21 Agustus 2026
featured_image

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Kompres es di ketiak mengurangi kecemasan, psikiater jelaskan cara. Temukan rahasia sederhana ini bisa meredakan overthinking—apa yang belum Anda coba?

Tren kesehatan mental di media sosial belakangan ini memunculkan beragam cara untuk meredakan kecemasan dan overthinking, salah satunya adalah kompres es di ketiak. Cara tersebut disebut-sebut bisa membantu tubuh menjadi lebih tenang ketika seseorang sedang cemas atau banyak pikiran.

Bagaimana kompres es di ketiak Berfungsi Menurut Para Ahli

Psiatri sekaligus dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Riati Sri Hartini, menjelaskan bahwa sensasi dingin memang dapat memberikan efek relaksasi dalam waktu singkat. Namun, metode tersebut bukan terapi utama untuk mengatasi gangguan kecemasan. Menurut Riati, sensasi dingin yang muncul ketika tubuh terkena es dapat membantu memberikan rasa tenang untuk sementara. Ia mengidentifikasi dua mekanisme yang mungkin berperan dalam efek tersebut.

🔖 Baca juga:
BPJS Kini Hadirkan Layanan Skrining Kesehatan via Mobile JKN untuk Kemudahan Peserta

Yang pertama adalah stimulasi saraf aferen melalui kulit. Ketika es menempel di kulit ketiak, saraf sensori mengirimkan sinyal ke otak yang menurunkan aktivitas sistem saraf simpatis. Akibatnya, denyut jantung dan tekanan darah sedikit menurun, memberi tubuh sinyal bahwa keadaan aman dan tidak berbahaya. Mekanisme kedua berkaitan dengan pelepasan neurotransmiter. Penurunan suhu dapat meningkatkan produksi endorfin dan melatonin, zat yang secara alami menenangkan sistem saraf pusat.

Walaupun dua mekanisme tersebut menjelaskan kenapa kompres es di ketiak dapat meredakan rasa cemas, Riati menegaskan bahwa efeknya bersifat sementara dan tidak menggantikan terapi psikologis atau medis yang lebih teruji. Ia menyarankan agar orang yang mengalami kecemasan berat tetap mencari bantuan profesional, seperti psikoterapi atau pengobatan farmakologis, dan menggunakan kompres es sebagai pelengkap.

Sejarah dan Penyebaran Tren Ini di Platform Sosial

Tren kompres es di ketiak pertama kali muncul di sebuah grup komunitas kesehatan di aplikasi pesan instan. Anggota grup tersebut berbagi pengalaman pribadi, melaporkan bahwa menempelkan es di area ketiak membantu mereka mengurangi ketegangan otot dan menenangkan pikiran. Seiring waktu, video pendek tentang teknik ini mulai viral di platform video pendek, diikuti oleh komentar yang memuji efektivitasnya.

Sejumlah influencer kesehatan di media sosial kemudian menambahkan tutorial langkah demi langkah, menyoroti pentingnya memakai sarung tangan atau kain tipis agar kulit tidak terbakar. Mereka juga menambahkan tips lain, seperti menutup mata dan menghirup napas dalam-dalam saat menempelkan kompres, guna memaksimalkan efek relaksasi.

Namun, seiring dengan penyebaran, beberapa pengguna mengeluhkan efek samping seperti iritasi kulit, rasa tidak nyaman, atau bahkan rasa dingin berlebihan yang membuat tubuh terasa “kaku”. Karena itu, banyak ahli kesehatan menekankan pentingnya melakukan metode ini dengan hati-hati dan tidak berlebihan.

Manfaat dan Risiko Kompres Es di Ketiak untuk Kesehatan Mental

Manfaat utama yang dilaporkan oleh para praktisi dan pengguna adalah pengurangan gejala stres akut, seperti detak jantung meningkat, napas cepat, dan ketegangan otot. Sensasi dingin dapat mengalihkan fokus pikiran dari kekhawatiran, memberikan rasa “membeku” yang menenangkan. Selain itu, beberapa penelitian kecil menunjukkan bahwa pendinginan pada area tertentu dapat menurunkan produksi hormon kortisol, hormon stres yang sering kali berlebihan pada orang dengan kecemasan.

🔖 Baca juga:
9 Kebiasaan Sehari-Hari yang Bisa Menurunkan Kesuburan Pria Tanpa Disadari

Namun, risiko juga tidak dapat diabaikan. Penerapan es secara langsung pada kulit dapat menyebabkan frostbite ringan, terutama jika dilakukan terlalu lama. Selain itu, bagi orang dengan gangguan sirkulasi darah, menekan area ketiak dengan es dapat menambah ketidaknyamanan. Karena itu, disarankan untuk menggunakan es yang dibungkus dalam kain tipis dan tidak menempel lebih dari 10–15 menit pada satu sesi.

Para peneliti juga menyoroti bahwa efek kompres es di ketiak bersifat bersifat temporer. Setelah suhu tubuh kembali normal, rasa cemas biasanya akan muncul kembali. Oleh karena itu, metode ini lebih cocok sebagai alat bantu relaksasi singkat, bukan sebagai solusi jangka panjang.

Rekomendasi Praktis dari Para Ahli

Berikut beberapa langkah yang disarankan oleh Riati dan para profesional kesehatan lainnya untuk menerapkan kompres es di ketiak dengan aman:

1. Gunakan es batu atau gel pendingin yang dibungkus dalam kain tipis atau sarung tangan. Hindari menempelkan es langsung pada kulit.

2. Tempelkan kompres pada ketiak selama 10–15 menit. Jika Anda merasa tidak nyaman, segera lepaskan.

3. Sambil menempelkan kompres, lakukan teknik pernapasan dalam-dalam: tarik napas perlahan melalui hidung, tahan sebentar, dan hembuskan perlahan melalui mulut. Ini membantu menurunkan denyut jantung lebih lanjut.

🔖 Baca juga:
Konsumsi 5 Minuman Ini Rutin, Risiko Kanker Bisa Turun Drastis

4. Setelah sesi, beri waktu tubuh untuk kembali ke suhu normal. Hindari menempatkan es di area lain yang lebih sensitif, seperti wajah.

5. Jika Anda memiliki kondisi medis tertentu, seperti diabetes, hipertensi, atau gangguan sirkulasi, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mencoba metode ini.

Kesimpulan: Kompres Es di Ketiak Sebagai Alat Pendukung, Bukan Pengganti Terapi

Tren kompres es di ketiak memang menarik bagi banyak orang yang mencari cara cepat meredakan kecemasan. Meskipun ada mekanisme ilmiah yang dapat menjelaskan efek relaksasi sementara, para ahli menekankan bahwa metode ini tidak dapat menggantikan terapi psikologis atau medis yang lebih teruji. Pengguna disarankan untuk memanfaatkan kompres es sebagai alat bantu relaksasi singkat dan selalu berkonsultasi dengan profesional kesehatan bila kecemasan berlanjut atau mempengaruhi kualitas hidup sehari-hari.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *