Jenis-jenis pengangguran merupakan salah satu materi penting dalam pembahasan ekonomi dan ketenagakerjaan. Pengangguran tidak selalu terjadi karena seseorang malas bekerja. Ada berbagai kondisi yang dapat menyebabkan seseorang belum memiliki pekerjaan, mulai dari sedang mencari pekerjaan baru, perubahan teknologi, perlambatan ekonomi, hingga pekerjaan yang hanya tersedia pada musim tertentu.
Memahami jenis pengangguran beserta contohnya dapat membantu kita melihat persoalan tenaga kerja secara lebih jelas. Setiap jenis memiliki karakteristik dan penyebab yang berbeda sehingga cara mengatasinya pun tidak selalu sama.
Di Indonesia, pembahasan mengenai pengangguran juga penting karena berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia, ketersediaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat.
Apa Itu Pengangguran?
Secara umum, pengangguran adalah kondisi seseorang yang termasuk dalam angkatan kerja tetapi tidak memiliki pekerjaan dan sedang berusaha mendapatkan pekerjaan.
Dengan kata lain, seseorang yang tidak bekerja belum tentu dapat langsung disebut sebagai pengangguran.
Sebagai contoh, mahasiswa yang masih fokus kuliah dan belum mencari pekerjaan berada dalam kondisi berbeda dengan lulusan perguruan tinggi yang sedang aktif mengirimkan lamaran kerja.
Pengangguran menjadi salah satu indikator yang digunakan untuk melihat kondisi pasar tenaga kerja. Semakin tinggi tingkat pengangguran, semakin besar tantangan dalam penyerapan tenaga kerja.
Mengapa Pengangguran Bisa Terjadi?
Pengangguran dapat terjadi karena berbagai alasan.
Pertumbuhan lapangan kerja mungkin tidak sebanding dengan jumlah pencari kerja. Selain itu, keterampilan tenaga kerja juga belum tentu sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Perubahan teknologi, kondisi ekonomi, musim kerja, hingga perpindahan pekerjaan juga dapat menyebabkan seseorang sementara waktu tidak memiliki pekerjaan.
Karena penyebabnya berbeda-beda, pengangguran kemudian dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis.
Apa Saja Jenis-Jenis Pengangguran?
Berikut beberapa jenis pengangguran yang perlu diketahui beserta contohnya.
1. Pengangguran Friksional
Pengangguran friksional terjadi ketika seseorang sedang berpindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya.
Kondisi ini biasanya berlangsung sementara.
Seseorang mungkin meninggalkan pekerjaan karena ingin mencari posisi yang lebih sesuai dengan kemampuan, lokasi, gaji, atau jenjang karier.
Contoh pengangguran friksional:
Seorang karyawan mengundurkan diri dari perusahaan karena mendapatkan peluang karier yang lebih baik di perusahaan lain. Selama proses mencari dan menunggu pekerjaan baru, ia berada dalam kondisi pengangguran friksional.
Jenis pengangguran ini sebenarnya merupakan bagian normal dari dinamika pasar kerja.
2. Pengangguran Struktural
Pengangguran struktural terjadi ketika terdapat perubahan dalam struktur perekonomian yang menyebabkan keterampilan tenaga kerja tidak lagi sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.
Perubahan teknologi, pergeseran industri, dan perubahan pola konsumsi dapat menjadi penyebabnya.
Contoh pengangguran struktural:
Sebuah perusahaan mengurangi pekerjaan manual karena mulai menggunakan mesin otomatis. Pekerja yang sebelumnya mengerjakan pekerjaan tersebut kehilangan pekerjaan dan harus mempelajari keterampilan baru agar dapat bekerja di bidang lain.
Solusi untuk pengangguran struktural biasanya membutuhkan pelatihan atau peningkatan keterampilan.
3. Pengangguran Siklikal
Pengangguran siklikal berkaitan dengan kondisi naik dan turunnya aktivitas perekonomian.
Ketika ekonomi mengalami perlambatan, permintaan terhadap barang dan jasa dapat menurun.
Perusahaan kemudian dapat mengurangi produksi dan tenaga kerja.
Contoh pengangguran siklikal:
Sebuah perusahaan mengalami penurunan penjualan akibat kondisi ekonomi yang melemah. Untuk mengurangi biaya operasional, perusahaan melakukan pengurangan tenaga kerja. Pekerja yang kehilangan pekerjaan tersebut menjadi pengangguran siklikal.
Ketika kondisi ekonomi kembali membaik, permintaan dapat meningkat dan perusahaan berpotensi merekrut kembali tenaga kerja.
4. Pengangguran Musiman
Pengangguran musiman terjadi karena suatu pekerjaan hanya tersedia pada waktu atau musim tertentu.
Jenis pekerjaan ini banyak ditemukan pada sektor yang bergantung pada kondisi alam atau periode tertentu.
Contoh pengangguran musiman:
Pekerja pertanian memiliki pekerjaan ketika musim tanam dan panen. Setelah masa panen selesai, pekerjaan tersebut berkurang sehingga sebagian pekerja harus menunggu musim berikutnya.
Contoh lainnya dapat ditemukan pada sektor pariwisata yang mengalami perubahan jumlah tenaga kerja berdasarkan musim kunjungan wisatawan.
5. Pengangguran Teknologi
Pengangguran teknologi terjadi ketika perkembangan teknologi menggantikan sebagian pekerjaan yang sebelumnya dilakukan oleh manusia.
Mesin, robot, kecerdasan buatan, dan perangkat lunak dapat membuat beberapa pekerjaan menjadi lebih sedikit dibutuhkan.
Namun, teknologi juga dapat menciptakan pekerjaan baru.
Contoh pengangguran teknologi:
Sebuah perusahaan menggunakan sistem kasir otomatis sehingga kebutuhan tenaga kasir berkurang. Sebagian pekerja kasir kemudian harus mencari pekerjaan lain atau mengikuti pelatihan untuk menguasai keterampilan baru.
Karena itu, peningkatan keterampilan menjadi penting dalam menghadapi perubahan teknologi.
Apa Itu Pengangguran Terbuka?
Selain berdasarkan penyebab, pengangguran juga dapat dibahas berdasarkan kondisi seseorang dalam pasar kerja.
Pengangguran terbuka merujuk pada orang yang tidak bekerja dan sedang mencari pekerjaan atau berusaha memperoleh pekerjaan.
Contohnya, seorang lulusan SMA yang sudah selesai sekolah dan aktif mengirimkan lamaran ke berbagai perusahaan tetapi belum mendapatkan pekerjaan.
Pengangguran terbuka sering menjadi perhatian karena menunjukkan adanya tenaga kerja yang belum terserap oleh pasar kerja.
Apa Itu Setengah Pengangguran?
Setengah pengangguran adalah kondisi ketika seseorang bekerja tetapi belum memperoleh jam kerja atau pekerjaan yang sesuai dengan kapasitas yang diinginkannya.
Orang tersebut sebenarnya sudah bekerja, tetapi pemanfaatan waktu atau kemampuannya belum optimal.
Contoh:
Seseorang hanya mendapatkan pekerjaan selama beberapa jam dalam seminggu, padahal ia ingin dan mampu bekerja dengan waktu yang lebih panjang.
Kondisi tersebut berbeda dengan pengangguran penuh karena orang tersebut tetap memiliki pekerjaan.
Apa Itu Pengangguran Terselubung?
Pengangguran terselubung terjadi ketika jumlah tenaga kerja yang digunakan dalam suatu kegiatan ekonomi lebih banyak daripada yang sebenarnya dibutuhkan.
Akibatnya, tambahan tenaga kerja tidak memberikan tambahan produktivitas yang signifikan.
Contoh:
Sebuah usaha keluarga sebenarnya hanya membutuhkan tiga orang untuk menjalankan kegiatan operasional. Namun, terdapat enam anggota keluarga yang ikut bekerja sehingga sebagian tenaga kerja tidak memberikan kontribusi yang signifikan.
Fenomena ini dapat ditemukan pada sektor informal atau usaha keluarga tertentu.
Apa Dampak Berbagai Jenis Pengangguran?
Setiap jenis pengangguran dapat memberikan dampak berbeda.
Pengangguran friksional biasanya bersifat sementara dan menjadi bagian normal dari proses pencarian pekerjaan.
Sementara itu, pengangguran struktural dapat berlangsung lebih lama jika seseorang tidak memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Pengangguran siklikal dapat meningkat ketika ekonomi mengalami perlambatan.
Pengangguran musiman berkaitan dengan karakter pekerjaan tertentu.
Sedangkan pengangguran teknologi menjadi tantangan ketika perkembangan teknologi berlangsung lebih cepat daripada kemampuan tenaga kerja untuk beradaptasi.
Secara umum, pengangguran yang berlangsung lama dapat menyebabkan penurunan pendapatan, peningkatan risiko kemiskinan, serta berkurangnya daya beli masyarakat.
Bagaimana Cara Mengatasi Pengangguran?
Cara mengatasi pengangguran harus disesuaikan dengan penyebabnya.
Untuk mengatasi pengangguran struktural dan teknologi, peningkatan keterampilan menjadi sangat penting.
Pelatihan kerja, pendidikan vokasi, sertifikasi, dan kursus keterampilan digital dapat membantu pekerja menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri.
Untuk mengurangi pengangguran siklikal, kebijakan ekonomi yang mendorong pertumbuhan usaha dan konsumsi dapat membantu menciptakan kembali kesempatan kerja.
Sementara itu, pengembangan UMKM dan kewirausahaan dapat menjadi cara untuk memperluas sumber lapangan pekerjaan.
Pemerintah, perusahaan, lembaga pendidikan, dan masyarakat perlu bekerja sama agar kebijakan ketenagakerjaan dapat berjalan secara efektif.
Mengapa Generasi Muda Perlu Memahami Jenis Pengangguran?
Generasi muda merupakan kelompok yang akan memasuki dunia kerja.
Memahami jenis pengangguran dapat membantu mereka mempersiapkan diri menghadapi berbagai perubahan pasar tenaga kerja.
Misalnya, perkembangan teknologi menunjukkan bahwa keterampilan digital semakin penting.
Sementara itu, perubahan kebutuhan industri membuat kemampuan belajar dan beradaptasi menjadi semakin berharga.
Pelajar dan mahasiswa dapat mulai mempersiapkan diri melalui organisasi, magang, kursus, sertifikasi, proyek pribadi, dan kegiatan lain yang dapat menambah pengalaman.
Apa Perbedaan Setiap Jenis Pengangguran?
Secara sederhana, perbedaannya dapat dilihat dari penyebabnya.
Pengangguran friksional terjadi karena proses perpindahan atau pencarian pekerjaan.
Pengangguran struktural disebabkan perubahan struktur ekonomi dan ketidaksesuaian keterampilan.
Pengangguran siklikal berkaitan dengan naik turunnya kondisi ekonomi.
Pengangguran musiman terjadi karena pekerjaan tersedia pada musim tertentu.
Pengangguran teknologi muncul akibat perubahan teknologi yang mengurangi kebutuhan terhadap pekerjaan tertentu.
Sementara itu, pengangguran terbuka, setengah pengangguran, dan pengangguran terselubung lebih menggambarkan kondisi tenaga kerja dalam aktivitas ekonomi.
Kesimpulan
Jenis-jenis pengangguran memiliki karakteristik dan penyebab yang berbeda. Pengangguran friksional terjadi ketika seseorang sedang mencari pekerjaan baru, sedangkan pengangguran struktural muncul akibat perubahan struktur ekonomi dan ketidaksesuaian keterampilan.
Pengangguran siklikal dipengaruhi oleh kondisi perekonomian, sementara pengangguran musiman terjadi karena pekerjaan tertentu hanya tersedia pada periode tertentu. Di sisi lain, perkembangan teknologi dapat memunculkan pengangguran teknologi ketika keterampilan pekerja tidak mampu mengikuti perubahan.
Selain itu, terdapat istilah pengangguran terbuka, setengah pengangguran, dan pengangguran terselubung yang menggambarkan kondisi tenaga kerja dari sudut pandang berbeda.
Memahami berbagai jenis pengangguran penting agar masyarakat dapat mengetahui penyebab dan solusi yang tepat. Bagi generasi muda, meningkatkan keterampilan, memperluas pengalaman, dan mampu beradaptasi dengan teknologi merupakan langkah penting untuk meningkatkan peluang di dunia kerja.
Pada akhirnya, pengangguran merupakan persoalan yang membutuhkan kerja sama antara pemerintah, dunia pendidikan, perusahaan, dan masyarakat. Dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perluasan kesempatan kerja, masalah pengangguran dapat dikurangi secara bertahap.
Penulis: Chelsya Adelia