Fat Man di Nagasaki: Bom Atom yang Membuat Dunia Berubah Selamanya
Pada pagi hari 9 Agustus 1945, Amerika Serikat menjatuhkan bom atom kedua, “Fat Man”, di atas kota pelabuhan Nagasaki, Jepang. Ledakan itu menewaskan sekitar 60 ribu warga Jepang dan menyebabkan kebakaran meluas. Sekitar 35 hingga 40 ribu orang lagi tewas dalam peristiwa ini. ### Momen Penentu di Menit Akhir Pagi itu, Nagasaki sebenarnya bukan target utama. Sejarah kota pelabuhan ini nyaris tidak tercatat sebagai lokasi peristiwa yang akan mengubah arah Perang Dunia II, jika saja cuaca di atas kota lain tidak berkabut tebal pada 9 Agustus 1945. Dilansir dari The National WWII Museum, Komite Target yang ditunjuk Presiden Harry Truman untuk memutuskan kota Jepang mana yang akan menerima bom atom Little Boy dan Fat Man sebenarnya tidak menempatkan Nagasaki di antara dua pilihan teratas mereka. Mereka justru memilih Kokura sebagai target kedua setelah Hiroshima. Kokura, kota berpenduduk 130 ribu jiwa di Pulau Kyushu, saat itu jadi lokasi salah satu pabrik amunisi terbesar Jepang, memproduksi berbagai persenjataan termasuk senjata kimia. Nagasaki sendiri hanya jadi pilihan ketiga. Kota pelabuhan ini berjarak sekitar 160 kilometer dari Kokura, dengan populasi sekitar 263 ribu jiwa dan sejumlah fasilitas militer penting, termasuk dua pabrik militer milik Mitsubishi. Seperti Kokura dan Hiroshima, Nagasaki belum banyak tersentuh pengeboman konvensional Amerika Serikat sebelumnya. Dilansir dari WWII Truman Library Institute, pada pagi hari 9 Agustus 1945, enam pesawat pengebom B-29 lepas landas dari pangkalan udara di Pulau Tinian, Pasifik. Bockscar, dikemudikan Mayor Charles W. Sweeney, membawa ” Fat Man” , bom plutonium sejenis yang sebelumnya diuji coba di Alamogordo dan berkekuatan lebih besar dibanding bom uranium yang dijatuhkan di Hiroshima. Target awal mereka adalah Kokura, rumah bagi salah satu gudang amunisi besar Jepang. Namun cuaca buruk akibat topan besar mengubur kota itu dalam kabut tebal, dan nasib berpindah ke kota lain yang sama sekali tidak menyangka. ### Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda Fat Man adalah bom atom jenis implosi berbahan plutonium yang dijatuhkan di Nagasaki, Jepang, pada 9 Agustus 1945. Bom ini memiliki inti bola berbahan plutonium-239 yang dikelilingi bahan peledak berdaya tinggi, dengan gaya ledakan yang mendorong ke arah dalam, bukan keluar, saat detonasi terjadi. Gelombang kejut dari ledakan itu memampatkan inti plutonium hingga mencapai kondisi superkritis, mengubah ukurannya dari sebesar bola softball menjadi seukuran bola tenis. Dilansir dari National Museum of the U.S. Navy, bom Fat Man diuji coba pada Juli 1945. Sebelumnya, pada 26 Juli, bom ini bersama Little Boy diangkut ke Pulau Tinian menggunakan kapal USS Indianapolis untuk perakitan akhir. ### Apa Artinya Ini ke Depan? Amerika Serikat menjatuhkan bom atom kedua di atas Nagasaki, Jepang, pada 9 Agustus 1945, menjelang akhir Perang Dunia II. Dilepaskan dari pesawat B-29 Bockscar, senjata seberat 10.000 pon ini meledak pada ketinggian sekitar 1.800 kaki di atas kota. Kompleksitas perangkat ini jauh melampaui Little Boy yang dijatuhkan di Hiroshima tiga hari sebelumnya, yang menggunakan uranium-235 dengan mekanisme peledakan yang relatif konvensional. ### Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh Peristiwa pengeboman Nagasaki menandai akhir dari Perang Dunia II dan memasuki era nuklir. Sekarang, kita harus berbicara tentang keamanan nuklir dan mencegah perang nuklir di masa depan. Kita harus belajar dari sejarah dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah kejadian serupa terjadi lagi.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.dream.co.id/stories/jatuhnya-fat-man-di-nagasaki-yang-membalik-sejarah-pada-9-agustus-1945-260809f.html, without altering the facts of the original article.