7 Juli 2026

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya
Belanda akui perlakuan buruk terhadap 12.500 tentara KNIL asal Maluku dan keluarga mereka. Apakah permintaan maaf akan cukup untuk memulihkan kehidupan keturunan mereka di Belanda?

Perdana Menteri Belanda, Rob Jetten, menyampaikan permintaan maaf resmi atas perlakuan buruk yang dialami 12.500 tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) asal Maluku dan keluarga mereka, yang dipindahkan ke Belanda pada 1951. Permintaan maaf ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memulihkan kehidupan keturunan tentara Koninklijk Nederlands Indisch Leger (KNIL) Maluku di Belanda, yang masih mengalami trauma dan diskriminasi hingga empat generasi.

Momen Penentu di Menit Akhir

Pada 21 Juni 2026, Perdana Menteri Belanda Rob Jetten menghadiri peresmian Monumen Ulu Kora di Rotterdam, Belanda, yang berbentuk haluan kapal tradisional. Monumen ini dibuat untuk mengenang orang-orang Maluku pertama yang tiba di Belanda 75 tahun silam. Dalam acara tersebut, Jetten menyampaikan permintaan maaf resmi atas perlakuan buruk yang dialami tentara KNIL Maluku dan keturunan mereka.

“Atas pemecatan mereka yang tidak berperasaan dan tidak terhormat sebagai tentara [KNIL], atas penerimaan dan tempat tinggal mereka yang tidak layak, atas ketidakpedulian dan pengabaian terhadap mereka, atas kerinduan akan kampung halaman yang tak terpenuhi, atas kesedihan dan penderitaan di banyak keluarga Maluku,” kata Jetten. “Untuk semua ini, saya menyampaikan permintaan maaf hari ini atas nama pemerintah Belanda.”

Apa yang Terjadi pada Tentara KNIL Maluku?

Pada 1951, pemerintah Belanda memindahkan 12.500 tentara KNIL asal Maluku ke Belanda, yang kemudian mengalami perlakuan buruk dan diskriminasi. Mereka ditempatkan di kamp-kamp yang tidak layak, dengan janji-janji palsu pemerintah Belanda. Keturunan mereka juga mengalami trauma dan diskriminasi, yang masih membekas hingga empat generasi.

Minggus Pattiradjawane, generasi kedua keturunan mantan tentara KNIL Maluku di Belanda, menyambut baik permintaan maaf itu. Namun, dia menegaskan bahwa permintaan maaf harus diikuti dengan aksi nyata. “Tidak cukup kata maaf untuk penderitaan yang dialami generasi pertama. Hak mereka seperti gaji dan pensiun saat dipecat sepihak dari KNIL harus dipenuhi. Lalu dilakukan reparasi melalui restitusi, kompensasi, maupun rehabilitasi bagi mereka dan keturunannya yang menderita di Belanda,” kata Minggus.

Mengapa dan Dampak

Perlakuan buruk yang dialami tentara KNIL Maluku dan keturunan mereka terjadi karena adanya rangkaian janji palsu, pengabaian, dan perlakuan diskriminatif yang dihadapi orang Maluku di Belanda. Sejarawan dari Vrije Universiteit Amsterdam Wim Manuhutu menekankan pentingnya penyelidikan parlemen mendatang, yang melibatkan komunitas Maluku di Belanda saat ini.

Menurut Wim, langkah konkret yang dapat dilakukan adalah menguatkan edukasi yang mendalam dalam sistem pendidikan Belanda tentang sejarah orang Maluku, serta perawatan lansia Maluku dan jaminan permukiman bagi warga Maluku di Belanda. “Warga Maluku harus dilibatkan dalam meja perundingan untuk menyamakan perspektif tentang sejarah masa lalu dan merumuskan langkah serta kebijakan tentang kami. Karena jika tidak, maka sejarah akan terulang kembali. Ini akan menjadi jalan satu arah,” ujar Yopi Abraham, generasi ketiga keturunan mantan tentara KNIL Maluku.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Permintaan maaf dari Perdana Menteri Belanda Rob Jetten diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memulihkan kehidupan keturunan tentara KNIL Maluku di Belanda. Namun, masih banyak jalan panjang yang harus ditempuh untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh komunitas Maluku di Belanda. Dengan adanya penyelidikan parlemen mendatang dan langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan, diharapkan dapat membantu memulihkan kehidupan keturunan tentara KNIL Maluku dan memberikan keadilan bagi mereka yang telah mengalami perlakuan buruk.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bbc.com/indonesia/articles/cpq349rd9nro?at_medium=RSS&at_campaign=rss, without altering the facts of the original article.

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *