Transformasi Karier Lulusan SMK: Dari Ruang Kelas Menuju Dunia Industri Berpenghasilan Tinggi di Era Digital
KompetitifMembangun Portofolio Sejak SMK: Strategi Efektif Menarik Perhatian Perusahaan Besar dan Meningkatkan Peluang Karier Profesional
KompetitifUstadz Khalil, Pemimpin Ponpes dan Majelis Al Kautsar Bungin, mengingatkan bahwa momen bulan Muharam seharusnya menjadi pengingat bagi umat Islam untuk meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim. Menurutnya, agama Islam mengajarkan tentang kepedulian kepada seluruh umatnya, terutama terhadap anak yatim yang sangat memerlukan bantuan. “Keutamaan membantu anak yatim sangat besar. Selain dicintai Rasulullah SAW, orang yang menyantuni yatim juga akan diterangkan hatinya, mendapat ampunan Allah, dan kehidupannya akan selalu diberkahi,” ujarnya.
Momen Penentu di Bulan Muharam
Bulan Muharam disebut sebagai “bulan rayanya anak yatim” karena termasuk dari 4 bulan mulia dalam Islam, yakni Dzulqaâdah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Ustadz Khalil menjelaskan bahwa berbuat kebaikan dalam bulan Muharam pahalanya dilipatgandakan oleh Allah SWT. Salah satu amalan baik adalah menyantuni anak yatim di bulan Muharam. Oleh karena itu, tradisi ini dijadikan sebagai bulannya anak yatim di Indonesia.
Namun, Ustadz Khalil mengingatkan bahwa santunan anak yatim bukan hanya cukup dilakukan setahun sekali. “Santunan anak yatim di bulan Muharam itu hanya sebagai pelajaran bagi umat Islam yang kesehariannya sibuk dan tidak punya waktu. Maka momen Muharam lah yang dijadikan waktu terbaik, agar orang-orang yang sibuk bisa menyempatkan dirinya dan tergugah untuk membantu anak yatim,” jelasnya.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Ustadz Khalil mendorong agar bantuan terhadap anak yatim tidak hanya setahun sekali dan diarahkan kepada bantuan yang lebih produktif seperti pendidikan. Menurutnya, anak yatim butuh bantuan umat Islam setiap bulan, bahkan setiap hari. Rasulullah SAW memiliki rasa kasih sayang yang sangat tinggi kepada anak yatim. Jari telunjuk dan jari tengah yang dijadikan perumpamaan dua jari surga merupakan bukti bahwa Rasulullah mempunyai sifat Raufurrahim terlebih kepada orang yang selalu membantu anak yatim.
Kedudukan anak yatim dalam Islam juga sangat tinggi. Al-Qurâan tegas memerintahkan untuk tidak berlaku sewenang-wenang kepada mereka. Seperti dalam Surat Ad-Dhuha ayat 9 dan Surat Al-Insan ayat 8. Oleh karena itu, Ustadz Khalil mengajak umat Islam untuk meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim dan menjadikan bantuan terhadap mereka sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Dalam upaya meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim, Ustadz Khalil berharap umat Islam dapat menjadikan bulan Muharam sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap anak yatim. “Rasulullah punya rasa kasih sayang yang sangat tinggi kepada anak yatim. Jari telunjuk dan jari tengah yang dijadikan perumpamaan dua jari surga merupakan bukti bahwa Rasulullah mempunyai sifat Raufurrahim terlebih kepada orang yang selalu membantu anak yatim,” paparnya.
Ustadz Khalil juga berharap, bantuan terhadap anak yatim dapat diarahkan pada hal-hal yang lebih produktif seperti pendidikan, sehingga anak yatim dapat memiliki masa depan yang lebih baik. Dengan demikian, kepedulian terhadap anak yatim dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari umat Islam.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://banjarmasin.tribunnews.com/serambi-ummah/1368060/ustadz-khalil-dari-balangan-kalsel-ungkap-efek-mengasihi-anak-yatim-dekat-rasulullah-saw-di-surga, without altering the facts of the original article.