Kontroversi VAR kembali menjadi sorotan utama di Piala Dunia Putra 2026. Sistem Video Assistant Referee (VAR) yang diperkenalkan FIFA pada 2018 untuk membantu wasit mengambil keputusan yang lebih baik, kini menjadi perbincangan hangat setelah beberapa insiden kontroversial terjadi. VAR digunakan untuk membantu tim wasit ketika mereka tidak melihat atau tidak dapat menilai suatu insiden di lapangan yang berpotensi menyebabkan kesalahan jelas dalam pengambilan keputusan penting.
Momen Penentu di Menit Akhir
Kekecewaan mendalam menyelimuti Swiss setelah kemenangan Argentina 3-1 atas Swiss di babak perempat final. Penyerang andalan Swiss, Breel Embolo, mendapat kartu kuning kedua dan diusir keluar lapangan setelah tinjauan VAR menyatakan dirinya melakukan aksi pura-pura jatuh (diving). Pada awalnya, Embolo tampak dilanggar oleh Leandro Paredes di dekat garis tengah lapangan, dan gelandang Argentina itu sempat diganjar kartu kuning. Namun, wasit kemudian diminta VAR untuk meninjau insiden tersebut berdasarkan aturan kesalahan identitas (mistaken identity rule).
Tayangan ulang menunjukkan bahwa pemain Swiss itu dengan jelas berpura-pura terjadi kontak. Kartu kuning untuk Paredes pun dibatalkan, sementara Emboloâyang sebelumnya sudah menerima kartu kuningâharus meninggalkan lapangan. Keputusan tersebut membuat Embolo terpukul dan memicu kemarahan dari kubu Swiss.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Sebelumnya, kemenangan dramatis Argentina atas Mesir di babak 16 besar pada 7 Juli lalu juga memicu perdebatan tentang teknologi tersebut. Tim Afrika itu unggul 2-0 hingga 11 menit menjelang akhir pertandingan. Namun, Argentina yang dipimpin Lionel Messi berhasil membalikkan keadaan dengan mencetak tiga gol dan menang secara dramatis. Mesir geram setelah satu gol mereka dianulir serta klaim penalti pada menit-menit akhir tidak ditinjau oleh VAR.
“Mungkin mereka ingin mempertahankan juara dunia tetap berada di turnamen. Mungkin mereka ingin Messi tetap bersaing,” kata pelatih Mesir, Hossam Hassan, seusai pertandingan. Kemarahan kubu Mesir terutama dipicu oleh keputusan membatalkan gol Mostafa Zico pada babak kedua saat mereka unggul 1-0.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Peran VAR kembali dipertanyakan setelah beberapa insiden kontroversial terjadi. VAR menggunakan teknologi video untuk membantu tim wasit ketika mereka tidak melihat atau tidak dapat menilai suatu insiden di lapangan yang berpotensi menyebabkan kesalahan jelas dalam pengambilan keputusan penting. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan wasit utama.
FIFA menambahkan kategori kelima untuk penggunaan VAR di Piala Dunia 2026, yaitu VAR juga dapat digunakan untuk meninjau kartu kuning kedua yang berujung pada kartu merah apabila keputusan tersebut dinilai jelas keliru. Namun, VAR tidak digunakan untuk menentukan apakah bola telah melewati garis gawang atau tidak.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kontroversi VAR di Piala Dunia 2026 menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk meningkatkan akurasi dan kepercayaan terhadap teknologi ini. Dengan semakin meningkatnya penggunaan VAR di berbagai kompetisi sepak bola di seluruh dunia, diharapkan bahwa teknologi ini dapat membantu meningkatkan kualitas pertandingan dan mengurangi kesalahan-kesalahan yang dapat mempengaruhi hasil pertandingan.
Namun, perlu diingat bahwa VAR bukanlah solusi sempurna dan masih memiliki keterbatasan. Oleh karena itu, perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan terus-menerus untuk meningkatkan kinerja VAR dan memastikan bahwa teknologi ini dapat digunakan secara efektif dan adil dalam pertandingan sepak bola.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bbc.com/indonesia/articles/c932vqplkz9o?at_medium=RSS&at_campaign=rss, without altering the facts of the original article.