Virgoun Diperiksa Bareskrim: Dari Tuduhan Akses CCTV hingga Kekhawatiran Jejak Digital Anak
Berita Hari Ini – 07 April 2026 | Jakarta, 6 April 2026 – Musisi terkenal Virgoun kembali menjadi sorotan publik setelah menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri terkait laporan dugaan akses ilegal CCTV yang diajukan oleh mantan istrinya, Inara Rusli. Pemeriksaan tersebut membuka ruang bagi sang vokalis untuk memberikan klarifikasi menyeluruh mengenai tindakan‑tindakan yang selama ini menjadi bahan spekulasi media dan netizen.
Motif Sementara Membawa Anak ke Apartemen
Virgoun menegaskan bahwa keputusan membawa ketiga anaknya ke apartemen bukanlah upaya merebut hak asuh, melainkan langkah sementara untuk melindungi kondisi psikologis mereka. “Anak‑anak sudah sama Inara, dan keputusan hak asuh sudah final. Saya hanya mengikuti putusan pengadilan dan tidak berniat mengambil alih segala sesuatu,” ujarnya saat ditemui di Bareskrim Mabes Polri.
Menurutnya, situasi menjadi sangat tegang ketika laporan perselingkuhan antara Inara dan pihak ketiga menjadi viral. Emosi Inara yang dinilai belum stabil membuat Virgoun khawatir dampaknya akan menimpa anak‑anaknya. “Karena isu itu sedang viral, saya tidak mau anak‑anak terpapar emosi tidak stabil. Oleh karena itu saya mengamankan mereka di apartemen sementara,” jelasnya.
Kekhawatiran Terhadap Jejak Digital
Selain menanggapi isu hak asuh, Virgoun juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap jejak digital yang terus berkembang akibat pemberitaan massa. Ia menilai konten‑konten yang tersebar di media sosial dapat menimbulkan dampak psikologis jangka panjang bagi anak‑anaknya. “Yang saya cemas adalah jejak digital yang ditinggalkan untuk mereka. Saya rasa hal itu cukup mengerikan jika tidak dikelola dengan bijak,” kata Virgoun.
Ia menambahkan bahwa upaya mengendalikan informasi yang beredar di dunia maya menjadi tantangan tambahan di tengah proses hukum yang masih berlangsung.
Perbaikan Komunikasi dan Co‑Parenting
Seiring berjalannya waktu, hubungan komunikasi antara Virgoun dan Inara menunjukkan perbaikan. Kedua belah pihak kini bersepakat untuk menerapkan pola asuh bersama atau co‑parenting demi kesejahteraan anak. “Komunikasinya sudah mulai bagus lagi. Jika ada pembantu yang pulang, kami koordinasikan, dan saya kirim pembantu ke sana. Saya percaya anak‑anak butuh ibunya sampai usia belasan, jadi kami akan co‑parenting sampai mereka dewasa,” ungkapnya.
Virgoun menekankan pentingnya menjaga kestabilan emosional anak, terutama saat mereka masih dalam fase pertumbuhan kritis.
Pernikahan Baru yang Tertunda Karena Kasus
Di luar isu hukum, Virgoun juga mengungkapkan bahwa pernikahan dengan Lindi Fitriyana sempat tertunda akibat proses hukum dengan Inara. Ia mengaku harus memohon kepada keluarga Lindi agar jadwal pernikahan dapat digeser. “Harusnya saya menikah Desember lalu, tapi karena masalah ini, saya harus meminta kepada orangtua Lindi untuk menunda,” kata Virgoun.
Pasangan tersebut akhirnya melangsungkan pernikahan pada 26 Februari 2026, dan Lindi telah berperan aktif dalam mendampingi proses pengasuhan saat anak‑anak sempat tinggal di apartemen. Anak sulung, Starla, dilaporkan sudah akrab dengan Lindi sejak awal perkenalan.
Langkah Selanjutnya dan Harapan
Virgoun menutup wawancara dengan menegaskan tekadnya untuk melanjutkan kehidupan pribadi dan profesional tanpa terganggu oleh bayang‑bayang kasus lama. “Saya ingin fokus pada musik, keluarga, dan masa depan anak‑anak. Semua masalah hukum sudah berada di jalur proses, dan saya percaya keadilan akan tercapai,” tuturnya.
Dengan klarifikasi yang diberikan, diharapkan publik dapat memahami konteks sebenarnya di balik tindakan Virgoun, serta memberikan ruang bagi proses hukum dan keluarga untuk berjalan tanpa tekanan berlebih.