6 Agustus 2026
featured_image

Cara Kerja di Malaysia untuk WNI: Syarat, Gaji, Visa, dan Peluang Karier Lengkap

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Menghadapi Perubahan Posisi dan Tanggung Jawab Baru

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Memiliki Portofolio Digital Dibandingkan Sekadar CV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Masih Sekolah atau Kuliah

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Cuaca tidak menentu membuat kehidupan manusia sulit di Banjarbaru dan sekitarnya, bagaimana warga menghadapi krisis sanitasi dan kekeringan yang tak kunjung berakhir.

**Cuaca yang Tidak Menentu Membuat Kehidupan Manusia Sulit** Banjarbaru dan sekitarnya mulai mengalami kekeringan. Sejumlah sumur warga tidak lagi dapat disedot airnya karena mengering. Demikian pula di kawasan hulu Kalsel, seperti di Kabupaten Hulu Sungai Utara, sungai dan rawa di Kecamatan Banjang mulai surut dan kering. Dampak utama dari kemarau panjang yang disusul oleh kekeringan lahan adalah krisis sanitasi dan air bersih, meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta ancaman gagal panen. **Momen Penentu di Menit Akhir** Data dari Balai Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalsel, kemarau panjang di Banua baru berangsur berakhir di bulan Oktober 2026, yakni masa transisi ke musim hujan. Berarti, masih sekitar lebih dua bulan Kalsel alami kemarau dan kekeringan hingga akhir Oktober 2026. Artinya pula, selama lebih dua bulan itu risiko atau dampak negatif dari musim kemarau ini bisa meningkat dan buruk bagi Kalimantan Selatan. Sementara dari data BMKG, bulan September jadi bulan terkering yang patut lebih diwaspadai dampak buruknya. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Krisis pertanian akibat gagal panen karena kekurangan pengairan dari irigasi atau terlambat memulai musim tanam bagi lahan tadah hujan. Sedangkan kekeringan lahan menyebabkan berkurangnya pasokan air bersih yang menjadi salah satu keperluan utama bagi kehidupan manusia, dan dampak susulannya adalah krisis kesehatan. Sedangkan lahan kering mudah terbakar, menimbulkan titik api di mana-mana yang ujung-ujungnya menimbulkan kabut asap dan polusi udara. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Dampak utama dari musim kemarau panjang adalah krisis sanitasi dan air bersih, meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta ancaman gagal panen. Krisis pertanian akibat gagal panen karena kekurangan pengairan dari irigasi atau terlambat memulai musim tanam bagi lahan tadah hujan. Sedangkan kekeringan lahan menyebabkan berkurangnya pasokan air bersih yang menjadi salah satu keperluan utama bagi kehidupan manusia, dan dampak susulannya adalah krisis kesehatan. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Pemerintah harus mempertimbangkan untuk mengambil tindakan modifikasi cuaca untuk mengurangi dampak kekeringan. Setidaknya, modifikasi cuaca membantu untuk mengurangi kekeringan ekstrem di beberapa wilayah yang menjadi lumbung padi agar keseimbangan pangan terjaga. Modifikasi cuaca juga membantu mengurangi risiko kebakaran lahan dan hutan atau mengurangi titik api yang sudah terjadi demi menjaga kualitas udara. Hujan yang turun akibat modifikasi cuaca juga akan mengisi embung-embung air, waduk sebagai sumber air bersih, membasahi kembali rawa yang kering untuk menjaga ekosistem di sana tetap bertahan hingga musim penghujan tiba. Selain modifikasi cuaca, pemerintah daerah juga wajib menyiapkan tim mitigasi bencana kekeringan. Edukasi kepada masyarakat maupun warga yang tinggal di sekitar hutan penting agar jangan membakar lahan, namun tidak kalah penting adalah tegas kepada pemilik lahan besar, pengusaha perkebunan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Dalam beberapa bulan terakhir, keadaan cuaca di Kalimantan Selatan semakin tidak menentu. Musim kemarau yang panjang telah memicu kekeringan yang parah di beberapa wilayah. Banjarbaru dan sekitarnya mulai mengalami kekeringan, sehingga sejumlah sumur warga tidak lagi dapat disedot airnya karena mengering. Demikian pula di kawasan hulu Kalsel, seperti di Kabupaten Hulu Sungai Utara, sungai dan rawa di Kecamatan Banjang mulai surut dan kering. Data dari Balai Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalsel, kemarau panjang di Banua baru berangsur berakhir di bulan Oktober 2026, yakni masa transisi ke musim hujan. Berarti, masih sekitar lebih dua bulan Kalsel alami kemarau dan kekeringan hingga akhir Oktober 2026. Artinya pula, selama lebih dua bulan itu risiko atau dampak negatif dari musim kemarau ini bisa meningkat dan buruk bagi Kalimantan Selatan. Sementara dari data BMKG, bulan September jadi bulan terkering yang patut lebih diwaspadai dampak buruknya. Krisis pertanian akibat gagal panen karena kekurangan pengairan dari irigasi atau terlambat memulai musim tanam bagi lahan tadah hujan. Sedangkan kekeringan lahan menyebabkan berkurangnya pasokan air bersih yang menjadi salah satu keperluan utama bagi kehidupan manusia, dan dampak susulannya adalah krisis kesehatan. Sedangkan lahan kering mudah terbakar, menimbulkan titik api di mana-mana yang ujung-ujungnya menimbulkan kabut asap dan polusi udara. Dampak utama dari musim kemarau panjang adalah krisis sanitasi dan air bersih, meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta ancaman gagal panen. Krisis pertanian akibat gagal panen karena kekurangan pengairan dari irigasi atau terlambat memulai musim tanam bagi lahan tadah hujan. Sedangkan kekeringan lahan menyebabkan berkurangnya pasokan air bersih yang menjadi salah satu keperluan utama bagi kehidupan manusia, dan dampak susulannya adalah krisis kesehatan. Pemerintah harus mempertimbangkan untuk mengambil tindakan modifikasi cuaca untuk mengurangi dampak kekeringan. Setidaknya, modifikasi cuaca membantu untuk mengurangi kekeringan ekstrem di beberapa wilayah yang menjadi lumbung padi agar keseimbangan pangan terjaga. Modifikasi cuaca juga membantu mengurangi risiko kebakaran lahan dan hutan atau mengurangi titik api yang sudah terjadi demi menjaga kualitas udara. Hujan yang turun akibat modifikasi cuaca juga akan mengisi embung-embung air, waduk sebagai sumber air bersih, membasahi kembali rawa yang kering untuk menjaga ekosistem di sana tetap bertahan hingga musim penghujan tiba. Selain modifikasi cuaca, pemerintah daerah juga wajib menyiapkan tim mitigasi bencana kekeringan. Edukasi kepada masyarakat maupun warga yang tinggal di sekitar hutan penting agar jangan membakar lahan, namun tidak kalah penting adalah tegas kepada pemilik lahan besar, pengusaha perkebunan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://banjarmasin.tribunnews.com/kolom/1370189/perlu-modifikasi-cuaca, without altering the facts of the original article.

Cara Kerja di Malaysia untuk WNI: Syarat, Gaji, Visa, dan Peluang Karier Lengkap

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Menghadapi Perubahan Posisi dan Tanggung Jawab Baru

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Memiliki Portofolio Digital Dibandingkan Sekadar CV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Masih Sekolah atau Kuliah

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *