Drama Liga Eropa: Salah Gagal, Reijnders Pindah, dan Coventry Kembali ke Panggung Utama
Berita Hari Ini – 21 Agustus 2026 | Persaingan di Liga Eropa kembali memanas menjelang fase play‑off. Beberapa kisah menonjol muncul, mulai dari kegagalan Mohamed Salah bersama Trabzonspor, penutup tiga musim berkesan Tijjani Reijnders di benua biru, hingga kebangkitan kembali Coventry City ke Premier League setelah 25 tahun.
Salah Gagal Bawa Trabzonspor ke Liga Eropa
Pertandingan leg pertama kualifikasi Europa League antara Trabzonspor (Turki) dan Ferencvaros (Hungaria) berakhir dengan skor 0‑1. Gol tunggal dicetak oleh Kristoffer Zachariassen pada menit ke‑17 setelah sundulan tajamnya mengalahkan kiper Andre Onana. Mohamed Salah, bintang asal Mesir yang memimpin tim, hampir membuka keunggulan lewat tendangan dari sisi kanan, namun diselamatkan oleh kiper lawan.
Di babak kedua, Trabzonspor menekan kuat namun tak mampu memanfaatkan peluang. Sundulan dekat dari Salah dan tendangan Paul Onuachu dari Ferencvaros keduanya gagal menemukan gawang. Hasil ini menempatkan tim Turki dalam posisi tersusul, menuntut strategi lebih tajam di leg kedua.
Tijjani Reijnders Akhiri Babak di Liga Top Eropa
Gelandang berbakat asal Indonesia, Tijjani Reijnders, menutup kariernya di Liga Eropa setelah tiga musim yang produktif. Dimulai pada musim panas 2023 ketika AC Milan mengontraknya dari AZ Alkmaar seharga €24,8 juta, Reijnders menjadi figur kunci di lini tengah Rossoneri.
- 2023/2024: 36 penampilan, 3 gol, 4 assist, akurasi umpan 91%.
- 2024/2025: 37 penampilan, 10 gol, 5 assist, membantu Milan finis di posisi kedelapan Serie A.
Kesuksesannya menarik perhatian Manchester City, yang mengontraknya pada musim panas 2025 dengan nilai €54,9 juta. Namun, adaptasi di Premier League tidak mulus; dalam 28 laga ia hanya mencatat 5 gol dan 2 assist, serta menit bermain menurun drastis pada paruh kedua musim.
Pada Juli 2026, Reijnders memutuskan meninggalkan City dan menandatangani kontrak lima tahun dengan Al‑Qadsiah (Arab Saudi) seharga €61 juta, menandai akhir perjalanan tiga musimnya di benua biru.
Coventry City Kembali ke Premier League
Setelah mengalami likuidasi, penurunan ke divisi keempat, dan kehilangan stadion, Coventry City berhasil kembali ke Premier League pada musim 2026/2027. Klub yang sempat menghabiskan 25 tahun di luar kasta tertinggi Inggris ini kini menatap tantangan baru di kompetisi paling bergengsi Eropa.
Keberhasilan Coventry menjadi contoh kebangkitan klub yang pernah berada di ambang kepunahan. Meskipun tidak berkompetisi di Liga Eropa, kembalinya mereka ke panggung utama menambah dinamika persaingan sepak bola di benua tersebut.
Analisis Dampak pada Liga Eropa
Kegagalan Salah menambah tekanan pada Trabzonspor yang harus berjuang keras di leg kedua untuk melaju ke grup utama. Sementara itu, kepindahan Reijnders ke Arab Saudi menandai tren pemain Eropa yang mencari tantangan finansial di liga Asia.
Coventry City, meski bukan peserta Liga Eropa, memperkuat narasi bahwa kompetisi sepak bola Eropa semakin terbuka bagi klub-klub yang bangkit kembali. Persaingan di Liga Eropa diprediksi akan semakin sengit pada putaran berikutnya.
Dengan tiga cerita utama ini, Liga Eropa menunjukkan sisi dramatis, transfer strategis, dan kebangkitan klub yang menghidupkan kembali gairah penggemar di seluruh benua.