 492.220 ton angkutan pada JanuariâMei 2026.
Dampak Pengembangan Jalur Kereta Api
Pengembangan jalur kereta api di Sumatera Barat diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah. Dengan pengembangan jaringan kereta api yang lebih terhubung, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Sumatera Barat. Kinerja dalam lima tahun terakhir juga menunjukkan bahwa pasar kereta api di Sumatera Barat sudah terbentuk, dengan volume pelanggan Divre II Sumatera Barat meningkat dari sekitar 1,09 juta pelanggan pada 2021 menjadi 1.978.241 pelanggan pada 2025.
Jalan panjang pengembangan jalur kereta api di Sumatera Barat masih harus ditempuh, namun dengan komitmen pemerintah dan KAI, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Sumatera Barat. Pengembangan jalur kereta api ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi pengembangan jalur kereta api di wilayah lain di Indonesia.