24 Juli 2026
Gemini_Generated_Image_atf88satf88satf8

Cara Menghadapi Perubahan Posisi dan Tanggung Jawab Baru

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya โœ… ๐Ÿ“ Indonesia

Pentingnya Memiliki Portofolio Digital Dibandingkan Sekadar CV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya โœ… ๐Ÿ“ Indonesia

Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Masih Sekolah atau Kuliah

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya โœ… ๐Ÿ“ Indonesia

Cara Menunjukkan Potensi Diri Saat Wawancara Kerja

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya โœ… ๐Ÿ“ Indonesia
Kenali 20 contoh ungkapan idiomatis dan artinya dalam bahasa Indonesia sehari-hari beserta contoh kalimat agar mudah dipahami dan digunakan.

20 Contoh Ungkapan Idiomatis dan Artinya dalam Bahasa Indonesia Sehari-hari

Bahasa Indonesia memiliki kekayaan kosakata dan gaya bahasa yang membuat komunikasi menjadi lebih hidup. Salah satu bentuk kekayaan bahasa tersebut adalah ungkapan idiomatis. Dalam percakapan sehari-hari, kita sering mendengar atau menggunakan ungkapan seperti kambing hitam, besar kepala, buah tangan, atau angkat kaki. Namun, tahukah kamu bahwa makna ungkapan tersebut tidak selalu sama dengan arti sebenarnya dari kata-kata yang menyusunnya?

Ungkapan idiomatis merupakan gabungan kata yang memiliki makna khusus dan biasanya tidak dapat diterjemahkan secara harfiah. Misalnya, ungkapan besar kepala tidak berarti ukuran kepala seseorang membesar, tetapi digunakan untuk menggambarkan orang yang menjadi sombong atau terlalu membanggakan dirinya sendiri.

Memahami 20 contoh ungkapan idiomatis dan artinya dalam bahasa Indonesia sehari-hari dapat membantu kita berkomunikasi dengan lebih baik. Selain itu, pengetahuan tentang idiom juga bermanfaat bagi pelajar yang sedang mempelajari materi Bahasa Indonesia.

Berikut adalah kumpulan ungkapan idiomatis yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari beserta arti dan contoh kalimatnya.


Apa Itu Ungkapan Idiomatis?

Sebelum membahas contoh-contohnya, penting untuk memahami pengertian ungkapan idiomatis.

Ungkapan idiomatis adalah gabungan dua kata atau lebih yang menghasilkan makna khusus dan tidak dapat dipahami hanya berdasarkan arti setiap kata secara terpisah.

Sebagai contoh, ungkapan panjang tangan tidak berarti seseorang memiliki tangan yang panjang. Dalam bahasa Indonesia, panjang tangan berarti suka mencuri.

Karena memiliki makna khusus, ungkapan idiomatis sering digunakan untuk membuat bahasa menjadi lebih menarik, ekspresif, dan tidak monoton.


20 Contoh Ungkapan Idiomatis dan Artinya

1. Besar Kepala

Arti: Sombong atau merasa dirinya lebih hebat daripada orang lain.

Contoh kalimat:
Setelah memenangkan beberapa perlombaan, Riko menjadi besar kepala dan mulai meremehkan teman-temannya.

Ungkapan ini biasanya digunakan untuk menggambarkan seseorang yang terlalu membanggakan keberhasilan atau kelebihan dirinya.


2. Kambing Hitam

Arti: Orang yang dijadikan sebagai pihak yang disalahkan atas suatu masalah.

Contoh kalimat:
Jangan menjadikan anggota baru sebagai kambing hitam atas kesalahan yang dilakukan seluruh tim.

Ungkapan ini sering digunakan ketika seseorang menerima kesalahan yang sebenarnya bukan sepenuhnya menjadi tanggung jawabnya.


3. Buah Tangan

Arti: Oleh-oleh atau sesuatu yang dibawa sebagai hadiah setelah bepergian.

Contoh kalimat:
Ayah membawa buah tangan berupa makanan khas daerah setelah pulang dari luar kota.

Ungkapan buah tangan sangat umum digunakan dalam percakapan sehari-hari.


4. Panjang Tangan

Arti: Suka mencuri atau mengambil barang milik orang lain.

Contoh kalimat:
Warga harus berhati-hati karena ada orang panjang tangan yang sering mengambil barang di lingkungan tersebut.

Ungkapan ini memiliki makna negatif dan biasanya digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang.


5. Angkat Kaki

Arti: Pergi atau meninggalkan suatu tempat.

Contoh kalimat:
Karena hari sudah malam, kami memutuskan untuk angkat kaki dari tempat tersebut.

Dalam konteks tertentu, angkat kaki dapat digunakan secara santai untuk menggantikan kata “pergi”.


6. Naik Daun

Arti: Menjadi terkenal atau semakin populer.

Contoh kalimat:
Penyanyi muda itu sedang naik daun setelah lagunya viral di media sosial.

Ungkapan ini sering digunakan dalam dunia hiburan, olahraga, maupun bisnis.


7. Rendah Hati

Arti: Tidak sombong dan tidak membanggakan diri secara berlebihan.

Contoh kalimat:
Meskipun berhasil menjadi juara nasional, ia tetap rendah hati kepada semua orang.

Rendah hati merupakan sikap positif yang menunjukkan seseorang tetap menghargai orang lain meskipun memiliki banyak prestasi.


8. Lapang Dada

Arti: Menerima sesuatu dengan ikhlas dan sabar.

Contoh kalimat:
Ia menerima kekalahannya dengan lapang dada dan berjanji akan berlatih lebih giat.

Ungkapan ini biasanya digunakan ketika seseorang menghadapi kekecewaan atau kegagalan.


9. Kepala Batu

Arti: Seseorang yang keras kepala dan sulit menerima nasihat.

Contoh kalimat:
Doni memang kepala batu karena tidak mau mendengarkan nasihat dari orang tuanya.

Ungkapan ini biasanya memiliki konotasi negatif.


10. Panjang Akal

Arti: Pandai mencari cara atau solusi untuk menyelesaikan masalah.

Contoh kalimat:
Rina memang panjang akal sehingga mampu menemukan solusi ketika kelompoknya mengalami kesulitan.

Ungkapan ini memiliki makna positif karena menggambarkan kecerdikan seseorang.


11. Banting Tulang

Arti: Bekerja keras untuk mendapatkan penghasilan atau mencapai tujuan.

Contoh kalimat:
Orang tua selalu banting tulang demi memenuhi kebutuhan keluarganya.

Ungkapan banting tulang sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang bekerja dengan sangat keras.


12. Gulung Tikar

Arti: Bangkrut atau berhenti menjalankan usaha.

Contoh kalimat:
Toko tersebut terpaksa gulung tikar karena mengalami kerugian besar selama beberapa tahun.

Ungkapan ini banyak digunakan dalam konteks bisnis dan ekonomi.


13. Tangan Kanan

Arti: Orang yang dipercaya atau menjadi pembantu utama seseorang.

Contoh kalimat:
Andi merupakan tangan kanan pemilik perusahaan tersebut.

Dalam kalimat tersebut, tangan kanan bukan berarti bagian tubuh, tetapi seseorang yang memiliki posisi penting dan dipercaya.


14. Adu Domba

Arti: Usaha untuk membuat dua pihak atau lebih saling bertengkar atau bermusuhan.

Contoh kalimat:
Kita tidak boleh mudah percaya pada orang yang berusaha mengadu domba kedua kelompok tersebut.

Ungkapan ini biasanya digunakan dalam konteks konflik sosial.


15. Tutup Usia

Arti: Meninggal dunia.

Contoh kalimat:
Kakek saya tutup usia pada umur 80 tahun.

Ungkapan tutup usia merupakan bentuk yang lebih halus atau sopan untuk menyampaikan kabar tentang seseorang yang meninggal dunia.


16. Naik Pitam

Arti: Menjadi sangat marah.

Contoh kalimat:
Ayah naik pitam setelah mengetahui bahwa adiknya telah merusak barang kesayangannya.

Ungkapan ini digunakan untuk menggambarkan kondisi seseorang yang sedang marah besar.


17. Mata Keranjang

Arti: Laki-laki yang suka menggoda atau tertarik kepada banyak perempuan.

Contoh kalimat:
Teman-temannya menganggap dia mata keranjang karena sering menggoda banyak perempuan.

Ungkapan ini umumnya digunakan dalam percakapan informal.


18. Kutu Buku

Arti: Orang yang sangat suka membaca dan menghabiskan banyak waktu dengan buku.

Contoh kalimat:
Sejak kecil, Sinta dikenal sebagai kutu buku karena hampir setiap hari membaca di perpustakaan.

Ungkapan ini biasanya dapat digunakan dalam konteks positif untuk menggambarkan seseorang yang gemar membaca.


19. Meja Hijau

Arti: Pengadilan atau proses hukum.

Contoh kalimat:
Kasus tersebut akhirnya dibawa ke meja hijau setelah kedua pihak gagal mencapai kesepakatan.

Ungkapan ini sering digunakan dalam pemberitaan atau pembicaraan yang berkaitan dengan hukum.


20. Otak Udang

Arti: Sebutan untuk orang yang dianggap bodoh atau kurang cerdas.

Contoh kalimat:
Jangan menyebut temanmu otak udang hanya karena dia melakukan kesalahan.

Ungkapan ini termasuk ungkapan yang bernada mengejek sehingga sebaiknya digunakan dengan hati-hati.


Mengapa Penting Memahami Ungkapan Idiomatis?

Memahami ungkapan idiomatis memiliki beberapa manfaat. Pertama, kita dapat memahami percakapan atau bacaan dengan lebih baik. Banyak teks berita, karya sastra, dan percakapan menggunakan idiom untuk menyampaikan maksud secara tidak langsung.

Kedua, penggunaan idiom dapat membuat komunikasi menjadi lebih menarik. Daripada selalu menggunakan kalimat biasa, seseorang dapat menggunakan ungkapan tertentu untuk memberikan nuansa yang lebih ekspresif.

Ketiga, pengetahuan tentang ungkapan idiomatis dapat membantu pelajar dalam mengerjakan tugas Bahasa Indonesia. Materi tentang ungkapan sering muncul dalam pembelajaran bahasa, terutama ketika membahas makna kata dan gaya bahasa.


Tips Mudah Menghafal Ungkapan Idiomatis

Menghafal banyak ungkapan mungkin terasa sulit. Agar lebih mudah, gunakan beberapa cara berikut:

1. Pahami Maknanya

Jangan hanya menghafalkan kata-katanya. Pahami arti dari setiap ungkapan.

2. Buat Contoh Kalimat

Setelah mengetahui arti idiom, buatlah kalimat sendiri.

3. Gunakan dalam Percakapan

Cobalah menggunakan ungkapan yang sudah dipelajari dalam percakapan sehari-hari.

4. Baca Berbagai Jenis Teks

Membaca berita, cerita, novel, dan artikel dapat membantu menemukan berbagai ungkapan baru.

5. Catat Idiom yang Baru Ditemukan

Buat daftar khusus berisi ungkapan, arti, dan contoh kalimatnya.


Kesimpulan

20 contoh ungkapan idiomatis dan artinya dalam bahasa Indonesia sehari-hari menunjukkan bahwa bahasa Indonesia memiliki banyak cara unik untuk menyampaikan sebuah makna. Ungkapan seperti besar kepala, kambing hitam, buah tangan, panjang tangan, dan banting tulang memiliki arti khusus yang tidak dapat dipahami secara harfiah.

Dengan memahami berbagai ungkapan idiomatis, kita dapat meningkatkan kemampuan berbahasa dan memahami komunikasi dengan lebih baik. Pengetahuan ini juga membantu pelajar dalam memahami materi Bahasa Indonesia sekaligus memperkaya kosakata.

Selain mengetahui arti, penting juga memperhatikan konteks penggunaannya. Beberapa ungkapan memiliki makna positif, sementara yang lain dapat bernada negatif atau kurang sopan. Oleh karena itu, gunakan ungkapan sesuai situasi dan lawan bicara.

Pada akhirnya, mempelajari ungkapan idiomatis bukan hanya membantu kita memahami bahasa, tetapi juga membuat kemampuan berkomunikasi menjadi lebih hidup, kreatif, dan menarik.


Penulis: J.R.

Cara Menghadapi Perubahan Posisi dan Tanggung Jawab Baru

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya โœ… ๐Ÿ“ Indonesia

Pentingnya Memiliki Portofolio Digital Dibandingkan Sekadar CV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya โœ… ๐Ÿ“ Indonesia

Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Masih Sekolah atau Kuliah

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya โœ… ๐Ÿ“ Indonesia

Cara Menunjukkan Potensi Diri Saat Wawancara Kerja

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya โœ… ๐Ÿ“ Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *