Teknokrat Selenggarakan Mabit dan Jalasah untuk Mahasiswa Baru menjadi sorotan utama bagi para mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) pada akhir September 2026. Kegiatan ini, yang berlangsung pada tanggal 26–27 September, mengusung tema “Kukuhkan Iman, Hadapi Perkembangan Zaman” dan diikuti oleh 600 mahasiswa baru (maba). Sebanyak 250 mahasiswa terlibat dalam Mabit, sementara 350 mahasiswa melaksanakan Jalasah, dua program yang saling melengkapi dalam rangka memperkuat keimanan, akhlak, dan kebersamaan di lingkungan kampus.
Rangkaian Kegiatan Mabit dan Jalasah
Program Mabit (Membina Akhlak dan Iman) dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa baru untuk memulai perjalanan akademik mereka dengan landasan spiritual yang kuat. Dalam rangkaian ini, para peserta mengikuti kajian Fiqih Sholat Sunnah yang dipandu oleh M. Naufal Tauhid Rapasya. Kajian tersebut menitikberatkan pada tata cara sholat sunnah serta nilai-nilai kesungguhan dan disiplin dalam melaksanakan ibadah. Selanjutnya, Ustadz Fajar Ghosiyah Zain, S.Pd., CPS, memberikan materi “Pentingnya Iman untuk Menghadapi Perkembangan Zaman.” Materi tersebut mengajak mahasiswa untuk memahami bagaimana iman dapat menjadi kompas moral di tengah arus teknologi dan informasi yang terus berkembang.
Selain kajian, para peserta Mabit juga melaksanakan salat Tahajud, sebuah ibadah malam yang menekankan kesungguhan dan konsistensi. Aktivitas ini tidak hanya mempererat hubungan spiritual, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab pribadi terhadap diri sendiri dan lingkungan. Dalam suasana yang penuh ketenangan, mahasiswa diberi kesempatan untuk merenungkan pentingnya nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Program Jalasah (Jalan Lurus Akhlak dan Spiritual) berfokus pada pembinaan spiritual yang lebih luas. Mahasiswa diharapkan dapat membiasakan diri dengan berbagai aktivitas ibadah, seperti sholat berjamaah, membaca Al-Qur’an, dan berdoa bersama. Selain itu, Jalasah menekankan pentingnya membangun ukhuwah Islamiyah antar mahasiswa. Dengan memperkuat tali persaudaraan, diharapkan tercipta lingkungan kampus yang harmonis dan suportif.
Peran Wakil Rektor III dalam Membangun Fondasi Spiritual
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Teknokrat Indonesia, Auliya Rahman Isnain, S.Kom., M.Cs, membuka secara resmi kegiatan Mabit PKKMB 2026. Kehadiran beliau menegaskan komitmen institusi terhadap pembinaan karakter dan spiritualitas mahasiswa. Dengan memimpin acara, Auliya Rahman Isnain menekankan pentingnya integrasi antara nilai akademik dan nilai keislaman dalam proses pembelajaran.
Relevansi Kegiatan di Era Digital dan Globalisasi
Di tengah kemajuan teknologi yang semakin pesat, mahasiswa baru dihadapkan pada tantangan baru, seperti penyebaran informasi yang cepat dan seringkali tidak terverifikasi. Kegiatan Mabit dan Jalasah membantu mahasiswa untuk menyiapkan diri menghadapi dinamika tersebut dengan landasan iman yang kokoh. Melalui pemahaman tentang nilai-nilai keislaman, mahasiswa dapat lebih bijak dalam menafsirkan dan menanggapi informasi yang mereka terima.
Selain itu, globalisasi menuntut mahasiswa untuk bersaing di kancah internasional. Kegiatan ini menanamkan rasa tanggung jawab moral dan etika yang tinggi, yang menjadi nilai tambah bagi mahasiswa ketika mereka berinteraksi dengan komunitas global. Dengan memiliki fondasi spiritual yang kuat, mahasiswa dapat lebih mudah menyesuaikan diri dengan budaya lain tanpa kehilangan identitas diri.
Dampak Positif bagi Komunitas Mahasiswa
Penguatan keimanan dan akhlak melalui Mabit dan Jalasah berdampak langsung pada terciptanya lingkungan kampus yang lebih sehat. Mahasiswa yang memiliki nilai spiritual yang kuat cenderung lebih disiplin, jujur, dan peduli terhadap sesama. Hal ini berujung pada peningkatan kualitas interaksi sosial antar mahasiswa, serta terciptanya rasa solidaritas yang mendalam.
Lebih jauh, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kebiasaan spiritual yang berkelanjutan. Dengan rutin beribadah dan berrefleksi, mahasiswa dapat menyeimbangkan aktivitas akademik dengan kebutuhan spiritual. Hal ini dapat mengurangi stres dan meningkatkan konsentrasi, yang pada gilirannya berdampak positif pada prestasi akademik.
Kesimpulan dan Harapan ke Depan
Teknokrat Selenggarakan Mabit dan Jalasah untuk Mahasiswa Baru menjadi contoh konkret bagaimana institusi pendidikan tinggi dapat memadukan nilai akademik dengan nilai spiritual. Dengan menekankan penguatan keimanan sebagai jawaban terhadap tantangan zaman digital dan globalisasi, Universitas Teknokrat Indonesia menunjukkan komitmen terhadap pembentukan karakter mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral.
Keberhasilan program ini menimbulkan harapan bahwa nilai-nilai keislaman akan terus menjadi bagian integral dalam pendidikan tinggi. Semoga kegiatan serupa dapat direplikasi di perguruan tinggi lain, sehingga mahasiswa di seluruh negeri dapat memulai masa studi mereka dengan landasan iman yang kuat, siap menghadapi perkembangan zaman yang terus berubah.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://lampung.tribunnews.com/pendidikan/1219313/teknokrat-gelar-mabit-dan-jalasah-bagi-maba-kukuhkan-keimanan-dalam-tantangan-zaman, without altering the facts of the original article.