4 Agustus 2026
featured_image

Cara Kerja di Malaysia untuk WNI: Syarat, Gaji, Visa, dan Peluang Karier Lengkap

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Menghadapi Perubahan Posisi dan Tanggung Jawab Baru

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Memiliki Portofolio Digital Dibandingkan Sekadar CV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Masih Sekolah atau Kuliah

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Penemuan ilmuwan tentang kanker menular pada lele menggemparkan dunia kesehatan, apa yang membuat kasus ini sangat unik dan mengancam?

Penemuan ilmuwan tentang kanker menular pada lele telah menggemparkan dunia kesehatan. Kasus ini merupakan kasus kanker menular pertama yang terdokumentasi pada ikan dan yang pertama ditemukan di ekosistem air tawar. Penelitian yang dipimpin oleh Universitas Vermont ini menemukan bahwa kanker melanoma pada lele dapat menular dari satu ikan ke ikan lain. Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal Nature pada 22 Juli lalu.

Kasus ini bermula pada 2012, ketika nelayan dan ahli biologi menemukan banyak lele dengan lesi hitam di Danau Memphremagog, perairan yang membentang di Vermont, Amerika Serikat, dan Quebec, Kanada. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa bercak tersebut merupakan melanoma ganas. Tumor ditemukan pada sekitar 23 hingga 37 persen ikan yang diperiksa, angka yang dinilai sangat tinggi untuk spesies tersebut. Peneliti awalnya menduga tumor dipicu zat beracun atau patogen yang berkaitan dengan pencemaran.

Penelitian dan Temuan

Peneliti kemudian menguji kemungkinan seluruh tumor berasal dari satu kanker awal yang menyebar dari satu ikan ke ikan lain. Untuk mengujinya, mereka mengurutkan genom lengkap jaringan tumor dan jaringan sehat dari ikan yang terdampak. Data itu lalu dibandingkan dengan jaringan sehat dari lele yang berasal dari populasi berbeda. Hasilnya menunjukkan sel tumor dari ikan berbeda jauh lebih berkerabat satu sama lain dibandingkan dengan ikan tempat tumor tersebut tumbuh. Dengan kata lain, tumor memiliki identitas genetik sendiri yang berbeda dari inangnya.

Ratusan ribu varian genetik juga muncul berulang kali pada tumor, tetapi tidak ditemukan dalam jaringan sehat ikan yang sama. Pola tersebut dinilai hampir tidak mungkin terjadi apabila setiap melanoma tumbuh secara terpisah pada masing-masing ikan. Sebagai pembanding, peneliti menganalisis ratusan melanoma pada manusia dan menemukan hampir seluruh mutasinya unik pada setiap pasien. Sebaliknya, sebagian besar mutasi pada tumor lele ditemukan pada banyak individu. Pola ini menjadi ciri kanker klonal yang dapat menular.

Mengapa dan Dampak

Kanker menular sangat jarang ditemukan di alam. Pada manusia, kanker tidak menular dari satu orang ke orang lain dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menunjukkan bahwa kanker melanoma pada lele dapat menular dari satu ikan ke ikan lain, yang berarti bahwa kanker ini dapat menyebar secara cepat di dalam populasi lele. Dampak dari penemuan ini sangat besar, karena dapat mempengaruhi populasi lele di danau dan sungai. Selain itu, penemuan ini juga dapat mempengaruhi industri perikanan dan pariwisata yang terkait dengan danau dan sungai.

Peneliti belum mengetahui secara pasti bagaimana kanker tersebut berpindah dari satu lele ke lele lain. Salah satu kemungkinannya terjadi ketika lele berkumpul dalam ruang sempit dan melakukan kontak fisik selama masa reproduksi. Sel tumor juga mungkin dapat bertahan sementara di air atau sedimen, lalu masuk ke tubuh ikan lain melalui kulit, insang, atau mulut. Kemungkinan lain adalah perubahan hormon saat reproduksi memengaruhi respons imun dan memudahkan sel kanker menetap pada inang baru.

Arah Ke Depan

Penemuan ini membuka peluang bagi penelitian lebih lanjut tentang kanker menular pada lele dan lain-lain spesies. Peneliti dapat mempelajari lebih lanjut tentang bagaimana kanker tersebut berpindah dari satu ikan ke ikan lain dan bagaimana mencegah penyebarannya. Selain itu, penemuan ini juga dapat membantu dalam pengembangan strategi untuk mengendalikan populasi lele yang terinfeksi kanker. Dengan demikian, penemuan ini dapat membantu menjaga keseimbangan ekosistem danau dan sungai, serta mempertahankan keanekaragaman hayati.

Penemuan kanker menular pada lele merupakan contoh bahwa kanker dapat menular dari satu organisme ke organisme lain, tidak hanya pada manusia. Penemuan ini membuka wawasan baru tentang kanker dan bagaimana kanker dapat menyebar di alam. Dengan penelitian lebih lanjut, kita dapat memahami lebih baik tentang kanker menular dan bagaimana mencegah penyebarannya, sehingga dapat membantu menjaga kesehatan dan keselamatan makhluk hidup di bumi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260729204821-199-1386360/ilmuwan-temukan-kanker-menular-pada-lele, without altering the facts of the original article.

Cara Kerja di Malaysia untuk WNI: Syarat, Gaji, Visa, dan Peluang Karier Lengkap

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Menghadapi Perubahan Posisi dan Tanggung Jawab Baru

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Memiliki Portofolio Digital Dibandingkan Sekadar CV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Masih Sekolah atau Kuliah

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *