Berita Hari Ini – 15 April 2026 | Pemerintah Indonesia terus mematangkan rencana implementasi biodiesel B50 sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Untuk menguji kelayakan teknisnya, sejumlah produsen otomotif, termasuk Mitsubishi Fuso, melakukan road test pada armada kendaraan niaga mereka. Pada pekan lalu, Aji Jaya, Sales & Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), mengungkapkan bahwa uji jalan telah mencapai 40 ribu kilometer tanpa munculnya masalah signifikan.
Proses Uji Jalan dan Target Jarak
Uji jalan dimulai pada awal tahun 2026 dengan armada truk ringan Mitsubishi Fuso yang beroperasi di jalur‑jalur distribusi utama. Target awal adalah mencapai 50 ribu kilometer, jarak yang dianggap representatif untuk beban kerja kendaraan niaga di Indonesia. Hingga saat ini, kendaraan telah menempuh 40 ribu kilometer, dan hasil sementara menunjukkan tidak ada gangguan pada sistem bahan bakar maupun performa mesin.
Temuan Utama dari Road Test
- Mesin tetap stabil pada tekanan dan suhu pembakaran yang optimal meskipun menggunakan campuran biodiesel B50.
- Emisi CO2 tercatat turun sekitar 12% dibandingkan penggunaan diesel konvensional.
- Efisiensi bahan bakar mengalami penurunan marginal sekitar 2-3%, masih berada dalam toleransi yang dapat diterima.
- Komponen filter solar menunjukkan tingkat penumpukan kotoran yang lebih rendah, memungkinkan interval penggantian diperpanjang hingga 20.000 km, dua kali lipat dibandingkan standar diesel.
Jadwal Penggantian Filter Solar Lebih Panjang
Data yang dikumpulkan dari sensor tekanan bahan bakar dan inspeksi visual pada filter menunjukkan bahwa partikel padat yang biasanya menumpuk pada filter diesel konvensional berkurang signifikan ketika B50 digunakan. Hal ini membuka peluang bagi pabrikan dan operator kendaraan untuk memperpanjang interval penggantian filter solar dari 10.000 km menjadi 20.000 km, yang secara langsung menurunkan biaya operasional dan downtime kendaraan.
Langkah Selanjutnya
Setelah mencapai target 50 ribu kilometer yang diperkirakan akan tercapai pada bulan Juni atau Juli 2026, Mitsubishi Fuso berencana melakukan pembongkaran mesin secara menyeluruh. Proses ini meliputi pemeriksaan ruang bakar, kondisi piston, katup, serta analisis residu biodiesel pada komponen kritis. Hasil evaluasi teknis tersebut akan menjadi acuan dalam penyusunan rekomendasi perawatan bagi para pelanggan, termasuk penyesuaian jadwal servis berkala.
Selain itu, data awal tersebut akan dibagikan kepada regulator dan kementerian energi untuk menilai kelayakan kebijakan penerapan B50 secara massal di seluruh sektor transportasi niaga. Pemerintah berharap bahwa hasil uji jalan ini dapat mempercepat regulasi yang mendukung penggunaan bahan bakar terbarukan, sekaligus meningkatkan daya saing industri otomotif domestik.
Secara keseluruhan, uji jalan biodiesel B50 pada Mitsubishi Fuso menunjukkan bahwa kendaraan niaga dapat beroperasi dengan aman dan efisien, sekaligus memberikan manfaat lingkungan yang signifikan. Perpanjangan interval ganti filter solar menjadi nilai tambah yang menarik bagi operator logistik yang menuntut keandalan dan biaya operasional rendah. Dengan evaluasi akhir yang menjanjikan, B50 berpotensi menjadi standar baru dalam bahan bakar kendaraan niaga Indonesia.