25 Agustus 2026

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Sungai Barito merupakan salah satu sungai terbesar dan paling penting di Kalimantan. Sungai yang membentang melewati wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan ini memiliki peran besar bagi kehidupan masyarakat, mulai dari transportasi, perdagangan, perikanan, hingga menjadi bagian dari budaya masyarakat setempat.

Namun, di balik perannya yang besar, Sungai Barito juga menghadapi tantangan lingkungan. Pencemaran air, aktivitas permukiman, pertanian, perikanan, industri, hingga perubahan penggunaan lahan di kawasan daerah aliran sungai (DAS) dapat memengaruhi kualitas air. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan bahwa DAS Barito memiliki beban pencemar yang berasal dari sejumlah sumber, termasuk domestik, perikanan, pertanian dan lahan terbangun, peternakan, serta industri.

🔖 Baca juga:
Kecelakaan Ambulans: Penyebab, Dampak, dan Cara Mencegahnya

Lantas, seberapa besar ancaman pencemaran Sungai Barito dan apa saja upaya yang dapat dilakukan untuk menjaganya?

Sungai Barito dan Perannya bagi Masyarakat

Sungai Barito tidak hanya berfungsi sebagai aliran air. Sejak dahulu, sungai menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Kalimantan. Transportasi sungai, perdagangan, perikanan, serta berbagai aktivitas sosial berkembang di sepanjang alirannya.

Keberadaan Sungai Barito juga berhubungan erat dengan perkembangan permukiman. Banyak masyarakat memilih tinggal di sekitar sungai karena akses terhadap air dan jalur transportasi lebih mudah. Sungai kemudian menjadi ruang pertemuan antara masyarakat dari berbagai daerah.

Dalam konteks ekonomi, Sungai Barito juga menjadi jalur pergerakan barang. Kapal dan tongkang yang melintasi sungai menjadi salah satu gambaran pentingnya sungai bagi aktivitas ekonomi Kalimantan.

Karena memiliki begitu banyak fungsi, menjaga kualitas Sungai Barito menjadi tanggung jawab yang penting. Ketika kualitas air menurun, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh ekosistem, tetapi juga oleh masyarakat yang kehidupannya bergantung pada sungai.

Benarkah Sungai Barito Terancam Pencemaran?

Ancaman pencemaran terhadap Sungai Barito bukan sekadar persoalan sampah yang terlihat di permukaan air. Pencemaran dapat berasal dari berbagai sumber dan membawa bahan pencemar yang memengaruhi kualitas air.

Data KLHK mengenai DAS Barito menunjukkan bahwa beban pencemar BOD atau Biochemical Oxygen Demand berasal dari beberapa sumber. Dalam data tersebut, kontribusi berasal dari aktivitas domestik, perikanan, kegiatan pertanian dan lahan terbangun, peternakan, serta industri. KLHK mencatat bahwa pada data yang digunakan, beban pencemar BOD eksisting mencapai lebih dari 562 ribu kilogram per hari dan diperlukan penurunan beban pencemaran sekitar 45,59 persen untuk mencapai alokasi beban yang ditetapkan.

Data tersebut menunjukkan bahwa persoalan kualitas air Sungai Barito perlu dilihat secara menyeluruh. Pencemaran tidak selalu berasal dari satu sumber, tetapi dapat merupakan akumulasi dari berbagai aktivitas manusia di sepanjang daerah aliran sungai.

Sumber Pencemaran Sungai Barito

Ada beberapa aktivitas yang berpotensi memberikan tekanan terhadap kualitas Sungai Barito.

1. Limbah Rumah Tangga

Permukiman yang berkembang di sepanjang sungai dapat menghasilkan limbah domestik. Sampah rumah tangga dan air limbah yang tidak dikelola dengan baik berpotensi masuk ke badan sungai.

Kebiasaan membuang sampah langsung ke sungai juga dapat memperburuk kondisi lingkungan. Sampah plastik menjadi salah satu masalah karena sulit terurai dan dapat bertahan dalam lingkungan dalam waktu lama.

2. Aktivitas Pertanian dan Peternakan

Kegiatan pertanian dan peternakan juga dapat memberikan kontribusi terhadap beban pencemaran. Limpasan air dari lahan dapat membawa material organik maupun zat tertentu menuju badan air.

Jika pengelolaan lahan tidak dilakukan secara tepat, material tersebut dapat masuk ke sungai terutama ketika terjadi hujan deras.

🔖 Baca juga:
Eks Finalis Puteri Indonesia Riau Ditangkap Praktik Dokter Kecantikan Ilegal, 15 Korban Cacat Permanen

3. Aktivitas Perikanan

Perikanan merupakan salah satu aktivitas ekonomi masyarakat yang memiliki hubungan langsung dengan sungai. Namun, aktivitas perikanan yang tidak dikelola secara berkelanjutan juga dapat berkontribusi terhadap beban pencemaran.

KLHK memasukkan perikanan sebagai salah satu sumber beban pencemar BOD di DAS Barito.

4. Kegiatan Industri

Aktivitas industri juga membutuhkan perhatian dalam pengendalian pencemaran air. Air limbah dari kegiatan usaha harus dikelola sesuai ketentuan sebelum dilepaskan ke lingkungan.

Dalam penilaian PROPER, KLHK menjelaskan bahwa pembuangan air limbah ke lingkungan harus memenuhi persyaratan dan baku mutu yang berlaku. Perusahaan juga perlu melakukan pemantauan terhadap kualitas air limbah melalui parameter dan frekuensi yang ditentukan.

5. Perubahan Penggunaan Lahan

Ancaman terhadap DAS Barito tidak hanya berkaitan dengan kualitas air, tetapi juga perubahan kondisi wilayah tangkapan air. Perubahan kawasan hutan atau lahan alami menjadi kawasan terbangun dapat memengaruhi sistem hidrologi.

Kajian berbasis data yang diberitakan Kompas menunjukkan adanya perubahan lahan terbangun dalam DAS Barito serta persoalan kepatuhan tata ruang di kawasan DAS yang memiliki risiko bencana tinggi.

Dampak Pencemaran terhadap Lingkungan

Pencemaran Sungai Barito dapat memberikan dampak terhadap ekosistem perairan. Perubahan kualitas air dapat memengaruhi organisme yang hidup di dalamnya, termasuk ikan dan berbagai jenis biota lainnya.

Salah satu indikator penting dalam kualitas air adalah BOD. Semakin tinggi kebutuhan oksigen untuk menguraikan bahan organik, semakin besar tekanan terhadap oksigen terlarut di dalam air.

Jika kadar oksigen terlarut menurun secara signifikan, kondisi tersebut dapat mengganggu kehidupan organisme air. Dalam jangka panjang, pencemaran dapat mengurangi kualitas ekosistem sungai dan mengganggu rantai kehidupan di dalamnya.

Selain itu, pencemaran sungai juga dapat berdampak terhadap masyarakat. Mereka yang menggunakan sungai untuk aktivitas ekonomi, transportasi, maupun kebutuhan lainnya akan ikut merasakan dampaknya.

Mikroplastik Menjadi Ancaman Baru

Selain pencemaran dari bahan organik dan limbah domestik, persoalan mikroplastik juga perlu mendapat perhatian. Penelitian lapangan yang diberitakan Kompas pada 2022 menemukan adanya kontaminasi mikroplastik pada sampel air Sungai Barito di kawasan Pelabuhan Perikanan Banjarmasin. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan pencemaran sungai dapat berbentuk sangat kecil dan tidak selalu terlihat secara kasatmata.

Mikroplastik menjadi tantangan karena ukurannya sangat kecil dan dapat masuk ke lingkungan perairan melalui berbagai sumber. Karena itu, pengurangan sampah plastik dari sumbernya menjadi salah satu bagian penting dalam upaya menjaga kualitas sungai.

Upaya Menjaga Sungai Barito

Menjaga Sungai Barito membutuhkan kerja sama berbagai pihak. Pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, akademisi, hingga komunitas lingkungan memiliki peran masing-masing.

🔖 Baca juga:
Preview Tiongkok Terbuka 2026: Unggulan, Prediksi Laga, dan Jadwal Turnamen BWF

Langkah pertama adalah meningkatkan pemantauan kualitas air. Pemantauan secara berkala dapat membantu mengetahui perubahan kondisi sungai dan mendeteksi pencemaran lebih cepat. KLHK juga menekankan pentingnya pemantauan kualitas air secara berkelanjutan sebagai bagian dari pengendalian pencemaran.

Langkah kedua adalah memperkuat pengelolaan limbah. Rumah tangga perlu mengelola sampah dan air limbah dengan baik, sedangkan kegiatan usaha harus memastikan limbah yang dihasilkan memenuhi ketentuan sebelum dibuang ke lingkungan.

Langkah berikutnya adalah menjaga kawasan hulu dan daerah tangkapan air. Pelestarian vegetasi, pengendalian perubahan penggunaan lahan, dan pengelolaan DAS secara terpadu dapat membantu mempertahankan fungsi ekologis sungai.

KLHK juga menjelaskan bahwa restorasi kualitas air dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, termasuk pengendalian pencemaran, pembangunan infrastruktur pengolahan air limbah, pemulihan ekosistem perairan, hingga revitalisasi budaya lokal yang berbasis sungai.

Peran Masyarakat dalam Menjaga Sungai Barito

Upaya menjaga Sungai Barito tidak akan berhasil jika hanya mengandalkan pemerintah. Masyarakat yang tinggal di sekitar sungai memiliki peran yang sangat penting.

Hal sederhana seperti tidak membuang sampah ke sungai, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menjaga kebersihan lingkungan, dan ikut dalam kegiatan bersih sungai dapat memberikan dampak positif.

Masyarakat juga dapat berperan dalam melaporkan dugaan pencemaran kepada pihak berwenang. Dengan adanya partisipasi masyarakat, pengawasan terhadap kondisi sungai dapat menjadi lebih kuat.

Lebih jauh lagi, kesadaran menjaga sungai perlu ditanamkan kepada generasi muda. Sungai Barito bukan hanya aset lingkungan, tetapi juga bagian dari sejarah dan budaya masyarakat Kalimantan.

Menjaga Sungai Barito adalah Tanggung Jawab Bersama

Sungai Barito menghadapi tantangan yang kompleks. Pencemaran dapat berasal dari berbagai aktivitas, mulai dari rumah tangga, pertanian, perikanan, peternakan, hingga industri. Pada saat yang sama, perubahan penggunaan lahan di kawasan DAS juga dapat meningkatkan tekanan terhadap lingkungan.

Karena itu, solusi terhadap pencemaran Sungai Barito tidak dapat dilakukan melalui satu langkah saja. Diperlukan pengawasan kualitas air, pengelolaan limbah, penegakan aturan, perlindungan kawasan hulu, pengurangan sampah, serta keterlibatan aktif masyarakat.

Sungai Barito telah menjadi bagian dari kehidupan Kalimantan selama bertahun-tahun. Menjaganya berarti mempertahankan sumber kehidupan, ekosistem, aktivitas ekonomi, sekaligus warisan budaya masyarakat di sepanjang alirannya.

Jika pengelolaan dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, Sungai Barito dapat tetap menjadi sungai yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Sebaliknya, jika pencemaran dibiarkan, kerusakan yang terjadi dapat semakin sulit dipulihkan. Karena itu, menjaga Sungai Barito hari ini merupakan investasi penting untuk kehidupan generasi mendatang.

penulis : erviani

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *