UMKM RI Terjepit, Biaya Bahan Baku Melambung dan Pasar Dikuasai Produk Impor
Pemerintah Indonesia kembali menyoroti ancaman yang mengancam keberlanjutan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam gelaran UMKM Finance Summit 2026 di Jakarta, Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan bahwa pasar domestik dipenuhi dengan produk-produk impor, sehingga strategi intervensi pemerintah yang selama ini berfokus pada guyuran modal dan pelatihan produksi akan menjadi sia-sia.
Fakta yang mengemuka dalam acara tersebut menunjukkan bahwa biaya bahan baku melambung dan pasar dikuasai oleh produk impor. Hal ini membuat para pelaku usaha kecil harus bertarung menghadapi kenaikan biaya produksi dan gempuran barang jadi impor di pasar domestik.
Pada tahun 2026, gejolak rantai pasok global dan fluktuasi ekonomi membuat para pelaku usaha kecil harus beradaptasi dengan cepat. Mereka harus menghadapi kenaikan biaya bahan baku yang melambung, sehingga keuntungan yang dapat diperoleh menjadi sangat tipis. Selain itu, pasar domestik dipenuhi dengan produk-produk impor yang lebih murah dan berkualitas, sehingga membuat produk lokal kehilangan daya saing.
Menurut Maman Abdurrahman, strategi intervensi pemerintah yang selama ini berfokus pada guyuran modal dan pelatihan produksi tidak cukup untuk mengatasi ancaman yang dihadapi oleh UMKM. “Pasar domestik kita dipenuhi dengan produk-produk impor, maka yang diberi pembiayaan seperti apapun, didorong akses pendidikan seperti apapun, tetap tidak mampu bersaing,” ujarnya.
Masalah ini tidak hanya berdampak pada UMKM, tetapi juga pada perekonomian nasional. Jika UMKM tidak dapat bertahan, maka akan berdampak pada penurunan konsumsi dan produksi di dalam negeri. Hal ini dapat membuat ekonomi nasional menjadi lebih lemah dan lebih tergantung pada impor.
Oleh karena itu, pemerintah harus segera mengambil langkah-langkah untuk melindungi pasar domestik dan meningkatkan daya saing produk lokal. Dengan demikian, UMKM dapat bertahan dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam waktu dekat, pemerintah akan mengambil langkah-langkah untuk melindungi pasar domestik dan meningkatkan daya saing produk lokal. Langkah-langkah tersebut antara lain adalah dengan menaikkan tarif impor dan meningkatkan kemudahan akses ke pasar domestik bagi produsen lokal. Selain itu, pemerintah juga akan meningkatkan investasi dalam pelatihan produksi dan teknologi untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi produksi.
Dengan demikian, UMKM RI dapat bertahan dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/bisnis/read/8267917/jepitan-ganda-umkm-ri-biaya-bahan-baku-naik-pasar-dikuasai-impor, without altering the facts of the original article.