Pagi hari di lereng Gunung Andong, udara sejuk dan angin yang semilir, menyambut kedatangan keluarga-keluarga yang berkumpul di Dusun Mantran Wetan, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang. Mereka datang untuk merayakan tradisi Saparan atau Merti Dusun, sebuah ritual tahunan yang tidak hanya sekadar perayaan hari besar, tetapi juga momentum pulang kampung yang bahkan disebut lebih meriah dibandingkan Hari Raya Idulfitri.
Merti Dusun adalah tradisi yang telah berlangsung lama di Dusun Mantran Wetan. Menurut cerita rakyat, tradisi ini dimulai oleh leluhur masyarakat setempat, yang ingin menjalin hubungan yang lebih erat antara keluarga dan masyarakat. Mereka berpikir bahwa dengan merayakan Merti Dusun, mereka dapat memperkuat ikatan keluarga dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersamaan.
Pada hari-hari sebelum Merti Dusun, keluarga-keluarga di Dusun Mantran Wetan telah mempersiapkan diri dengan baik. Mereka telah membeli peralatan makan, baju baru, dan bahkan telah mempersiapkan makanan khas daerah, seperti sate dan nasi goreng. Mereka juga telah mempersiapkan diri secara fisik dengan melakukan olahraga dan meditasi untuk mempersiapkan diri menghadapi hari-hari yang akan datang.
Pada hari Merti Dusun, keluarga-keluarga di Dusun Mantran Wetan berkumpul di lapangan dan melakukan upacara adat. Mereka berdoa dan berzikir untuk memohon keberkatan dan kebahagiaan. Setelah upacara adat selesai, mereka melakukan makan bersama dan berbagi makanan dengan keluarga lainnya. Makan bersama adalah bagian paling penting dari ritual Merti Dusun, karena itu menunjukkan bahwa mereka telah menempatkan kebersamaan dan persahabatan di atas segalanya.
Namun, perlu diingat bahwa Merti Dusun tidak hanya sekadar perayaan hari besar. Mereka juga telah mempersiapkan diri secara ekonomi untuk merayakan tradisi ini. Mereka telah mengumpulkan uang dari keluarga-keluarga lainnya untuk digunakan sebagai biaya perayaan. Biaya perayaan ini dapat mencapai Rp5 juta atau lebih, tergantung pada kebutuhan dan keinginan setiap keluarga. Meskipun biaya perayaan ini besar, mereka tetap rela mengeluarkan uang untuk merayakan tradisi ini, karena mereka tahu bahwa Merti Dusun adalah momen yang sangat spesial.
Menginjak usia ke-50, tradisi Merti Dusun masih tetap lestari di Dusun Mantran Wetan. Keluarga-keluarga di sana masih memprioritaskan kebersamaan dan persahabatan di atas segalanya. Mereka masih melakukan upacara adat dan makan bersama setiap tahunnya. Mereka juga masih mempersiapkan diri secara fisik dan ekonomi untuk merayakan tradisi ini. Dengan demikian, Merti Dusun masih tetap menjadi tradisi yang sangat penting dan berarti bagi masyarakat di Dusun Mantran Wetan.
Demikian informasi tentang tradisi unik di Lereng Gunung Andong, setiap keluarga rela mengeluarkan Rp5 juta untuk merayakan hari besar.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.goodnewsfromindonesia.id/2026/08/02/bukan-lebaran-tradisi-di-lereng-gunung-andong-ini-bikin-tiap-keluarga-rela-rogoh-kocek-hingga-rp5-juta, without altering the facts of the original article.