Veda Ega Pratama: Dari Kejuaraan Kecil Hingga Tantangan Besar di Misano, Moto3 San Marino
Berita Hari Ini – 15 September 2026 | Di Sirkuit Misano World Circuit Marco Simoncelli, Italia, Minggu 13 September 2026, Moto3 San Marino menjadi ajang yang menantang bagi para pembalap muda dunia. Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, yang menempati posisi kelima di sesi latihan, harus berjuang keras di lintasan kering yang memutar. Hasil akhirnya, Veda menempati posisi ke-18, tanpa poin, menandai akhir pekan yang sulit bagi kariernya di kelas junior ini.
Persiapan dan Sesi Latihan
Veda memulai persiapan dengan sesi latihan dua kali, di mana ia menunjukkan kemampuan menyesuaikan diri dengan kondisi basah dan kering. Pada sesi latihan dengan lintasan basah, ia berhasil menempati posisi kelima, menandakan potensi yang tinggi. Namun, perubahan cuaca menjadi faktor penting, karena pada hari balapan, lintasan menjadi kering, menuntut strategi yang berbeda.
Kualifikasi dan Start Grid
Di Kualifikasi 2 (Q2), Veda mencatatkan waktu 1 menit 42,079 detik, memposisikan dirinya di posisi ke-16 pada start grid. Meskipun tidak berada di puncak, ia berusaha memanfaatkan momentum awal untuk mengejar pembalap lain.
Perjalanan di Balapan
Balapan berlangsung selama 20 lap, dengan kecepatan tinggi dan tekanan kompetitif. Veda memulai dari posisi ke-15, namun seiring berjalannya lintasan, ia kehilangan beberapa posisi karena ketidakstabilan mesin dan ketidakseimbangan di lintasan kering. Pada lap akhir, ia menempati posisi ke-18, 26,391 detik tertinggal dari pemenang, Maximo Quiles.
Hasil dan Klasemen Sementara
Maximo Quiles menorehkan kemenangan dramatis di San Marino, mengalahkan David Almansa dengan selisih hanya 0,021 detik. Brian Uriarte menempati posisi ketiga. Veda, meski tidak memperoleh poin, tetap berada di posisi ketujuh klasemen sementara dengan 97 poin.
| Posisi | Pembalap | Tim | Waktu |
|---|---|---|---|
| 1 | Maximo Quiles | Aspar Team | 0:00:00.000 |
| 2 | David Almansa | Team | +0.021 |
| 3 | Brian Uriarte | Team | +1.343 |
Reaksi dan Analisis
- Veda mengakui bahwa kondisi kering menambah beban pada strategi balapnya. Ia mengatakan, “Ini akhir pekan yang sulit bagi saya, meski pada hari Jumat saya merasa percaya diri di lintasan basah.”
- Honda Team Asia menilai bahwa masalah teknis kecil pada motor Veda memengaruhi performanya. Tim berjanji akan memperbaiki masalah tersebut di balapan berikutnya.
- Para analis menilai bahwa pengalaman Veda di Balapan San Marino akan menjadi pelajaran berharga untuk memperkuat teknik dan strategi di musim selanjutnya.
Rencana ke Depan
Veda berencana untuk fokus pada pelatihan di lapangan dan simulasi balapan di Indonesia sebelum kembali ke ajang internasional. Ia juga akan memanfaatkan waktu untuk memperbaiki aspek teknis motor, memastikan bahwa mesin berfungsi optimal di lintasan kering. Dengan dukungan Honda Team Asia dan pengalaman yang didapat, ia berharap dapat kembali menempati posisi lebih tinggi di GP berikutnya.
Balapan San Marino menandai titik balik penting bagi Veda Ega Pratama. Meskipun hasilnya tidak memuaskan, ia tetap menunjukkan semangat dan tekad yang kuat. Dalam dunia Moto3, setiap balapan adalah pelajaran, dan Veda siap memanfaatkan setiap pengalaman untuk menempuh kariernya ke puncak.