Berita Hari Ini – 29 September 2026 | Thomas Tuchel, pelatih Inggris sejak musim 2025, kembali menjadi sorotan ketika mempersiapkan timnya menghadapi Ceko di Liga Nations. Dalam serangkaian pernyataan, Tuchel menegaskan bahwa kemenangan tidak boleh dipaksakan, sekaligus menilai kembali penempatan pemain kunci dan strategi defensif.
Defensif: Dari ‘Self‑Destruction’ ke Kembali Fokus
Setelah kalah 3‑2 melawan Spanyol, Tuchel menuduh pertahanan Inggris menjadi “bahaya bagi diri sendiri”. Ia mengingatkan bahwa kesalahan individual saat menguasai bola, terutama di zona pertahanan, harus dihindari. “Kami harus berhenti melakukan kebiasaan menghancurkan diri sendiri ketika memiliki bola,” ujarnya sebelum laga Ceko. Kritik ini muncul di tengah tekanan menekan tim untuk menutup ruang dan mengurangi kesalahan yang menyalurkan peluang lawan.
Strategi Tanpa ‘Kemenangan Wajib’
Tuchel menolak gagasan bahwa kemenangan harus menjadi keharusan. Ia menyatakan bahwa fokus utama tetap pada kemenangan, namun tidak menilai permainan sebagai tugas wajib. “Ini adalah kelompok elit Liga Nations, jadi kami mengharapkan pertandingan yang sulit. Kami ingin memanfaatkan peluang dan keluar dengan hasil positif, tapi tidak ada keharusan,” jelasnya.
Masalah Cedera dan Pengganti
Persiapan menghadapi Ceko juga diwarnai masalah cedera. Bek Ezri Konsa dan Nico O’Reilly, yang bermain 90 menit melawan Spanyol, tidak dapat hadir pada pelatihan terakhir. Tuchel menimbang opsi pengganti seperti Jarrad Branthwaite, Trevoh Chalobah, Jarell Quansah, dan Lewis Hall. Keputusan ini menjadi tantangan tambahan setelah lima pemain mundur dari skuad asli.
Debat Pemilihan Penyerang: Calvert‑Lewin vs. Lankshear
Di luar lapangan, kontroversi muncul terkait penempatan Dominic Calvert‑Lewin. Setelah tampil singkat di akhir pertandingan melawan Spanyol, beberapa pendukung menuntut Tuchel untuk mengabaikan Calvert‑Lewin dan memberi peluang pada striker muda Will Lankshear. Lankshear, yang mencetak enam gol di Championship musim ini, diyakini sebagai calon pengganti Harry Kane yang akan berusia 35 tahun pada Euro 2028.
Menurut mantan pelatih Watford, Keputusan Tuchel mengakibatkan kehilangan peluang bagi pemain muda. Namun, Tuchel menekankan pentingnya kehadiran di kamp pelatihan sebagai dasar untuk memanfaatkan bakat pemain. Ia menganggap bahwa seleksi tidak hanya berdasarkan statistik, tetapi juga komitmen dan konsistensi di dalam tim.
Peran Kole Palmer dalam Rencana Jangka Panjang
Seorang analis mengusulkan bahwa Kole Palmer kemungkinan tidak akan bermain lagi untuk Inggris di bawah kepemimpinan Tuchel. Palmer, yang telah menolak beberapa panggilan karena manajemen beban, menyoroti pentingnya pengalaman dalam tim senior. Tuchel menilai bahwa pemain yang sering absen karena cedera tidak dapat diandalkan untuk persiapan kompetisi besar.
Kesimpulan
Thomas Tuchel memaparkan pandangannya yang jelas: kemenangan penting, tetapi tidak boleh dipaksakan; pertahanan harus disiplin; dan pemilihan pemain harus didasarkan pada kesiapan fisik serta kontribusi jangka panjang. Dengan tantangan cedera, keputusan penyerang, dan kritik terhadap performa, Tuchel berusaha menyeimbangkan antara harapan publik dan strategi taktis. Pertandingan melawan Ceko menjadi ujian nyata bagi kebijakan baru ini, sekaligus kesempatan bagi Inggris untuk membuktikan bahwa mereka dapat beradaptasi dan meraih hasil positif di Liga Nations.