**Risiko Minum Manis dari Kecil: Apa yang Terjadi pada Tekanan Darah Anda?** Anak-anak yang suka minum minuman manis sehari-hari mungkin tidak menyadari bahwa kebiasaan tersebut dapat berdampak pada kesehatan mereka di masa depan. Sebuah studi jangka panjang yang mengikuti lebih dari 25.000 orang sejak usia sekitar 12 tahun hingga pertengahan 30-an menemukan bahwa pola konsumsi manis di masa kecil dapat meninggalkan jejak pada tekanan darah di usia dewasa. **Momen Penentu di Menit Akhir** Studi tersebut menemukan bahwa partisipan yang minum dua atau lebih minuman manis berukuran 12 ons setiap hari memiliki risiko 52 persen lebih tinggi mengalami hipertensi saat dewasa dibandingkan mereka yang hanya minum kurang dari tiga kali seminggu. Temuan ini dipublikasikan American Heart Association dalam jurnal Circulation. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Jus buah, meski sering dianggap pilihan sehat, ternyata membawa asosiasi risiko yang mirip dengan minuman manis lainnya. 2. Buah utuh tidak menunjukkan keterkaitan serupa sama sekali dengan risiko hipertensi. 3. Mengganti satu porsi minuman manis harian dengan buah utuh, susu, atau air putih dikaitkan dengan risiko hipertensi yang lebih rendah. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Penelitian ini menunjukkan bahwa kebiasaan makan di masa awal kehidupan dapat membawa konsekuensi kesehatan yang bertahan lama. Khususnya, penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi manis di masa kecil dapat meninggalkan jejak pada tekanan darah di usia dewasa. Oleh karena itu, orang tua perlu memperhatikan kebiasaan makan anak-anak mereka dan memastikan bahwa mereka mengonsumsi makanan yang seimbang dan sehat. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Meskipun penelitian ini menunjukkan bahwa kebiasaan makan di masa kecil dapat berdampak pada kesehatan di masa dewasa, masih banyak hal yang perlu dipelajari. Dalam penelitian ini, sebagian besar partisipan adalah orang kulit putih non-Hispanik, sehingga temuan ini belum tentu berlaku sama pada populasi lain. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami bagaimana kebiasaan makan di masa kecil dapat berdampak pada kesehatan di masa dewasa pada populasi yang lebih beragam. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa jumlah total fruktosa tidak sepenuhnya berpengaruh pada risiko hipertensi. Hal ini menunjukkan bahwa bentuk makanan tempat fruktosa itu berada lebih berpengaruh daripada jumlah fruktosa itu sendiri. Oleh karena itu, orang tua perlu memperhatikan cara anak-anak mereka mengonsumsi makanan, bukan hanya jumlah makanan yang dikonsumsi. Dalam kesimpulan, penelitian ini menunjukkan bahwa kebiasaan makan di masa kecil dapat berdampak pada kesehatan di masa dewasa. Oleh karena itu, orang tua perlu memperhatikan kebiasaan makan anak-anak mereka dan memastikan bahwa mereka mengonsumsi makanan yang seimbang dan sehat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.dream.co.id/stories/kebiasaan-minum-manis-sejak-kecil-terbukti-berkaitan-dengan-tekanan-darah-tinggi-saat-dewasa-2608087.html, without altering the facts of the original article.