Tim BIMA 2026 Gandeng Pokmaswas Lestari Kaliku, Perkuat Hukum dan Ekologi DAS Serayu demi Masa Depan Air Bersih menjadi sorotan utama program pengabdian yang didanai Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema Pengabdian BIMA Tahun 2026. Inisiatif ini berfokus pada pelestarian sumber daya air di Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas, dengan melibatkan komunitas lokal dalam upaya menjaga kualitas dan kelestarian ekosistem sungai Serayu.
Peran Tim BIMA 2026 dalam Pengabdian di Rawalo
Program ini dipimpin oleh tiga akademisi senior, Dr. Apik Anitasari Intan Saputri, S.H., M.H., RR., Nurina Ayu, S.Pi., M.Si., dan Bunga Asriandhini, S.I.Kom., M.A., yang didukung oleh dua mahasiswa, Najwa Jihan Afrita dan Fata Almu Wahid. Pada 24 April 2026, mereka memulai kegiatan dengan pertemuan bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banyumas, membahas potensi kerja sama dalam program pengabdian. Pertemuan tersebut menjadi titik awal bagi kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga akademik, dan masyarakat.
Setelah pertemuan, Tim BIMA 2026 turun langsung ke lapangan bersama Pokmaswas Lestari Kaliku. Kegiatan lapangan mencakup peninjauan kawasan Curug Pasekan, penanaman pohon di area konservasi, serta mencicipi udang galah dan ikan hasil penangkaran kelompok. Kegiatan ini tidak hanya menunjukkan komitmen terhadap budidaya perikanan berkelanjutan, tetapi juga memperkuat hubungan antara akademisi dan masyarakat setempat.
Penegakan Hukum terhadap Praktik Destructive Fishing
Isu utama yang diangkat oleh program ini adalah praktik destructive fishing, yaitu penangkapan ikan dengan cara merusak di Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu. Pada 14 Juli 2026, Tim BIMA 2026 bersama Pokmaswas Lestari Kaliku dan Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) menggelar diskusi mengenai penangkapan pelaku destructive fishing. Diskusi tersebut menyoroti pentingnya penegakan hukum dan kesadaran masyarakat untuk melindungi ekosistem sungai.
Selama diskusi, PSDKP memproses pelaku perusakan perairan di Polsek Rawalo, menunjukkan langkah konkret dalam menindak pelanggaran. Kegiatan ini juga menandai kolaborasi lintas lembaga yang efektif, menggabungkan pengetahuan akademik, kepolisian, dan pengawasan masyarakat dalam upaya menjaga kebersihan dan kesehatan air.
Media Edukasi untuk Masyarakat
Untuk memudahkan masyarakat berperan aktif, Tim BIMA 2026 menyusun media edukasi berisi alur me. Media ini dirancang agar mudah dipahami dan dapat diakses oleh berbagai kalangan, dari petani hingga pelaku perikanan. Dengan adanya media edukasi, masyarakat diharapkan dapat mengidentifikasi praktik destructive fishing, melaporkan pelaku, dan berpartisipasi dalam upaya pelestarian air bersih.
Manfaat Ekologis dan Sosial bagi DAS Serayu
Pengabdian ini memiliki dampak positif bagi ekologi DAS Serayu. Penanaman pohon di area konservasi meningkatkan penyerapan air, mengurangi erosi tanah, dan memperbaiki kualitas air. Selain itu, peninjauan kawasan Curug Pasekan membantu memonitor kesehatan ekosistem air, yang pada gilirannya mendukung keberlanjutan perikanan lokal.
Di sisi sosial, keterlibatan Pokmaswas Lestari Kaliku memberi rasa kepemilikan pada masyarakat. Mereka tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga aktif terlibat dalam pelestarian lingkungan. Hal ini memperkuat kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga sumber daya air bagi generasi mendatang.
Peran Akademisi dalam Mendorong Kebijakan Berkelanjutan
Tim BIMA 2026, dengan latar belakang akademis yang kuat, berperan penting dalam menyusun rekomendasi kebijakan. Analisis data dan temuan lapangan mereka menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk memperkuat regulasi dan penegakan hukum terhadap destructive fishing. Keterlibatan akademisi juga memastikan bahwa intervensi berbasis ilmu pengetahuan, sehingga hasilnya lebih tahan lama.
Kesinambungan Program Pengabdian BIMA Tahun 2026
Program ini tidak hanya bersifat sementara. Tim BIMA 2026 berencana melakukan evaluasi berkelanjutan, melibatkan masyarakat dalam monitoring, dan memperkuat jaringan antara lembaga pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Dengan pendekatan holistik, diharapkan program ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam pelestarian DAS dan air bersih.
Penutup
Melalui kolaborasi antara Tim BIMA 2026, Pokmaswas Lestari Kaliku, dan PSDKP, upaya perkuat hukum dan ekologi DAS Serayu menunjukkan bahwa sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dapat menghasilkan perubahan positif. Program pengabdian ini menegaskan bahwa masa depan air bersih bergantung pada tindakan bersama, penegakan hukum yang tegas, dan kesadaran lingkungan yang tinggi.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jateng.tribunnews.com/pendidikan/1267996/tim-bima-2026-bersama-pokmaswas-lestari-kaliku-perkuat-hukum-dan-ekologi-perairan-das-serayu, without altering the facts of the original article.