**Ustadz Fathurrahman dari MUI Tanahlaut Kalsel Ungkap Rahasia Nafkah Anak Sesuai Ajaran Islam** **Pembuka** Ustadz Fathurrahman dari MUI Tanahlaut Kalsel memberikan penjelasan tentang nafkah anak dalam Islam. Menurutnya, besaran nafkah itu fleksibel dan harus disesuaikan dengan kebutuhan dasar hidup, kepatutan, kemampuan orangtua, dan jangan sampai berlebihan. Nafkah anak harus memenuhi kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, tempat tinggal yang layak, pendidikan, dan kesehatan. **Apa Yang Terjadi** Menurut referensi, besaran nafkah itu fleksibel dan tidak harus sama untuk semua anak. Yang menjadi ukurannya adalah kebutuhan dasar hidup, kepatutan, kemampuan orangtua, dan jangan sampai berlebihan. Kebutuhan dasar itu antara lain sandang, pangan, tempat tinggal yang layak, pendidikan, dan kesehatan. Jadi, orangtua memang memiliki kewajiban memenuhi kebutuhan anak. Tetapi kemampuan finansial orangtua juga harus menjadi pertimbangan. **Mengapa & Dampak** Mengapa nafkah anak harus disesuaikan dengan kebutuhan dasar hidup? Karena Allah memberikan tuntunan, orang yang memiliki kelapangan rezeki hendaknya memberikan nafkah menurut kelapangannya. Sedangkan orang yang rezekinya terbatas, memberikan sesuai dengan apa yang Allah karuniakan kepadanya. Jadi, jangan sampai kita memahami kewajiban nafkah secara keliru. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Nafkah anak harus disesuaikan dengan kebutuhan dasar hidup, kepatutan, kemampuan orangtua, dan jangan sampai berlebihan. 2. Kebutuhan dasar itu antara lain sandang, pangan, tempat tinggal yang layak, pendidikan, dan kesehatan. 3. Jadi, orangtua memang memiliki kewajiban memenuhi kebutuhan anak. Tetapi kemampuan finansial orangtua juga harus menjadi pertimbangan. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Dengan memahami bahwa nafkah anak harus disesuaikan dengan kebutuhan dasar hidup, kepatutan, kemampuan orangtua, dan jangan sampai berlebihan, orangtua dapat memenuhi kebutuhan anak dengan lebih efektif dan efisien. Selain itu, anak juga dapat belajar membedakan antara kebutuhan dan keinginan, sehingga dapat menjadi lebih mandiri dan bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan dirinya. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam memenuhi kebutuhan anak, orangtua harus terus belajar dan meningkatkan kemampuannya dalam mengelola keuangan. Selain itu, anak juga harus belajar membedakan antara kebutuhan dan keinginan, sehingga dapat menjadi lebih mandiri dan bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan dirinya. Dengan demikian, hubungan antara orangtua dan anak dapat menjadi lebih harmonis dan sehat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://banjarmasin.tribunnews.com/serambi-ummah/1372052/begini-cara-nafkahi-anak-sesuai-ajaran-islam-menurut-ustadz-fathurrahman-dari-mui-tanahlaut-kalsel, without altering the facts of the original article.