Memahami Bagian dan Keseluruhan: 10 Contoh Majas Pars Pro Toto & Totem Pro Parte Beserta Artinya
Dalam seni merangkai kata dan berkomunikasi sehari-hari, kita kerap menggunakan gaya bahasa yang unik untuk mengaitkan antara “sebagian” dan “keseluruhan”. Dalam ilmu tata bahasa dan sastra Indonesia, teknik ini dikenal sebagai majas sinekdoke.
Majas sinekdoke adalah gaya bahasa perbandingan yang menyebutkan bagian dari sesuatu untuk menyatakan keseluruhannya, atau sebaliknya, menyebutkan keseluruhan untuk menyatakan bagiannya. Majas sinekdoke terbagi menjadi dua jenis utama yang saling berlawanan namun saling melengkapi, yaitu Pars Pro Toto dan Totem Pro Parte.
Artikel ini akan mengupas secara mendalam pengertian kedua jenis majas tersebut, memberikan 10 contoh kalimat beserta artinya, serta menjelaskan fungsinya dalam karya tulis dan komunikasi sehari-hari.
Memahami Perbedaan Pars Pro Toto dan Totem Pro Parte
Sebelum masuk ke contoh kalimat, sangat penting untuk memahami definisi dasar dan perbedaan struktur dari kedua turunan majas sinekdoke ini:
1. Pars Pro Toto (Part for Whole)
- Definisi: Kata pars berarti sebagian, dan toto berarti keseluruhan. Majas ini adalah gaya bahasa yang menyebutkan sebagian unsur/anggota tubuh/benda untuk mewakili keseluruhan objek tersebut.
- Ciri Utama: Kata yang dipakai biasanya berupa atribut atau bagian fisik (seperti batang hidung, ekor, kepala, pucuk) untuk menggantikan sosok atau benda secara utuh.
2. Totem Pro Parte (Whole for Part)
- Definisi: Kata totem berarti keseluruhan, dan parte berarti sebagian. Majas ini adalah gaya bahasa yang menyebutkan keseluruhan entitas/kelompok/institusi untuk mewakili sebagian kecil dari anggota atau perwakilannya.
- Ciri Utama: Kata yang dipakai biasanya berupa nama negara, tim, institusi, atau kelompok besar (seperti Indonesia, RT, sekolah, kepolisian) padahal yang melakukan tindakan hanya satu atau beberapa orang saja.
5 Contoh Majas Pars Pro Toto dan Artinya
Berikut adalah 5 contoh penerapan majas Pars Pro Toto yang sering kita temui dalam percakapan dan karya tulis:
1. Batang Hidung
Kalimat: “Sejak acara rapat dimulai pagi tadi, ia belum juga menampakkan batang hidungnya di ruang pertemuan.”
- Bagian yang Disebutkan: Batang hidung (sebagian kecil dari anggota tubuh manusia).
- Maksud Keseluruhan: Orang atau sosok individu tersebut secara utuh.
- Arti Makna: Kalimat ini berarti bahwa orang yang bersangkutan belum hadir atau belum kelihatan sama sekali di lokasi rapat.
2. Ekor (untuk Hewan)
Kalimat: “Peternak tua itu menjual lima ekor sapi untuk membiayai renovasi rumahnya.”
- Bagian yang Disebutkan: Ekor (satu bagian organ tubuh hewan).
- Maksud Keseluruhan: Hewan sapi secara utuh (seluruh tubuh sapi).
- Arti Makna: Kalimat ini berarti peternak tersebut menjual lima hewan sapi secara utuh, bukan hanya bagian ekornya saja. Kata “ekor” di sini berfungsi sebagai kata satuan untuk hewan.
3. Pucuk (untuk Tanaman)
Kalimat: “Perkebunan di lereng gunung itu memproduksi ratusan pucuk teh berkualitas tinggi setiap harinya.”
- Bagian yang Disebutkan: Pucuk (bagian ujung daun teratas).
- Maksud Keseluruhan: Tanaman atau komoditas teh secara umum.
- Arti Makna: Kalimat ini menunjukkan kuantitas hasil panen tanaman teh yang diproduksi oleh perkebunan tersebut.
4. Kepala (untuk Manusia)
Kalimat: “Pemerintah membagikan bantuan sembako senilai seratus ribu rupiah per kepala di desa tersebut.”
- Bagian yang Disebutkan: Kepala (bagian atas tubuh manusia).
- Maksud Keseluruhan: Setiap individu/orang secara utuh.
- Arti Makna: Bantuan sembako diberikan kepada setiap orang atau per individu yang terdaftar di desa tersebut.
5. Atap (untuk Rumah)
Kalimat: “Pasangan muda itu akhirnya berhasil memiliki tempat bernaung sendiri di bawah satu atap.”
- Bagian yang Disebutkan: Atap (bagian pelindung teratas dari bangunan).
- Maksud Keseluruhan: Bangunan rumah tinggal secara utuh.
- Arti Makna: Pasangan tersebut sudah tinggal bersama di dalam satu rumah yang sama.
5 Contoh Majas Totem Pro Parte dan Artinya
Berikut adalah 5 contoh penerapan majas Totem Pro Parte yang menyebutkan keseluruhan kelompok untuk mewakili sebagian kecil anggotanya:
6. Indonesia vs Malaysia
Kalimat: “Nanti malam, Indonesia akan bertanding melawan Malaysia dalam laga final kejuaraan bulu tangkis.”
- Keseluruhan yang Disebutkan: Seluruh negara/bangsa Indonesia dan Malaysia (ratusan juta penduduk).
- Maksud Sebagian: Tim nasional atau atlet perwakilan bulu tangkis dari kedua negara.
- Arti Makna: Pertandingan tersebut dilakukan oleh beberapa atlet perwakilan, bukan oleh seluruh rakyat dari kedua negara tersebut secara fisik.
7. SMA Negeri 1
Kalimat: “SMA Negeri 1 berhasil meraih juara pertama dalam kompetisi debat bahasa Inggris tingkat nasional.”
- Keseluruhan yang Disebutkan: Nama instansi sekolah secara utuh (terdiri dari ratusan siswa dan guru).
- Maksud Sebagian: Tim perwakilan debat yang terdiri dari 2 atau 3 orang siswa.
- Arti Makna: Tim siswa perwakilan dari sekolah tersebut yang memenangkan kompetisi, namun nama sekolah digunakan untuk mewakili prestasi tersebut.
8. Kelas XII IPA 2
Kalimat: “Kelas XII IPA 2 dijatuhi hukuman membersihkan lapangan karena membuat kegaduhan saat jam pelajaran.”
- Keseluruhan yang Disebutkan: Seluruh rombongan belajar / entitas Kelas XII IPA 2.
- Maksud Sebagian: Sebagian siswa di kelas tersebut yang memicu pertengkaran atau kegaduhan.
- Arti Makna: Sebagian murid yang membuat ulah menyebabkan dampak hukuman yang diatribusikan kepada identitas kelompok kelas tersebut.
9. Kepolisian
Kalimat: “Pihak kepolisian berhasil menangkap pelaku pencurian sepeda motor di kawasan perumahan itu.”
- Keseluruhan yang Disebutkan: Pihak/Instansi Kepolisian secara keseluruhan.
- Maksud Sebagian: Beberapa personel atau tim penyidik polisi yang bertugas di lapangan.
- Arti Makna: Beberapa oknum/petugas polisi tertentu yang melakukan penangkapan, namun keberhasilan tersebut diatasnamakan institusi tempat mereka bekerja.
10. Desa Sukamaju
Kalimat: “Desa Sukamaju bergotong-royong membersihkan aliran sungai untuk mencegah banjir tahunan.”
- Keseluruhan yang Disebutkan: Nama wilayah/entitas Desa Sukamaju.
- Maksud Sebagian: Warga atau perwakilan warga desa yang hadir dalam kegiatan gotong-royong.
- Arti Makna: Sebagian besar warga yang tinggal di Desa Sukamaju turun ke lapangan untuk melakukan aksi kerja bakti bersama.
Ringkasan 10 Contoh Majas Sinekdoke
| No | Jenis Majas | Kata / Ungkapan | Maksud Sebenarnya |
| 1 | Pars Pro Toto | Batang hidung | Sosok/Orang secara utuh |
| 2 | Pars Pro Toto | Ekor | Satuan untuk hewan utuh |
| 3 | Pars Pro Toto | Pucuk | Tanaman teh secara keseluruhan |
| 4 | Pars Pro Toto | Per kepala | Per orang / per individu |
| 5 | Pars Pro Toto | Satu atap | Satu bangunan rumah |
| 6 | Totem Pro Parte | Indonesia vs Malaysia | Tim atlet perwakilan kedua negara |
| 7 | Totem Pro Parte | SMA Negeri 1 | Tim perwakilan siswa penyenang lomba |
| 8 | Totem Pro Parte | Kelas XII IPA 2 | Siswa yang terlibat dalam kegaduhan |
| 9 | Totem Pro Parte | Pihak kepolisian | Petugas/personel polisi yang bertugas |
| 10 | Totem Pro Parte | Desa Sukamaju | Warga desa yang ikut gotong-royong |
Fungsi Majas Sinekdoke dalam Tulisan dan Komunikasi
Penggunaan majas Pars Pro Toto dan Totem Pro Parte memiliki fungsi penting dalam dunia penulisan:
- Efisiensi Bahasa: Menghindari pengulangan kata yang panjang dan kaku (misalnya: menyebutkan “tim perwakilan atlet bulu tangkis Indonesia” terasa lebih panjang dibanding cukup menyebut “Indonesia”).
- Memperkuat Fokus (Pars Pro Toto): Mengarahkan perhatian pembaca pada ciri khas atau visual spesifik dari suatu objek (seperti “batang hidung” atau “atap”).
- Membangun Kebanggaan dan Identitas Kolektif (Totem Pro Parte): Memberikan rasa memiliki pada kelompok, sekolah, atau negara ketika perwakilan mereka meraih keberhasilan.
Penulis: Helen Angelica