Survei ASI 2026: Publik Puas Prabowo, Gibran Dianggap Lebih Kurang – Sektor Kesehatan Jadi Sorotan Utama
Berita Hari Ini – 07 September 2026 | Survei nasional yang dilaksanakan oleh Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) pada 23–29 Juli 2026 mengungkap perbedaan signifikan dalam persepsi publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dari 1.200 responden yang ditemui di 38 provinsi, margin of error sebesar ±2,9% pada tingkat kepercayaan 95% memberikan gambaran yang cukup jelas tentang tingkat kepuasan masyarakat.
Hasil Kepuasan Publik Terhadap Prabowo dan Gibran
- Prabowo: 57,6% responden menganggap puas (9,0% sangat puas, 48,6% cukup puas), 40,6% tidak puas (34,0% kurang puas, 6,6% sangat tidak puas), 1,8% tidak tahu/ tidak menjawab.
- Gibran: 40,1% puas (4,1% sangat puas, 36,0% cukup puas), 54,4% tidak puas (39,7% kurang puas, 14,7% sangat tidak puas), 5,6% tidak tahu/ tidak menjawab.
| Posisi | Puas (%) | Tidak Puas (%) |
|---|---|---|
| Prabowo | 57,6 | 40,6 |
| Gibran | 40,1 | 54,4 |
Sektor‑Sektor yang Diuji
ASI tidak hanya menilai kinerja secara keseluruhan, melainkan juga membagi evaluasi ke dalam enam sektor utama. Berikut rincian yang paling menonjol:
| Sektor | Persentase Sangat/Puas | Keterangan |
|---|---|---|
| Kesehatan | 61,5 | 6,8% sangat puas, 54,7% cukup puas |
| Keamanan | 55,4 | 8,6% sangat puas, 46,8% cukup puas |
| Pendidikan | 54,6 | 5,8% sangat puas, 48,8% cukup puas |
| Ekonomi | — | Menjadi sektor dengan penilaian terendah, menyoroti ketidakpuasan terkait harga kebutuhan pokok dan lapangan kerja |
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Menjadi Fokus
Program prioritas pemerintah, Makan Bergizi Gratis, masih mendapat dukungan mayoritas. 51,5% responden setuju melanjutkannya, sementara 45,4% tidak setuju. Proporsi tidak setuju terdiri dari 29,6% kurang puas dan 15,8% sangat tidak setuju. Hanya 3,3% yang tidak tahu/ tidak menjawab. Penekanan Ali Rif’an, Direktur Eksekutif ASI, menegaskan bahwa meski dukungan relatif tinggi, evaluasi pelaksanaan tetap penting untuk mempertahankan manfaat program.
Kritik BEM SI Terhadap Gibran
Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) menyoroti beberapa kelemahan dalam kepemimpinan Gibran. Koordinator BEM SI Kerakyatan, Satria Noval Putra Ansar, menilai Gibran kurang mampu mewakili kepentingan anak muda, mengkritik praktik autocratic legalism, dan menuduh pelanggaran konstitusi terkait keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023. Kritik ini menambah lapisan kompleksitas persepsi publik, yang tercermin dalam angka tidak puas yang lebih tinggi dibandingkan Prabowo.
Kesimpulan
Survei ASI 2026 menegaskan bahwa kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto lebih tinggi dibandingkan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Sektor kesehatan dan keamanan menjadi pilar kepuasan, sementara ekonomi masih menjadi sumber ketidakpuasan. Program Makan Bergizi Gratis tetap memiliki dukungan mayoritas, namun perlunya evaluasi pelaksanaan menjadi titik fokus bagi pemerintah. Kritik dari BEM SI menyoroti dinamika politik yang memengaruhi persepsi publik, menempatkan Gibran di bawah sorotan yang lebih tajam. Dengan data yang jelas dan terukur, pemerintah dapat menyesuaikan kebijakan guna meningkatkan kualitas layanan dan menanggapi kritik konstruktif.