Transportasi Umum vs Ojek Online di Era Otonom: Siapa yang Bakal Menang Taruhan?
KompetitifWarga Pogalan Trenggalek Lakukan Tradisi Jamasan Pusaka dan Manuskrip Kuno
Warga Trenggalek memiliki cara unik untuk merawat benda-benda bersejarah, salah satunya melalui tradisi jamasan pusaka dan manuskrip kuno. Seperti yang dilakukan oleh MB Dwijaharmaji, warga RT 21 RW 11 Desa/Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, yang melakukan jamasan terhadap sejumlah pusaka dan manuskrip kuno milik pribadinya di kediaman setempat. Tradisi jamasan ini bertujuan untuk merawat benda-benda bernilai historis agar tetap dalam kondisi baik. Dwijaharmaji menjamas beberapa pusaka-pusaka, di antaranya adalah pusaka keris, tombak, dan manuskrip-manuskrip kuno.
Apa yang Terjadi dalam Prosesi Jamasan?
Dwijaharmaji menerangkan bahwa prosesi jamasan yang ia laksanakan tidak hanya menyasar senjata tradisional seperti keris dan tombak. Melainkan juga menyasar benda bersejarah lainnya termasuk manuskrip kuno. Ia menegaskan pada dasarnya objek yang dijamas bukan sebatas pusaka atau senjata saja. Menurutnya, ritual jamasan tersebut tidak hanya meliputi pusaka, manuskrip kuno, namun juga kereta maupun vegetasi berupa pohon atau tumbuhan tertentu.
Mengapa Tradisi Jamasan Penting?
Inti utama dari tradisi jamasan adalah melestarikan dan merawat benda-benda tersebut agar tetap lestari. Dwijaharmaji menjelaskan bahwa pusaka-pusaka tersebut, baik keris atau tombak, itu dahulu pernah dipergunakan untuk berjuang melawan penjajah. Kita yang berada dalam alam padang (kehidupan saat ini) harus bisa bersyukur. Cara bersyukurnya yaitu dengan menjamas pusaka ini, merawatnya, karena ini adalah tinggalan dari para eyang buyut kita.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Dengan melakukan tradisi jamasan pusaka dan manuskrip kuno, warga Trenggalek menunjukkan komitmennya untuk melestarikan benda-benda bersejarah. Hal ini penting karena benda-benda tersebut memiliki nilai sejarah yang luar biasa. Dengan merawat benda-benda tersebut, kita dapat memahami dan menghargai sejarah kita sendiri. Jalan panjang yang masih harus ditempuh adalah terus melestarikan dan merawat benda-benda bersejarah tersebut agar tetap lestari untuk generasi mendatang.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jatim.tribunnews.com/trenggalek/551806/merawat-benda-bersejarah-warga-pogalan-trenggalek-lakukan-jamasan-pusaka-dan-manuskrip-kuno, without altering the facts of the original article.