Uni Emirat Arab Bantah Tuduhan Iran Terlibat Agresi Militer, Menegaskan Kedaulatan Sebagai Negara Berdaulat
Berita Hari Ini – 17 Mei 2026 | Uni Emirat Arab (UEA) membantah keras tuduhan Iran yang menyatakan UEA terlibat dalam agresi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel. Menteri Negara di Kementerian Luar Negeri UEA, Khalifa bin Shaheen Al Marar, menegaskan bahwa UEA menolak sepenuhnya tuduhan tersebut dan menegaskan kedaulatan negara sebagai sebuah negara berdaulat.
Al Marar mengatakan bahwa UEA memiliki hak kedaulatan, hukum, diplomatik, dan militer secara penuh untuk merespons ancaman, tuduhan, atau tindakan permusuhan apa pun. Ia menekankan bahwa UEA tidak akan terpengaruh oleh ancaman atau upaya apa pun untuk memengaruhi kebijakan negara.
Sejarah Konflik
Konflik antara Iran dan Amerika Serikat serta Israel telah memanas dalam beberapa bulan terakhir. Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Eskalasi di Timur Tengah telah menyebabkan tertutupnya Selat Hormuz, jalur pelayaran kunci bagi suplai migas dari Teluk Persia ke pasar global. Hal ini telah mendorong kenaikan harga energi dan mempengaruhi perekonomian dunia.
Peran Eropa
Perwakilan dari negara-negara Eropa telah memulai negosiasi dengan pasukan angkatan laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) terkait jalur pelayaran kapal melalui Selat Hormuz. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengakui adanya keberadaan ranjau di Selat Hormuz dan mengatakan bahwa kapal-kapal yang ingin melewati Hormuz harus berkoordinasi dengan Teheran.
UEA telah menegaskan bahwa mereka tidak terlibat dalam agresi militer dan menolak ancaman atau upaya apa pun untuk memengaruhi kebijakan negara. Namun, konflik di Timur Tengah masih berlangsung dan mempengaruhi stabilitas global.
Dalam situasi ini, harga BBM di Indonesia juga terpengaruh. Pada Minggu, 17 Mei 2026, harga BBM Pertamina mengalami perubahan. Harga Pertamax Turbo naik menjadi Rp19.900 per liter, Dexlite naik menjadi Rp26.000 per liter, dan Pertamina Dex melesat jadi Rp27.900 per liter.
Konflik di Timur Tengah dan kenaikan harga BBM merupakan isu yang kompleks dan mempengaruhi banyak aspek kehidupan. Oleh karena itu, penting untuk terus memantau situasi dan mencari solusi yang efektif untuk menyelesaikan konflik dan memastikan stabilitas global.