Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya transformasi pelayanan publik melalui penguatan orientasi pelayanan, empati, dan inovasi di kalangan aparatur sipil negara (ASN). Menurutnya, ASN harus memiliki kemampuan untuk memahami kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak nyata dalam pelayanan publik. “Tantangan serius bagi para ASN adalah pemahaman bahwa mereka semua adalah public servant atau pelayanan publik,” ujarnya saat membuka Pelatihan Design Thinking bagi ASN Pemerintah Kabupaten/Kota di Hotel Ashley Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Transformasi Pelayanan Publik
Bima Arya menjelaskan bahwa tantangan mendasar yang masih dihadapi ASN maupun kepala daerah adalah memastikan setiap kebijakan dan program benar-benar berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa keberhasilan program pemerintah tidak cukup diukur dari terselenggaranya kegiatan atau tercapainya target administratif semata. Namun, hal terpenting adalah dampak nyata yang dirasakan masyarakat. “Apa yang kita kerjakan memang yang dibutuhkan oleh warga, dirasakan oleh warga, dan menjadi isu utama,” katanya.
Mengapa Transformasi Pelayanan Publik Penting?
Mengapa transformasi pelayanan publik penting? Menurut Bima Arya, hal ini karena pelayanan publik yang baik dapat memperkecil kesenjangan antara visi pembangunan dan realitas di lapangan. Selain itu, transformasi pelayanan publik juga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. “Semangat melayani menjadi kunci untuk memperkecil kesenjangan antara visi pembangunan dan realitas di lapangan,” ujarnya.
Dampak Transformasi Pelayanan Publik
Apa dampak dari transformasi pelayanan publik? Menurut Bima Arya, dampaknya adalah meningkatnya kualitas pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat. Selain itu, transformasi pelayanan publik juga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam penyelenggaraan pemerintahan. “ASN masa depan tidak cukup hanya menguasai aspek administratif. ASN juga harus mampu membangun kolaborasi, memanfaatkan data secara tepat, serta menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat untuk menghasilkan kebijakan yang berdampak,” katanya.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) saat ini memerhatikan sekitar 140 daerah yang menghadapi tantangan dalam memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) akibat keterbatasan kemampuan anggaran. Kondisi tersebut memerlukan kreativitas dan inovasi ASN agar layanan dasar di bidang pendidikan dan kesehatan tetap berjalan optimal. Bima Arya menekankan bahwa ASN harus memiliki kemampuan untuk memahami kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak nyata dalam pelayanan publik. Dengan demikian, transformasi pelayanan publik dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/news/read/7962436/wamendagri-minta-asn-berdampak-jangan-cuma-kejar-output, without altering the facts of the original article.