**Penembakan Berdarah di Thailand: Mantan Anggota Parlemen Menembak Eks Polisi dalam Siaran Langsung YouTube** **Momen Penentu di Menit Akhir** Seorang mantan anggota parlemen Thailand yang kini berusia 71 tahun menembak seorang pejabat pemerintah di Provinsi Nonthaburi, Senin (10/08). Usai penembakan itu, dia menelepon ke sebuah acara siaran langsung di YouTube untuk memberi tahu para tentang apa yang telah dilakukannya. Pelaku penembakan ini adalah Chalong Reawraeng, yang pernah menjadi anggota parlemen untuk Provinsi Nonthaburi. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Usai penembakan itu, Chalong telah ditangkap polisi. Orang yang ditembak oleh Chalong adalah Thongchai Yenprasert, pimpinan Organisasi Administrasi Provinsi Nonthaburi. Thongchai kini dirawat di rumah sakit bersama sopirnya yang juga tertembak. Beberapa laporan mengatakan mereka “mengalami luka serius”. Peristiwa ini terjadi tiga hari setelah penembakan oleh seorang pelajar di provinsi yang sama. Dalam penembakan di sebuah sekolah di Nonthaburi itu, tujuh orang tewas. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Motif Chalong melakukan penembakan ini belum diketahui. Mantan anggota parlemen itu mengatakan kepada wartawan saat ditangkap, dia kesal “karena Thongchai tidak mengabulkan permintaannya”. Thailand Kejahatan Hukum Kekerasan Lewati Video Pendek dan lanjutkan Video Pendek Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain 01:50 Video , Warga Rancapinang tolak pembangunan batalyon TNI: 'Kembalikan tanah ke masyarakat' , Durasi 1,50 02:28 Video , Remaja putri korban pemerkosaan, melahirkan anak tanpa identitas , Durasi 2,28 01:59 Video , Kebakaran hutan meluas, Gunung Bromo ditutup total , Durasi 1,59 01:30 Video , Menghapus 250 tato di sekujur tubuh yang dipaksakan mantan pasangan , Durasi 1,30 02:13 Video , Kampung yang tenggelam di Banten kembali muncul akibat kemarau panjang , Durasi 2,13 00:49 Video , Suasana mencekam saat penembakan sekolah di Thailand , Durasi 0,49 01:14 Video , Kapolsek di Sulsel diduga terobos lampu merah, tabrak motor, dan tewaskan balita , Durasi 1,14 02:15 Video , Ratusan siswa di Papua ke **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Chalong menyatakan bahwa dia telah melakukan serangan itu melalui telepon kepada seorang komentator politik terkenal, yang saat itu sedang melakukan siaran langsung di YouTube. Orang yang dihubunginya adalah mantan jurnalis Anchalee Paireerak. Dia tampak mengangkat telepon di tengah-tengah programnya. “Saya akan menelepon Anda kembali… Oh, sesuatu yang besar terjadi? Silakan, apa itu?” katanya. Penonton tidak dapat mendengar apa yang dikatakan penelepon selanjutnya, tapi Anchalee terlihat bereaksi dengan terkejut. “Apakah dia meninggal? Apakah dia meninggal? Anda menembaknya di kepala? Anda harus menunggu di sana sampai polisi datang,” katanya. “Jangan pergi ke mana pun,” ujar Anchalee. Perlu diingat bahwa motif Chalong melakukan penembakan ini belum diketahui. Namun, hal ini menunjukkan bahwa keadaan politik di Thailand masih sangat sensitif dan dapat menyebabkan konflik. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya menjaga keamanan dan kestabilan politik di negara tersebut.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bbc.com/indonesia/articles/c62x72lzn84o?at_medium=RSS&at_campaign=rss, without altering the facts of the original article.