6 Juli 2026
featured_image

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya
Kebiasaan makan buruk dapat memperburuk stres. Ahli gizi ungkap 3 pola makan yang sebaiknya dihindari agar tidak menyebabkan stres kronis yang membahayakan kesehatan. Apa saja?

Kebiasaan makan sehari-hari dapat memengaruhi tingkat stres seseorang. Ahli gizi, Rujuta Diwekar, mengungkapkan bahwa pola makan yang buruk dapat memperburuk stres. Stres normal dirasakan manusia, tapi jika sudah dalam tahap kronis bisa memengaruhi kesehatan dan daya tahan tubuh.

Apa yang Terjadi Ketika Stres Meningkat?

Kadar kortisol yang meningkat dapat memicu stres. Rujuta Diwekar menjelaskan bahwa ketika kita berhenti mengonsumsi nutrisi seimbang, ada neurotransmitter yang disebut GABA, yang menekan stres, kadar neurotransmitter ini juga mulai menurun.

Tiga Pola Makan yang Dapat Meningkatkan Stres

Banyak orang melakukan diet rendah karbohidrat agar penurunan berat badan berlangsung cepat. Namun, cara ini justru dapat menyebabkan stres melonjak. Sebaiknya kontrol asupan makanan yang mengandung manis berlebih alih-alih mengurangi nasi atau makanan karbohidrat lainnya.

Sarapan disebut sangat baik untuk asupan nutrisi harian karena juga bisa menunjang kegiatan sehari-hari. Oleh karena itu, sebaiknya jangan melupakan sarapan. Mereka yang melewatkan sarapan justru bisa mengalami peningkatan kadar kortisol secara alami.

Diwekar juga menjelaskan kalau melewatkan sarapan dapat mengganggu ritme asupan nutrisi dan membuat stres lebih meningkat. Buah-buahan banyak dihindari karena kandungan gulanya, padahal termasuk makanan sehat dengan asupan beragam nutrisi.

Contohnya terlihat pada orang-orang yang menghindari konsumsi pisang dan mangga. Diwekar menyebutkan kalau dua jenis buah itu sebenarnya menyediakan prebiotik yang mendukung kesehatan usus dan pencernaan. Kandungan tersebut justru baik untuk memperbaiki kondisi stres.

Mengapa Pola Makan Buruk Dapat Meningkatkan Stres?

Pola makan yang buruk dapat memperburuk stres karena kurangnya nutrisi yang seimbang. Ketika tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, maka dapat memicu peningkatan kadar kortisol yang dapat meningkatkan stres.

Dampak dari Stres yang Meningkat

Stres yang meningkat dapat memengaruhi kesehatan dan daya tahan tubuh. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan pola makan sehari-hari dan memastikan bahwa tubuh mendapatkan nutrisi yang seimbang.

Kesimpulannya, memperhatikan pola makan sehari-hari sangat penting untuk menjaga kesehatan dan mengurangi stres. Sebaiknya kita mengonsumsi makanan yang seimbang, tidak melewatkan sarapan, dan tidak menghindari buah-buahan. Dengan melakukan hal-hal tersebut, kita dapat mengurangi risiko stres yang meningkat dan menjaga kesehatan tubuh.

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *