**Teknologi AI Membuat Anda Tidak Percaya Diri: Apakah Wajah Ciptaan AI Sudah Sama Rinci dengan Wajah Manusia?** **Pembuka** Kita semua tahu bahwa teknologi AI telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, apakah Anda pernah berpikir bahwa AI mampu menciptakan wajah yang sangat mirip dengan wajah manusia? Jawabannya adalah ya. Penelitian yang dilakukan oleh Profesor Amy Dawel dari Universitas Nasional Australia menemukan bahwa wajah ciptaan AI sudah sangat sulit dibedakan dari wajah manusia asli. **APA YANG TERJADI** Pada tahun 2024, seorang pegawai di Hong Kong bergabung dengan rekan-rekannya dalam panggilan video untuk membahas akuisisi rahasia. Namun, baru setelah mengirimkan pembayaran sebesar US$25 juta (Rp450,7 miliar), pegawai itu menyadari bahwa dirinya telah ditipu. Setiap orang yang ikut dalam panggilan tersebut, termasuk kepala bagian keuangan, ternyata adalah deepfake yang dihasilkan oleh AI. Wajah yang diciptakan AI semakin sulit dibedakan dari wajah manusia asli. **MENGAPA & DAMPAK** Penelitian Dawel menunjukkan bahwa wajah ciptaan AI lebih sering disangka wajah manusia daripada wajah manusia yang sesungguhnyaâsebuah fenomena yang mereka sebut hiperrealisme AI. Karena algoritma AI cenderung mengambil rata-rata matematis dari puluhan ribu wajah yang digunakan untuk pelatihannya, “wajah AI sebenarnya terlihat lebih rata-rata, atau hiperrata-rata, dibandingkan dengan wajah manusia,” kata Dawel. Hal ini “membuat mereka merasa sedikit lebih dapat dipercaya, terlihat sedikit lebih menarik, dan terasa lebih akrab” daripada wajah manusia asli. Dampaknya, penipu cenderung tidak akan menggunakan foto atau gambar yang terlihat janggal. Alih-alih mengajari orang untuk mencari tanda-tanda kesalahan seperti anting yang tidak serasi atau fitur wajah yang terdistorsi, para peneliti melatih khalayak untuk membuat penilaian naluriah tentang setiap wajah secara keseluruhan. “Salah satu masalahnya adalah kita mengharapkan wajah AI menjadi aneh, dan ini berdasarkan pengalaman masa lalu. Tetapi sebenarnya manusialah yang tidak sepenuhnya simetris dan sedikit unik,” kata Dawel. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Wajah ciptaan AI sudah sangat sulit dibedakan dari wajah manusia asli. 2. Algoritma AI cenderung mengambil rata-rata matematis dari puluhan ribu wajah yang digunakan untuk pelatihannya. 3. Penelitian Dawel menunjukkan bahwa wajah ciptaan AI lebih sering disangka wajah manusia daripada wajah manusia yang sesungguhnya. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kesalahan-kesalahan yang jelas telah diperbaiki, dan penipu cenderung tidak akan menggunakan foto atau gambar yang terlihat janggal. Namun, kita harus waspada dan terus meningkatkan kemampuan kita untuk mengenali wajah ciptaan AI. Dengan demikian, kita dapat menghindari penipuan dan kejahatan lainnya yang menggunakan teknologi AI. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Penelitian Dawel masih terus berkembang, dan kita harus terus menemukan cara untuk meningkatkan kemampuan kita dalam mengenali wajah ciptaan AI. Dengan demikian, kita dapat menjaga keamanan dan kepercayaan diri kita dalam menggunakan teknologi AI.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bbc.com/indonesia/articles/c2dkjed688ro?at_medium=RSS&at_campaign=rss, without altering the facts of the original article.