Universitas Mercu Buana (UMB) bersama Yayasan Hana Kasih menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Pondok Pesantren Riyadhut Tafsir, Parung Panjang, Kabupaten Bogor, pada 3 Juli 2024. Kegiatan ini bertema ‘Penerapan Teknologi Akuaponik untuk Mendukung Ketahanan Pangan serta Optimalisasi Sistem Filtrasi Air Bersih di Pesantren Riyadhut Tafsir’. Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkenalkan teknologi akuaponik sebagai solusi ketahanan pangan dan memperkuat sistem penyediaan air bersih di lingkungan pesantren.
Momen Penentu di Menit Akhir
Kegiatan tersebut dibuka oleh Pimpinan Pondok Pesantren Riyadhut Tafsir, KH Tadju Subkhi, Lc. Kiai Tadju mengapresiasi Universitas Mercu Buana dan Yayasan Hana Kasih yang telah menggandeng pesantren sebagai mitra dalam program pengabdian kepada masyarakat. âKami sangat berterima kasih kepada Universitas Mercu Buana dan Yayasan Hana Kasih yang telah memilih Pesantren Riyadhut Tafsir sebagai mitra dalam kegiatan ini,” ujar KH Tadju Subkhi melalui pesan tertulis.
Edukasi mengenai teknologi akuaponik dan penguatan sistem filtrasi air menjadi ilmu baru yang sangat bermanfaat bagi para santri dan tenaga pendidik di lingkungan pesantren. Dr. Yunita Dian Suwandari, S.T., M.T., Mirnayani, S.T., M.T., dan Bethriza Hanum, S.T., M.Sc., dari tim dosen Universitas Mercu Buana memberikan materi mengenai konsep dan penerapan teknologi akuaponik, mulai dari proses pembibitan, budidaya tanaman dan ikan, hingga pengelolaan sistem sirkulasi air.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Teknologi akuaponik diperkenalkan sebagai sistem terpadu yang menggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu siklus pemanfaatan air, sehingga dapat menjadi alternatif pembelajaran sekaligus mendukung kemandirian pangan pesantren. Selain sosialisasi akuaponik, kegiatan ini juga menekankan pentingnya optimalisasi dan penguatan sistem filtrasi air untuk meningkatkan kualitas air bersih di Pondok Pesantren Riyadhut Tafsir.
Materi yang diberikan meliputi pengenalan prinsip dasar filtrasi air, fungsi media penyaring seperti pasir silika, zeolit, arang aktif, dan ijuk, serta pentingnya perawatan berkala agar sistem filtrasi dapat bekerja secara optimal. Penguatan sistem filtrasi air ini menjadi bagian penting karena ketersediaan air bersih sangat berpengaruh terhadap aktivitas harian pesantren, mulai dari kebutuhan sanitasi, memasak, ibadah, hingga mendukung kegiatan budidaya berbasis akuaponik.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Melalui kegiatan ini, para santri dan pengelola pesantren diberikan pemahaman mengenai cara menjaga kualitas air, melakukan pemeriksaan sederhana, serta menerapkan prosedur pemeliharaan seperti pembersihan media filter dan sistem backwash. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para santri dan tenaga pendidik di lingkungan pesantren, serta mendukung kemandirian pangan dan ketersediaan air bersih di Pondok Pesantren Riyadhut Tafsir.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi pesantren lain dalam menerapkan teknologi akuaponik dan penguatan sistem filtrasi air. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian pangan bagi masyarakat, terutama di lingkungan pesantren.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Para santri mengikuti kegiatan dengan antusias. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan dan dikembangkan di masa depan. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian pangan bagi masyarakat, terutama di lingkungan pesantren.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://wartakota.tribunnews.com/pendidikan/894671/universitas-mercu-buana-kenalkan-teknologi-akuaponik-kepada-santri-di-bogor, without altering the facts of the original article.