Widodo C Putro sukses membawa Garudayaksa FC juara Championship musim 2025/2026 dan promosi ke Super League. Di balik keberhasilan itu, Widodo mengaku tak ada resep khusus dalam meracik tim. Garudayaksa FC promosi ke Super League dengan status juara Championship setelah di final menekuk PSS Sleman melalui adu penalti di Stadion Maguwoharjo, Sleman.
Strategi Sederhana Widodo C Putro
Widodo C Putro tidak mengubah komposisi pemain dan komposisi kepelatihan saat melatih Garudayaksa FC. Namun, materi latihan yang diberikan mengalami perubahan, menyesuaikan karakter pemain yang ada serta memotivasi mereka. “Pemain harus cepat adaptasi dengan tactical yang saya berikan,” ujar Widodo C Putro.
Apa yang Terjadi Selanjutnya?
Setelah membawa Garudayaksa FC promosi ke Super League, Widodo C Putro tidak bertahan untuk musim selanjutnya. Ia memilih hengkang ke PSIS Semarang yang akan berkompetisi di Championship. Menurut Widodo, manajemen Garudayaksa FC belum menawarinya kerja sama lanjutan untuk kiprah Super League. Widodo C Putro memutuskan mengambil keputusan lain karena PSIS salah satu tim yang intens selalu berkomunikasi dengannya.
Mengapa dan Dampak
Widodo C Putro membawa pengalaman dan strateginya untuk PSIS Semarang. Manajemen PSIS mempunyai target untuk lolos ke Super League musim 2027/2028. Widodo C Putro berharap keputusan menerima tawaran PSIS berbuah positif untuk tim berjuluk Mahesa Jenar itu. “Target pastinya dari manajemen, pencinta PSIS bahkan saya pribadi ingin meloloskan PSIS ke Super League,” imbuhnya.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Widodo C Putro masih memiliki pekerjaan rumah untuk membawa PSIS Semarang mencapai target. Ia harus bekerja sama dengan manajemen, pelatih, pemain, dan fans pecinta PSIS untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Dengan pengalaman dan strateginya, Widodo C Putro diharapkan dapat membawa PSIS Semarang sukses di musim mendatang.