5 Juli 2026
featured_image

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya
TikTok dihantui konten AI 'sampah' yang mengerikan dan murah. Apakah ini ancaman bagi kreator manusia di platform tersebut?

TikTok, platform primadona video vertikal, kini dihantui oleh konten AI ‘sampah’ yang menguasai halaman algoritma For You. Hampir 60% video yang disajikan ke pengguna baru di TikTok berupa konten sampah AI, tiga kali lipat lebih banyak dibanding YouTube. Konten sampah AI ini berupa video-video buatan AI murahan dan terkadang mengerikan yang mulai menenggelamkan karya para kreator manusia di berbagai platform.

Apa yang Terjadi?

Menurut laporan terbaru dari perusahaan pengeditan video Kapwing, hampir 60% video yang disajikan ke pengguna baru di halaman algoritma For You aplikasi TikTok kini berupa konten sampah AI. Kategori dengan kepadatan konten sampah tertinggi sejauh ini adalah kategori Anak-anak (Kids). Tagar #cartoonkids hampir seluruhnya berisi konten sampah, di mana hanya tiga dari 100 video yang diperiksa murni buatan manusia.

Setelah sebuah akun menunjukkan ketertarikan pada konten AI kepada algoritma, linimasa pengguna tersebut dengan cepat akan makin gencar menyajikan lebih banyak konten serupa. Temuan ini menjadi pengingat seberapa besar masalah yang ditimbulkan konten sampah AI saat ini.

Konten Sampah AI: Mengapa dan Dampaknya

Anak muda yang mudah terpengaruh terpapar oleh banjir materi AI yang setengah matang dan ‘merusak otak’, yang diperingatkan ahli dapat membahayakan perkembangan otak. Sementara itu, teknologi deepfake fotorealistis makin memfasilitasi penyebaran misinformasi dan propaganda politik.

TikTok bukanlah satu-satunya platform yang termakan tren ini. Facebook dan Instagram milik Meta juga berubah, di mana para pengguna dan kemungkinan besar bot berinteraksi dengan konten aneh dan bermuatan kekerasan.

Upaya Mengendalikan Masalah

Dalam upaya untuk mengendalikan masalah ini, TikTok mengumumkan pada bulan November bahwa mereka akan mengizinkan pengguna untuk mengatur jumlah konten buatan AI di linimasa mereka. YouTube juga mengumumkan sedang melakukan perubahan terkait cara melabeli konten buatan AI dalam upaya menekan konten sampah AI.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Hingga kini, belum jelas apa solusi mudah yang bisa diterapkan untuk masalah ini. Teknologi tersebut telah berkembang pesat hingga ke titik di mana membedakan antara realitas dan konten sampah AI menjadi semakin sulit. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya yang lebih besar untuk mengatasi masalah konten sampah AI ini dan memastikan bahwa platform online tetap menjadi tempat yang aman dan bermanfaat bagi semua pengguna.

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *