**Kekeringan Membayangi Handil Negara Tala, 300 Ha Sawah Terancam Gagal Panen** Kekeringan akhir-akhir ini telah membayangi Desa Handil Negara, Kecamatan Kurau. Hamparan sawah yang sebelumnya hijau kini mulai mengering dan menunjukkan tanda-tanda terganggunya pertumbuhan. Menurut Kepala Desa Handil Negara, Supian Sauri, hampir seluruh lahan pertanian di desanya kini mulai mengalami kekeringan. **Momen Penentu di Menit Akhir** Kondisi kekeringan di Desa Handil Negara tidak hanya berdampak pada petani, tetapi juga pada perekonomian masyarakat setempat. Dengan luas sawah mencapai 300 hektare, kekeringan dapat menyebabkan gagal panen dan berdampak pada pendapatan petani. “Kalau dalam waktu dekat tidak ada hujan atau suplai air, kami memperkirakan sekitar 90 persen tanaman padi bisa rusak atau bahkan gagal panen,” kata Supian Sauri. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Kekeringan di Desa Handil Negara tidak berdiri sendiri. Ancaman serupa juga dirasakan petani di Banjarbaru. Sekretaris Dinas Ketahanan Pengan, Pertanian dan Perikanan, Wiwin Robiaty, mengatakan para petani di Banjarbaru mulai mengeluhkan kesusahan air dampak dari musim kemarau. “Karena untuk Cempaka kan kita lebih fokus ke lahan sawahnya, kemudian untuk lahan di landasan Ulin Utara dan Syamsudin Noor adalah lahan hortikultura,” ujarnya. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Menghadapi kekeringan, pihak DKP3 telah melakukan langkah-langkah untuk mengatasi masalah ini. Salah satunya dengan melakukan penetaan wilayah pertanian yang terdampak kekeringan dan memerlukan air. “Kita bisa meminjam pompa air, kemudian kita mengatur jarak tanam. Seperti contohnya kalau kita di tanaman padi, kita bisa merekomendasikan jenis bibit padi yang memang tahan terhadap kondisi kemarau,” kata Wiwin Robiaty. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam menghadapi kekeringan, petani dan pemerintah harus bekerja sama untuk mengatasi masalah ini. Petani harus mempercepat masa tanam untuk mengantisipasi kekeringan, sedangkan pemerintah harus meningkatkan infrastruktur pertanian dan memperbaiki jaringan air. Dengan demikian, petani dapat terhindar dari kekeringan dan perekonomian masyarakat dapat tetap stabil. Kekeringan di Desa Handil Negara merupakan peringatan bagi pemerintah dan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam mengelola sumber daya alam. Dengan kerja sama dan kehati-hatian, kekeringan dapat diatasi dan petani dapat tetap produktif.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://banjarmasin.tribunnews.com/kalsel/1370190/300-ha-sawah-di-handil-negara-tala-terancam-gagal-panen-wisata-sungai-hsu-juga-terdampak-kekeringan, without altering the facts of the original article.