**Uang dan Kejayaan: Apa yang Tersembunyi di Balik Kesuksesan yang Kotor?** **Bangsa yang Giat dan Tekun** Bangsa ini tergolong bangsa giat, ulet dan tekun bekerja. Kadang tak kenal masa. Etos kerja begitu kuat. Dimanapun berpijak, etos sentiasa ajek. Barangkali karena bangsa ini terlalu lama dijajah hingga etos spirit kerjanya tak kendor-kendor. Banyak kisah tentang manusia dan pergulatannya hendak dikata orang âsuksesâ. Pada era 1960-anâbahkan mungkin juga era sebelumnyaâorang-orang di desa merantau ke luar negeri. Malaysia salah satu yang utama menjadi sasaran perantauan itu. Disana mereka beranak-pinak, bahkan banyak diantara mereka pindah kewarganegaraan. Untuk apa? Untuk menjadi sukses. Namun sebagian orang kampung di era silam itu, mengukur sukses dari seluas apa sawah atau ladang yang digarapnya. Disitu, ketekunan, keuletan dan etos berpadu. Tak heran orang kampung diera ituâterutama kaum priaâtelah dianggap layak menikah ketika ia rutin menggarap sawah dan ladangâsekalipun usia belia. Kepadanya sukses disematkan. **Mengapa Sukses Berubah Maknanya** Seiring masa yang terus berubah, makna sukses pun berubah. Kini, sukses lekat dengan harta atau uang. Dan uang hanya dekat pada kerja-kerja politik pemerintahan. Sukses tak lagi tersematkan pada kaum tani bersawah luas. Meskipun hasil pertanianlah yang menopang ekonomi warga pedesaan, namun mereka tak dianggap orang sukses. Sayangnya jalan menuju kesuksesan tak selalunya ditempuh dengan cara-cara benar. ### **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada era 1960-an, banyak orang di desa merantau ke luar negeri untuk mencari kesuksesan. Mereka beranak-pinak dan bahkan banyak yang pindah kewarganegaraan. Ini menunjukkan bahwa makna sukses telah berubah dari kemampuan menggarap sawah dan ladang menjadi mencari harta dan kekayaan. ### **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Pada era 1960-an, orang-orang di desa merantau ke luar negeri untuk mencari kesuksesan. 2. Banyak orang yang pindah kewarganegaraan setelah merantau ke luar negeri. 3. Makna sukses telah berubah dari kemampuan menggarap sawah dan ladang menjadi mencari harta dan kekayaan. ### **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kejadian ini menunjukkan bahwa makna sukses telah berubah seiring dengan waktu. Sumber daya alam dan kemampuan menggarap sawah dan ladang tidak lagi dianggap sebagai indikator kesuksesan. Hal ini dapat berdampak pada generasi yang akan datang, karena mereka mungkin tidak lagi menghargai kemampuan menggarap sawah dan ladang. Selain itu, fokus pada mencari harta dan kekayaan dapat menyebabkan masyarakat lebih mementingkan keuntungan pribadi daripada kepentingan bersama. ### **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Untuk mengembalikan makna sukses ke kemampuan menggarap sawah dan ladang, perlu ada perubahan dalam cara pandang masyarakat. Masyarakat perlu memahami bahwa kemampuan menggarap sawah dan ladang bukan hanya sekadar menghasilkan keuntungan, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas hidup dan keberlanjutan lingkungan. Dengan demikian, masyarakat dapat kembali menghargai kemampuan menggarap sawah dan ladang sebagai indikator kesuksesan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/opini/1846374/kesuksesan-yang-kotor, without altering the facts of the original article.