7 Juli 2026
featured_image

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya
Harga minyak dunia melonjak usai serangan Iran di Selat Hormuz, picu kekhawatiran pasar akan gangguan pasokan energi global. Berapa dampaknya pada harga minyak di Indonesia?

Tensi Timur Tengah Meningkat, Harga Minyak Dunia Melonjak

Harga minyak dunia berbalik menguat pada perdagangan Kamis setelah Iran dilaporkan menyerang sebuah kapal kargo di kawasan Selat Hormuz. Insiden tersebut kembali memicu kekhawatiran pasar bahwa ketegangan di Timur Tengah masih berpotensi mengganggu pasokan energi global. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup naik lebih dari 2% menjadi US$ 71,92 per barel. Sementara itu, minyak mentah acuan global Brent menguat 2,1% dan ditutup di level US$ 75,26 per barel.

Serangan Iran di Selat Hormuz

Serangan terhadap kapal kargo di dekat Dahit, Oman, dikonfirmasi oleh seorang pejabat Amerika Serikat bahwa Iran berada di balik aksi tersebut. Pejabat tersebut mengatakan penilaian apakah serangan itu melanggar nota kesepahaman (MoU) antara AS dan Iran akan bergantung pada sikap Gedung Putih. Sebelumnya, harga minyak sempat kehilangan seluruh penguatan yang terjadi setelah perang karena pelaku pasar mulai optimistis pasokan minyak global akan membaik.

Mengapa Serangan Ini Penting?

Serangan Iran terhadap kapal kargo di Selat Hormuz memiliki dampak signifikan pada pasar energi global. Pasalnya, Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi minyak paling penting di dunia. Dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, potensi gangguan terhadap pasokan minyak global semakin besar. Hal ini tentu berdampak pada harga minyak dunia yang berpotensi meningkat.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Menurut Citi, tekanan terhadap strategi investasi berbasis kurva harga komoditas kemungkinan telah mencapai titik terburuk. Bank investasi tersebut memperkirakan harga minyak Brent berpotensi turun ke kisaran US$60–65 per barel dalam enam hingga 12 bulan ke depan seiring normalisasi arus pengiriman melalui Selat Hormuz. Namun, risiko geopolitik masih membayangi pasar. Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan bahwa pelayaran yang aman melalui Selat Hormuz hanya akan diizinkan melalui jalur yang ditetapkan oleh Teheran.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Melihat perkembangan terkini, masih banyak ketidakpastian yang mengelilingi pasar energi global. Dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, pelaku pasar perlu terus memantau situasi untuk mengantisipasi potensi gangguan pada pasokan minyak global. Dalam jangka panjang, kestabilan di kawasan ini sangat penting untuk menjaga harga minyak dunia tetap stabil dan tidak berdampak negatif pada perekonomian global.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/bisnis/read/7999291/harga-minyak-melonjak-usai-iran-serang-kapal-di-selat-hormuz, without altering the facts of the original article.

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *