Dengan mengambil keputusan yang tidak biasa, seorang dosen bergelar doktor dari Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) telah menggantung karirnya untuk menjadi mahasiswa baru di kampus yang baru berdiri tersebut. Antusiasme Anton Kuswoyo terhadap pendidikan tinggi berbasis keagamaan di daerahnya begitu kuat sehingga ia memutuskan untuk menjadi mahasiswa nonreguler di STAI Asy-Syuhada.
Momen Penentu di Menit Akhir
Anton Kuswoyo, seorang dosen bergelar doktor dari Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala), telah mengambil keputusan yang tidak biasa. Ia turut mendaftarkan diri sebagai mahasiswa baru di kampus yang baru berdiri tersebut, yaitu STAI Asy-Syuhada. Bukan untuk mengejar gelar semata, Anton mengaku memiliki misi akademik sekaligus pengabdian. Ia ingin memperdalam ilmu agama, khususnya di bidang Hukum Keluarga Islam (HKI), yang menurutnya memiliki peran penting dalam menjawab persoalan yang masih sering ditemui di masyarakat.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Menurut Anton, praktik pembagian warisan di tengah masyarakat masih banyak yang belum sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Ia melihat bahwa pembagian harta waris di masyarakat sebagian masih dilakukan dengan sistem bagi rata. Ada juga yang dibagikan berdasarkan rasa belas kasihan, misalnya ahli waris yang dianggap lebih miskin justru diberi bagian lebih banyak. Padahal, lanjut Anton, hukum waris dalam Islam telah memiliki aturan yang jelas sebagaimana diatur dalam Alquran dan fikih.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Ilmu waris sudah memiliki ketentuan sesuai syariat. Persoalan inilah yang ingin Anton teliti lebih dalam dan nantinya menjadi fokus penelitian skripsiannya. Dengan menjadi mahasiswa di STAI Asy-Syuhada, Anton berharap dapat memperdalam pengetahuannya tentang hukum waris dalam Islam dan mengembangkan ilmu tersebut untuk mengatasi persoalan yang masih sering ditemui di masyarakat.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Anton juga mengungkapkan keputusannya menjadi mahasiswa sebagai bentuk dukungan terhadap lahirnya perguruan tinggi Islam pertama di Kabupaten Tanah Laut. Ia menilai kehadiran STAI Asy-Syuhada merupakan momentum penting dalam pengembangan pendidikan tinggi berbasis keagamaan di daerah. Dengan demikian, Anton berharap dapat menjadi contoh bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk tidak ragu menempuh pendidikan tinggi di kampus yang baru berdiri tersebut.
Sebagai Ketua DPD LDII Kabupaten Tanah Laut dan Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Tanah Laut, Anton juga memiliki pengalaman yang luas dalam bidang pendidikan dan keagamaan. Ia menilai bahwa pendidikan tinggi berbasis keagamaan di daerah sangat penting untuk mengembangkan pengetahuan dan nilai-nilai agama masyarakat. Oleh karena itu, Anton berharap dapat berkontribusi dalam pengembangan STAI Asy-Syuhada dan menjadi contoh bagi masyarakat untuk mengembangkan pendidikan tinggi berbasis keagamaan di daerah.
Dengan demikian, Anton Kuswoyo telah mengambil keputusan yang tidak biasa dan berani menggantung karirnya untuk menjadi mahasiswa di STAI Asy-Syuhada. Ia berharap dapat memperdalam ilmu agama dan mengembangkan pengalaman dan pengetahuannya untuk mengatasi persoalan yang masih sering ditemui di masyarakat. Selain itu, Anton juga berharap dapat menjadi contoh bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk tidak ragu menempuh pendidikan tinggi di kampus yang baru berdiri tersebut.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://banjarmasin.tribunnews.com/kalsel/1369515/pilih-jadi-mahasiswa-stai-asy-syuhada-dosen-di-tanahlaut-ini-ingin-dalami-ilmu-waris-islam, without altering the facts of the original article.