Berita Hari Ini – 06 Mei 2026 | Trisha Eungelica, putri pertama mantan pejabat tinggi Polri Ferdy Sambo, resmi menapaki karier medisnya dengan menggelar acara sumpah dokter pada Jumat (3/5). Upacara sederhana itu hanya dihadiri oleh sang nenek dan adik perempuan Trisha, menimbulkan spekulasi tentang kehadiran orang tua serta kondisi keluarga pasca kasus yang melibatkan sang ayah.
Latar Belakang Pendidikan Trisha
Trisha menempuh pendidikan kedokteran selama enam tahun di sebuah universitas kedinasan terkemuka. Selama masa studi, ia dikenal sebagai mahasiswa yang tekun, aktif dalam kegiatan klinis, dan sering membantu program pengabdian masyarakat. Keberhasilannya meraih gelar dokter di tengah sorotan publik menambah dimensi baru pada narasi keluarga Sambo.
Detail Upacara Sumpah
Acara dilaksanakan di aula gedung rumah sakit tempat Trisha menjalani praktik akhir. Protokol medis standar diikuti, termasuk pemakaian pakaian adat dokter, pembacaan sumpah, serta penyerahan plakat penghargaan. Hanya nenek Trisha, yang berusia lebih dari delapan puluh tahun, serta adik perempuan Trisha yang berusia dua belas tahun, yang duduk di barisan depan. Kedua orang tersebut tampak bangga, menahan air mata bahagia saat mendengar nama Trisha disebut.
Keputusan untuk tidak mengundang ayah atau anggota keluarga lain dikabarkan bersifat pribadi. Pihak keluarga menyatakan bahwa mereka ingin memberikan ruang bagi Trisha untuk menikmati momen penting tersebut tanpa tekanan media yang berlebihan.
Ferdy Sambo dan Penampilan Terakhirnya
Sementara Trisha menapaki langkah profesionalnya, nama ayahnya, Ferdy Sambo, kembali muncul di pemberitaan setelah terlihat memberikan khutbah di sebuah gereja pada Sabtu (4/5). Penampilan itu terjadi satu hari setelah upacara sumpah putrinya, menandai penampilan publik terbarunya sejak kasus pembunuhan yang melibatkan dirinya pada 2022.
Dalam khutbah, Sambo menyampaikan pesan tentang pengampunan dan harapan, menekankan pentingnya memaafkan diri sendiri dan orang lain. Meskipun penampilannya mendapat sorotan, tidak ada komentar resmi mengenai hubungannya dengan Trisha pada saat itu.
Reaksi Publik dan Media
Berbagai platform media sosial dipenuhi komentar yang beragam. Sebagian netizen memuji pencapaian Trisha, menyebutnya contoh inspiratif bagi generasi muda yang mampu mengatasi beban nama keluarga. Di sisi lain, ada pula yang mengkritik keputusan keluarga untuk mengadakan upacara terbatas, menilai hal tersebut sebagai upaya mengendalikan citra publik.
Para ahli psikologi menilai bahwa keputusan Trisha untuk tetap melanjutkan studi kedokteran, meskipun berada di tengah tekanan hukum dan sosial, menunjukkan ketangguhan mental yang patut diapresiasi. Mereka menekankan pentingnya dukungan keluarga inti, seperti nenek dan adik, dalam proses adaptasi tersebut.
Implikasi Karir Kedokteran Trisha
Dengan gelar dokter di tangan, Trisha berencana mengabdikan diri di bidang kesehatan masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang masih minim akses layanan medis. Ia juga berkeinginan untuk terlibat dalam program edukasi kesehatan bagi remaja, mengingat pengalamannya sendiri dalam menghadapi sorotan media.
Para senior di rumah sakit tempat ia bekerja memberikan sambutan hangat, menekankan bahwa kompetensi klinis Trisha akan menjadi nilai tambah bagi tim medis. Mereka berharap Trisha dapat menginspirasi rekan-rekan seprofesi untuk tetap fokus pada pelayanan pasien, terlepas dari latar belakang pribadi.
Secara keseluruhan, momen sumpah dokter Trisha Eungelica menandai babak baru bagi keluarga Sambo. Sementara Ferdy Sambo berusaha mengembalikan citra publiknya melalui khotbah religius, Trisha melangkah maju dengan komitmen profesional yang kuat. Kedua peristiwa ini mencerminkan dinamika kompleks antara kehidupan pribadi, tuntutan hukum, dan harapan sosial yang terus berkembang di Indonesia.